
Setelah sampai, hal pertama yang dilakukan oleh Yi Fan adalah menyadarkan Luo Zi. Yi Fan mengalirkan sedikit Qi ke tangannya lalu menampar wajah Luo dengan sangat keras. Cara ini terbukti berhasil, sebab mata Luo Zi langsung terbuka lebar sesaat setelah tamparan keras Yi Fan mendarat pada wajahnya.
“A-apa yang terjadi?” Luo Zi terlihat seperti orang linglung seraya mengusap pipinya yang terasa sakit, dia cukup terkejut saat menyadari bahwa beberapa giginya terlepas dari gusinya.
Yi Fan menahan tawanya melihat Luo Zi yang terlihat kebingungan, tamparan dia tadi memang tidak menyebabkan luka serius tetapi itu dapat mengganggu kinerja otak seseorang walaupun tidak permanen.
“Akan membutuhkan beberapa waktu sampai otaknya kembali waras, kurasa ini waktu yang tepat untuk mencari keuntungan di dalam penderitaan,” Yi Fan meninggalkan Luo Zi untuk memeriksa mayat para bandit yang telah dia bunuh sebelumnya untuk menguras harta benda yang mereka punya.
Beberapa saat kemudian Yi Fan telah menyelesaikan kegiatannya dan mengumpulkan harta rampasan sebanyak 25 batu roh tingkat rendah, 700 koin emas, serta 2 buah pusaka pedang kualitas rendah. Yi Fan tidak mengambil koin perak ataupun koin perunggu sebab dia tidak mempunyai penyimpanan dimensi seperti gelang semesta atau cincin semesta.
“Bagaimana bisa seorang kroco seperti mereka memiliki harta sebanyak ini? Kurasa mereka memang disewa oleh seseorang untuk menyelakai Keluarga Qin, tapi siapa dan apa tujuan mereka?” Yi Fan menggelengkan kepalanya pelan karena tidak menemukan jawaban atas pertanyaannya sendiri, “Lebih baik kutanyakan saja langsung pada nona.”
Yi Fan kembali ke tempat Luo Zi berada dan menemukan tatapan pria jangkung itu terpaku pada mayat para bandit yang menyerangnya sebelumnya. Yi Fan berjalan mendekat lalu menepuk bahu Luo Zi yang membuatnya sedikit terkejut.
Luo Zi memandang Yi Fan seakan tak percaya dengan apa yang dilihatnya, mulutnya hanya bisa menganga tanpa mengeluarkan satu kata pun.
"Aku lupa menyingkirkan mayat mereka, untung saja yang melihatnya si jangkung ini bukan nona, jika nona melihat ini pasti dia akan ketakutan melihatku," Batinnya.
Tangan Luo Zi menunjuk Yi Fan dengan gemetar, “Ba-bagaimana kamu masih hidup?! Bukannya kamu terluka parah? Dan apa yang sebenarnya terjadi pada mereka?” Tanya Luo Zi seraya menunjuk mayat para bandit yang kering.
Yi Fan tersenyum bengis seraya menatap tajam mata Luo Zi, “Kamu pikir saja sendiri, tapi satu hal yang pasti adalah orang yang membuat mereka seperti ini adalah aku!”
Srrrrrr…… Tubuh Luo Zi bergetar setelah mendengar ucapan itu. Dia bukan gemetar karena pengakuan Yi Fan melainkan aura sang Kaisar Iblis tersebut begitu mengerikan. "A-apa yang sebenarnya terjadi padanya? Nada bicara, aura, serta perilakunya sangat berbanding terbalik sekarang! Dia seperti orang lain yang memakai tubuh Yi Fan," Di dalam hatinya Luo Zi bertanya-tanya mengenai perubahan yang terjadi pada diri Yi Fan.
Luo Zi mengeluarkan keringat dingin, tubuhnya tidak bisa bergerak bahkan untuk sekedar berucap saja tidak mampu, ketakutan begitu menguasai dirinya saat ini.
__ADS_1
Yi Fan tertawa kecil, “Hei pria jangkung, kamu hidup sekarang adalah karena belas kasihanku, kuharap kau sadar pada tempatmu dan tindakanmu kepadaku kedepannya, karena aku tidak akan memberikan kesempatan kepada orang yang sudah kutandai sebagai musuh, paham?”
Luo Zi menganggukkan kepalanya dengan sangat cepat, "Instingku mengatakan jika aku tidak mengangguk maka aku akan kehilangan nyawa. Sial, dia sangat mengerikan sekarang...."
“Bagus, jadi kuharap kau bertindaklah dengan wajar dan jangan pernah mengatakan apapun pada nona karena jika tidak…” Yi Fan melepaskan auranya hingga membuat Luo Zi terpaksa berlutut karena tidak sanggup menahan auranya.
“Di mataku kamu hanyalah manusia rendahan yang iri pada keberuntungan seseorang, hargailah orang lain meskipun itu memuakan jika kamu tidak ingin orang sepertiku turun tangan untuk mengajarimu,” Yi Fan menarik kembali auranya yang membuat Luo Zi bernafas lega.
Luo Zi menundukkan kepalanya merasa malu akan dirinya. Apa yang dikatakan Yi Fan sangatlah benar yang membuatnya kini tidak berani untuk sekedar memandang pemuda tersebut. Di dalam hatinya Luo Zi bersumpah untuk tidak akan merendahkan orang lain lagi dan yang lebih penting adalah untuk jangan pernah menyinggung Yi Fan di masa depan.
Yi Fan berjalan kembali menuju tempat Qin Zu, tapi baru tiga kali kakinya melangkah dia berhenti, “Mau di sini sampai kapan?”
“Hah?” Luo Zi mendongakkan kepalanya kebingungan, dia sama sekali tidak paham mengenai perkataan Yi Fan barusan.
Luo Zi tersenyum, dia tidak menyangka bahwa Yi Fan masih bersikap baik kepadanya, "Meskipun dia seperti orang yang berbeda tetapi kebaikan hatinya masih tetap ada, aku pasti sudah buta karena telah mempersulit seorang bocah sepertinya.” Batinnya.
Luo Zi tidak sadar bahwa Yi Fan tengah tersenyum lebar sekarang. "Menaklukan musuh tanpa berperang, kenyataan dan kepalsuan akan selalu bergandengan tangan, serang sisi psikis mereka maka hasilnya telah ditentukan, karena pikiran dan hati adalah kunci utama kelemahan seseorang." Di dalam hatinya Yi Fan tertawa karena telah berhasil menaklukan seseorang di kehidupan barunya.
Di sisi lain, Qin Zu panik saat menyadari bahwa adik laki-lakinya yang telah diculik oleh kelompok bandit yang sama dengan yang sebelumnya. Saat hendak mencari Yi Fan dan Luo Zi, tanpa diduga keduanya muncul sambil berjalan ke arahnya.
Qin Zu langsung berlari menghampiri mereka berdua, “Yi Fan, Luo Zi, gawat! adikku masih dalam bahaya!”
Yi Fan menggelengkan kepalanya pelan, dia menenangkan Qin Zu yang tengah panik dengan cara mengusap-ngusap kepalanya. Setelah merasa bahwa Qin Zu cukup tenang, Yi Fan lantas mencoba menangkan perempuan itu, “Bocah kecil itu akan baik-baik saja, dia tidak akan mati, jadi jangan khawatir.”
Qin Zu dan Luo Zi tentu kebingungan dengan perkataan Yi Fan yang terlihat sangat yakin.
__ADS_1
“Bagaimana kamu bisa yakin bahwa adikku akan baik-baik saja? adikku diculik bagaimana bisa aku tenang!” Teriak Qin Zu penuh amarah. Air matanya mengalir deras jatuh dari pelupuk matanya, dia sungguh sangat mengkhawatirkan adik kecilnya tersebut karena bagaimanapun adiknya itu adalah satu-satunya orang yang tersisa dari keluarganya.
Luo Zi berinsiatif untuk menenangkan nona mudanya. Dia menatap Yi Fan dengan tajam, “Yi Fan, jika kamu tidak bisa menenangkan nona sebaiknya jangan memperburuk keadaannya!”
Yi Fan melirik kedua orang tersebut dengan malas sebelum akhirnya dia menjelaskan maksudnya, “Adikmu itu akan baik-baik saja, aku sangat yakin mereka tidak akan membunuhnya setidaknya tidak dalam waktu dekat ini, sebab jika tujuan mereka memang membunuh bocah itu maka dia pasti sudah mati dan mereka tidak akan susah payah menculiknya.”
Qin Zu mengusap air matanya, meskipun perkataan Yi Fan cukup membuat hatinya tenang tetapi dia masih tetap khawatir pada adiknya. “Kamu bilang mereka tidak akan membunuh adikku dalam waktu dekat, jadi bukannya masih ada kemungkinan untuk adikku dibunuh bukan?”
Yi Fan menggelengkan kepalanya, “Tidak, jika kita menyelamatkannya terlebih dahulu.” Jawab Yi Fan yang sepertinya sudah menyusun rencana dengan matang.
“Bagaimana cara menyelamatkan tuan muda jika kita saja tidak mengetahui keberadaannya?” Tanya Luo Zi yang kebingungan dengan Yi Fan yang terlihat sangat percaya diri.
Yi Fan tersenyum sinis, “Aku memang tidak mengetahui tujuan mereka apa tetapi setidaknya aku mengetahui arah pergerakan mereka kemana,” Yi Fan menoleh ke arah kedua orang itu, “Kita akan bergerak 1 hari tepat setelah hari ini yang artinya kita akan bergerak besok pada malam hari. Hutan ini cukup luas, pastinya mereka harus beberapa kali berhenti untuk beristirahat.”
Qin Zu yang mendengar perkataan Yi Fan membuka matanya, “Kenapa tidak menyelamatkan adikku sekarang? Mengulur waktu seperti rencanamu itu bukannya akan membuat adikku terbunuh?”
Yi Fan menghela nafas kasar, “Aku sudah memperkirakan semua, tidak mungkin bagi kita untuk menyerang dengan kondisi fisik dan mental yang kacau seperti ini.” Yi Fan menatap langit lalu melanjutkan perkataannya. “Mengutamakan emosi dibanding logika tidak akan membuat situasi berpihak pada kalian, realita tidak akan berubah jika kalian bertindak impulsif, jadi diamlah dan percaya saja kepadaku.”
Luo Zi menghampiri Yi Fan, dia tidak suka dengan perkataan Yi Fan yang terdengar sangat kasar, “Yi Fan, perkataanmu terdengar sangat kasar, apa kamu lupa bahwa nona muda masihlah seorang perempuan?”
Yi Fan menatap ke depan acuh tak acuh, dia tidak mempedulikan perasaan seseorang jika itu menyangkut kenyataan. “Perkataanku mungkin menyakiti hati nona dan saya minta maaf akan hal itu, tapi biar kuberi tahu satu hal, waktu adalah pembunuh terbaik, bermain dengan waktu sama saja bermain dengan kematian, tapi di dalam situasi tertentu waktu merupakan jawaban atas segalanya, jika nona memahami maksud perkataan itu maka nona pasti akan mengerti tujuan saya.”
Luo Zi dan Qin Zu tersentak mendengar perkataan Yi Fan, perkataan Yi Fan itu memang bukan sebuah permintaan maaf yang tulus tetapi itu dapat membuat hati seseorang tenang jika memahami artinya.
Qin Zu terpaksa mengikuti rencana Yi Fan karena seperti perkataan Yi Fan bahwa kondisi psikis dirinya masih belum stabil setelah hal-hal buruk yang menimpanya, dia perlu menenangkan diri terlebih dahulu.
__ADS_1