
Begitu sampai di depan penghalang, Han Shu langsung bertemu dengan ratusan Monster Tikus Darah yang sudah berhasil menerobos. Ia kemudian membunuh mereka sekaligus memperkuat penghalangnya.
Kesusahan, tentu saja. Monster Tikus Darah terlihat memenuhi wilayah bawah dibalik penghalang. Dari luar penghalang, Han Shu hanya bisa melihat mereka saja.
Ratusan ribu, mungkin lebih. Monster itu sudah sangat lama terjebak di sana. Jumlah mereka pasti sudah tak terbayangkan mengingat Han Shu sudah pernah melihat tempat persembunyian mereka.
Lalu bagaimana cara untuk memberantas mereka semua? Mungkin cukup mudah untuk para kultivator yang menguasai wilayah pertambangan.
Namun, hal itu berlaku jika Monster Tikus Darah belum keluar dari pertambangan. Jika mereka sudah keluar dan berpencar, memberantas mereka harus mengerahkan banyak orang.
"Aku tidak berniat memberantas mereka semua. Biarkan para penguasa wilayah pertambangan yang membereskan masalah ini. Aku hanya menahannya sampai pertarungan Yueyin selesai."
...
Di wilayah atas.
Pertempuran masih terus berlanjut diantara kedua belah pihak. Jiang Li sangat menyangkan banyaknya korban yang berjatuhan dikelompoknya. Padahal ia sudah berjanji akan membawa mereka keluar dari tambang bersama-sama.
"Sial, jika terus seperti ini orang-orangku..."
Tiba-tiba ada orang dari kelompoknya yang menasehatinya, "Tidak apa-apa, jangan merasa bersalah. Hal ini memang bakal terjadi. Jika kita tidak menyelesaikannya sekarang, kekuatan mereka malah akan semakin kuat dan kita tidak akan menang melawan mereka."
__ADS_1
"Aku tahu tapi..."
"Jangan khawatir kami baik-baik saja."
"Baiklah, lindungi diri kalian sendiri. Jangan sampai mati."
Perempuran memang bisa cepat berakhir yaitu dengan membunuh pemimpinnya. Jiang Li selalu berusaha mendekati Bos Kelompok perampas namun, dia selalu menjauh dan menggunakan orang lain untuk menghambat Jiang Li. Hal itu selalu terjadi hingga sekarang.
"Aku butuh seseorang yang bisa membantuku mendekat."
Hingga yang dibutuhkan pun akhirnya tiba. Yueyin datang setelah mengamati tindakan Jiang Li selama pertempuran dimulai. Ia menjadi tahu tujuan Jiang Li.
"Aku akan membuka jalan untukmu mendekat ke Bos kelompok perampas. Lakukan dengan cepat."
"Sial, padahal aku belum menyetujuinya. Tapi biarlah, aku juga ingin mengetahui kekuatannya. Sampai mana dia bisa mengantarku."
Setiap kali Bos kelompok perampas memerintahkan anak buahnya untuk menghentikan Yueyin, ia mencoba menyelesaikannya dengan cepat.
Namun, stamina Yueyin ada batasnya. Setelah dirasa ia tidak mampu lagi, ia langsung mundur. Ia tidak memaksakan diri hanya untuk hal yang belum pasti.
"Aku sudah mencapai batasku. Aku serahkan sisanya padamu."
__ADS_1
Jiang Li cukup terkejut dengan kekuatan yang diperlihatkan Yueyin. Walaupun kultivasinya cukup rendah, ia memiliki pengalaman membunuh yang cukup banyak.
"Dan juga ekspresinya itu, aku tidak pernah melihatnya tersenyum sedikit pun."
"Baiklah lupakan saja, aku sudah dekat dengan Gao Zie, bos kelompok perampas. Kali ini aku akan menyelesaikannya. Aku berjanji pada diriku sendiri."
Setelah membunuh beberapa orang yang menghalanginya, Jiang Li akhirnya sampai di tempat Gao Zie berada. Ia langsung mendaratkan serangan kaki padanya.
"Kali ini ayo selesaikan masalah kita, Gao Zie!"
Gao Zie langsung menahannya dan menangkap kaki Jiang Li. Gao Zi kemudian memutar kaki Jiang Li untuk mematahkannya. Namun usahanya gagal karena Jiang Li segera memutar tubuhnya dan menguatkan pijakan di kakinya untuk melepaskan diri. Hal itu juga membuat Gao Zie terdorong kebelakang.
Dengan gerakan yang cepat Jiang Li kembali menyerang. Hal itu membuat Gao Zie kesusahan untuk menghindar. Beberapa kali ia terkena serangan Jiang Li hingga terjatuh.
Menyadari tak bisa menang dari Jiang Li, Gao Zie berusaha mencari celah untuk kabur. Namun hal itu dicegah oleh Jiang Li.
"Aku tidak akan membiarkanmu kabur. Kau harus mati untuk menghentikan semua ini." ucap Jiang Li.
Jiang Li terus memberikan serangan yang kuat padanya. Hingga tiba-tiba Gao Zie mengeluarkan sebuah senjata berupa rantai hitam. Senjata itu tidak pernah dilihat Jiang Li selama ia bertarung dengannya dulu.
"Kau punya senjata tersembunyi? Kau tidak pernah menggunakannya selama ini."
__ADS_1
Tentu saja Jiang Li menjadi waspada dan tidak gegabah untuk menyerang. Ia mundur terlebih dahulu dan berniat mencari tahu kemampuan dari senjata yang dipakai Gao Zie.