
Sang Naga bertarung dengan kemarahan. Walaupun para kultivator telah menggunakan formasi terkuat mereka untuk bertarung, mereka hanya mempu menggores kulit Naga itu.
"Bagaimana mungkin! Serangan kita hanya menggores kulitnya saja. Cepat, tingkatkan kekuatan serangan kita! Kita harus mengalahkannya dan menjadikannya milik kita."
Mereka terus meningkatkan serangannya, namun tetap saja itu tidak cukup untuk mengalahkan sang Naga. Karena rasa kesalnya memuncak, Naga itu kemudian membalas dengan serangan yang kuat.
"Manusia lemah, matilah! Kau membuang-buang waktuku!" Sang Naga mengibaskan ekornya ke arah para kultivator
Arrggh... Aarggh... Arrrgh...
Satu persatu mereka berhasil ditumbangkan. Hingga setelah setengah jam, Naga itu akhirnya berhasil mengalahkan mereka semua. Kemudian ia menyusul Han Shu di kota terdekat.
"Sial, kekuatanku turun drastis karena telah lama tersegel. Aku harus mengembalikan kekuatanku seperti sedia kala. Kalau tidak aku akan kesulitan untuk melepaska kontrak ini dengan paksa."
...
Di kota terdekat, yaitu sebuah kota perbatasan kecil dengan penduduk kota yang sedikit. Han Shu dan Yueyin mencari informasi tentang Jalan menuju Dunia Immortal kepada para penduduk di sana. Namun informasi itu sulit di dapatkan karena kebanyakan dari mereka hanyalah penduduk biasa.
"Apa tidak ada seorang pun yang tahu di sini? Sepertinya aku harus mencarinya di kota lain." batin Han Shu.
__ADS_1
"Yueyin kemarilah, kita akan pergi dari sini." Han Shu kembali memegang tangan Yueyin dan berteleportasi ke kota lain. Sementara, sang Naga yang sudah menyusul mereka merasa kesal karena ditinggalkan.
"Sialan, manusia itu mempermainkanku." batin sang Naga kesal.
"Ah benar, seharusnya aku tidak perlu terbang untuk menyusulnya. Aku terhubung secara kontrak dengannya jadi aku bisa merasakan keberadaannya."
"Sebelum itu, aku harus mengubah wujud nagaku seperti manusia." Sang Naga kemudian berubah ke wujud manusia pada umumnya, namun terdapat ciri khas dua tanduk naga di kepalanya.
Setelah selesai, Sang Naga kemudian berteleportasi ke tempat Han Shu berada.
Han Shu dan Yueyin sampai di sebuah kota yang sangat ramai, dengan banyak kultivator.
"Sekarang, bagaimana caraku mendapat informasinya?" Han Shu memandang luasnya kota.
"Hey manusia, jangan meninggalkanku seperti itu. Kau harus berada di dekatku jika kau tidak ingin cepat mati." Sang Naga tiba-tiba muncul di depan Han Shu.
"Aku tidak membutuhkan perlindunganmu. Lakukan apapun sesukamu di sini dan jangan menggangguku."
"Yueyin, ayo kita cari tempat untuk tinggal." ajak Han Shu. "Ah tunggu, berikan darahmu. Aku ingin memyembuhkan luka dalamku sekaligus menguatkan tubuhku." Han Shu meminta darah sang Naga.
__ADS_1
"Apa! Kau tidak bisa mendapatkannya dariku." sang Naga menolak dengan tegas. Darahnya sangatlah berharga.
"Diam! Kau tidak memiliki hak untuk menolak." Seketika sang Naga tidak bisa menggerakkan apapun.
Han Shu kemudian mendekatinya dan mengambil darahnya beberapa tetes ke dalam botol kecil. Ia kemudian pergi bersama Yueyin mencari tempat tinggal sementara.
Sedangkan sang Naga di tinggalkan sendiri di sana. "Sial, darahku yang berharga..." Ia tak mau sendirian di sana. Ia lebih memilih mengikuti Han Shu dengan menjaga jarak. Ia tahu jika mengikutinya secara diam-diam pasti akan ketahuan.
Setelah mencari selama beberapa menit, Han Shu menemukan penginapan yang sepi pelanggan. "Aku akan menyewa seluruh tempat ini." ucap Han Shu kepada pemilik penginapan. Tentu ia merasa senang.
Setelah membayar sejumlah koin emas, Han Shu mencari ruang untuk penyembuhannya. "Yueyin, kau jaga di sini. Jangan biarkan siapapun masuk ke dalam."
Yueyin mengangguk pelan memahaminya. Ia berdiam diri di luar penginapan untuk menjalankan tugas yang diberikan Han Shu.
"Aku tidak akan membiarkan siapapun masuk."
...
Han Shu masuk di sebuah rungan kosong yang cukup besar. Ia kemudian duduk bersila dan mulai meminum darah Naga untuk penyembuhan luka dalamnya sekaligus menguatkan pondasi tubuhnya.
__ADS_1