
Setelah kepergian Lin Yun, di dalam ruang kamar itu sekarang hanya tersisa Han Shu dan Luo Nan saja.
"Sekarang kau bersiaplah. Kau harus bisa menahan semua rasa sakitnya. Kalau kau tidak bisa menahannya, kau akan mati. Apa kau mengerti maksudku?" tanya Han Shu.
"Aku akan berusaha sebaik mungkin untuk menahannya. Kau boleh memulainya sekarang." Luo Nan menguatkan tekadnya.
Luo Nan selesai mempersiapkan diri dengan duduk bersila menghadap ke arah yang berlawanan dengan Han Shu. Sementara Han Shu duduk bersila di belakangnya. Kemudian Luo Nan menyuruh Han Shu untuk segera memulai perbaikannya.
Han Shu menurutinya, dia langsung mengalirkan energinya ke dalam tubuh Luo Nan melalui kedua telapak tangannya yang diletakan di punggung Luo Nan.
Sesaat setelah Han Shu mengalirkan energinya ke dalam tubuh Luo Nan, Luo Nan langsung merasa kesakitan yang luar biasa hingga berteriak sangat keras.
"Aarrgghh...!!!"
"Aarrgghh...!!!"
"Tahanlah, ini baru saja dimulai kau sudah berteriak seperti itu."
"Baik, aarrgghh...!!!"
Han Shu perlahan mengalirkan energinya ke seluruh tubuh Luo Nan untuk memperbaiki semua kerusakannya.
Hingga akhirnya 9 jam telah berlalu. Han Shu telah selesai memperbaiki semua kerusakan dalam tubuh Luo Nan dan menjadikannya lebih kuat dari sebelumnya. Luo Nan sampai berteriak sebanyak ratusan kali selama proses perbaikan berlangsung.
"Huftt... Ini sangat melelahkan!" Han Shu terlihat sangat kelelahan karena semalaman harus terus menerus mengalirkan energinya kepada tubuh Luo Nan.
Han Shu akhirnya memutuskan berbaring di atas lantai untuk beristirahat karena dia tidak kuat berjalan ke ranjangnya.
Sementara, setelah perbaikan tubuhnya selesai Luo Nan langsung berkultivasi untuk mencapai tahap kultivasi selanjutnya.
"Aku akan tidur disini sebentar. Aku terlalu banyak menghabiskan Energi Qi milikku. Sekarang aku tidak bisa bergerak untuk sementara waktu."
Hingga lama kelamaan Han Shu merasa mengantuk dan akhirnya tertidur pulas di lantai.
***
Malam Hari, di Kediaman Keluarga Lin.
Lin Yun telah sampai di kediamannya. Ketika masuk, dia bertemu dengan ayahnya yang sudah menunggunya dan langsung disuguhkan pertanyaan dari ayahnya.
__ADS_1
"Yun'er, akhirnya kau pulang juga. Kau dari mana saja? Mengapa kau baru pulang malam-malam seperti ini?"
"Apa ayah sudah lama menungguku di sini? Aku kan sudah bilang kalau aku pergi ke Penginapan Bunga Mawar. Apa ayah melupakannya?"
"Apa kamu bertemu dengannya lagi? Apa dia masih hidup?" Dia bertanya tentang keadaan Han Shu.
"Aku tidak tahu, ayah. Dia belum kembali hingga saat ini." Lin Yun menjawab dengan lesu dan sedih untuk membohongi ayahnya.
"Baguslah, dengan ini Keluarga Lin akan mendapat keuntungan yang sangat besar dari penjualan pil tingkat 5." Ayah Lin Yun merasa sangat senang di dalam hatinya.
"Baiklah, Yun'er tidak usah sedih lagi. Ayo kita masuk, ayah sudah menyiapkan makanan untuk kita berdua malam ini."
"Benarkah? Ayah mau makan malam denganku?"
Lin Yun sangat terkejut sekaligus merasa senang dengan ajakan ayahnya. Lin Yun sudah lama tidak makan berdua dengan ayahnya. Sedangkan ibunya sudah meninggal 5 tahun yang lalu.
"Ya, malam ini ayah sudah menyiapkan makanan kesukaanmu. Yun'er pasti suka."
"Makanan kesukaanku? Kalau begitu ayo kita segera masuk! Yun'er sudah sangat lapar!" Lin Yun sangat bersemangat menantikannya. Dia menarik lengan ayahnya ketika masuk ke kediamannya.
***
Di Ruang Makan Keluarga Lin.
Lin Yun dan ayahnya sedang bersiap untuk menyantap makanan yang sudah dihidangkan di atas meja.
"Yun'er, makanlah terlebih dahulu. Ayah akan makan setelah Yun'er makan." Ayah Lin Yun menyuruhnya untuk makan terlebih dahulu.
"Baik, ayah."
Lin Yun menuruti ayahnya. Dia mulai menyantap hidangan yang ada di atas meja kemudian disusul dengan ayahnya yang juga ikut menyantap makanannya.
"Ini enak sekali! Aku akan makan semuanya!"
Lin Yun menyantap makanannya dengan cepat. Ketika makanan di piringnya telah habis, dia langsung mengambil kembali.
Ayahnya yang melihatnya hanya bisa terkejut sekaligus senang karena putrinya makan dengan sangat lahap.
"Pelan-pelan makannya, makanannya juga masih banyak. Ayah tidak akan mengambil makananmu." Ayah Lin Yun sedikit menasehati putrinya.
__ADS_1
"Bbbaaiikkk, ayyahh." Dengan makanan yang masih ada di mulutnya, Lin Yun menjawab nasehat ayahnya.
Lin Yun melanjutkan menyantap makanannya dengan lebih pelan lagi setelah ayahnya menasehatinya.
Hingga akhirnya semua hidangan yang ada di atas meja telah habis.
"Aahh, aku sangat kenyang..." Lin Yun mengelus perutnya yang membesar karena banyaknya makanan yang telah dia habiskan.
"Terima kasih ayah, telah meluangkan waktu dengan makan malam bersamaku lagi. Kalau begitu aku akan pergi ke kamar untuk tidur. Aku sudah mengantuk." Lin Yun berpamitan pergi.
"Tunggu, Yun'er!" Ketika Lin Yun beranjak pergi, ayahnya menghentikannya.
"Ada apa ayah? Apa ayah butuh sesuatu?"
"Ada sesuatu yang ingin ayah katakan. Ayah..." Ayah Lin Yun ragu untuk mengatakannya.
"Apa itu? Katakan saja, ayah. Ayah tidak perlu ragu untuk mengatakannya padaku."
"Ayah... Ayah akan mencoba sering membagi waktu denganmu. Baik itu makan, berlatih, atau juga pergi keluar untuk berbelanja, ayah akan meluangkan waktu untukmu." Ayah Lin Yun mengatakannya dengan penuh harapan bahwa putrinya percaya padanya.
"Baik, ayah. Jika aku ingin pergi berlatih ataupun berbelanja, aku akan menemui dan mengajak ayah bersamaku." Lin Yun tersenyum senang saat mengatakannya.
"Kalau begitu, aku pergi dulu."
Lin Yun akhirnya pergi meninggalkan ayahnya sendirian. Ketika ayahnya sudah tidak melihatnya, Lin Yun berlari dengan kencang menuju kamarnya dengan air mata yang terus mengalir, menetes ke lantai hingga sampai di depan kamarnya.
Lin Yun langsung masuk ke dalam kamarnya dan langsung menutup pintunya. Dia duduk dengan bersandar di depan pintunya sembari menangis karena senang ayahnya akan membagi waktu dengannya lagi setelah sekian lama.
"Terima kasih ayah, aku harap ayah mengatakan yang sebenarnya. Aku sangat senang ketika ayah mengatakan hal itu. Aku sangat senang. Aku sangat senang..."
***
Siang Hari, di Ruang Kamar Penginapan Han Shu. Han Shu yang sedang tidur di lantai akhirnya bangun setelah cukup lama tertidur.
"Hoaaammm... Sepertinya aku ketiduran. Apa dia sudah selesai berkultivasi?" Han Shu melihat ke arah Luo Nan sembari mengucek-ngucek matanya yang masih mengantuk.
"Sepertinya dia masih belum selesai juga. Padahal hari ini aku akan pergi bersamnya ke kota sebelah." Han Shu melihat Luo Nan masih dalam keadaan berkultivasi. Energi Qi disekitarnya menjadi sangat halus, kemudian energi itu diserap oleh Luo Nan secara perlahan.
"Jika dia terus menerus menyerapnya dengan kecepatan seperti itu, akan membutuhkan waktu beberapa hari mungkin sampai seminggu untuk meningkatkan kultivasinya ke tahap yang selanjutnya. Sepertinya aku harus membantunya lagi."
__ADS_1
"Formasi Pemusat Aura!"
Han Shu menggunakan Formasi itu untuk mengumpulkan Energi Qi dari jarak ratusan mil dan memusatkannya ke dalam kamar.