
Sementara itu, di tempat lain...
Kaisar Han dan pasukannya yang tersisa akhirnya sampai di wilayah perbatasan Kekaisaran Han dan Kekaisaran Meng.
Sebelum mereka memasuki wilayah Kekaisaran Meng, mereka dihentikan oleh prajurit penjaga perbatasan untuk melakukan pemeriksaan.
"Berhenti di sana!" Dengan senjata dan perlengkapan yang lengkap, para prajurit menghentikan mereka.
"Siapa kalian dan dari mana asal kalian?" Mereka langsung disuguhkan pertanyaan-pertanyaan.
"Aku Kaisar Han dan yang lainnya adalah orang-orangku. Biarkan aku masuk, aku ingin bertemu dengan Kaisar Meng secepatnya." Kaisar Han menjawab pertanyaan mereka dengan tubuh yang sudah merasa letih karena perjalanan.
Perjalanan mereka menuju ke Kekaisaran Meng berlangsung selama tiga hari. Walaupun begitu, mereka merasa kelelahan karena peperangan sebelumnya terlalu banyak menghabiskan energi mereka.
"Baiklah, kalian boleh masuk. Prajurit kami akan memandu kalian ke Istana segera. Tapi sebelum itu, silahkan kalian beristirahat terlebih dahulu selama satu jam di kamp kami."
Salah satu prajurit penjaga perbatasan kemudian memandu mereka ke kamp pasukan perbatasan mereka. Di sana mereka diberi tempat dan makanan untuk beristirahat.
Melihat kebaikan para prajurit itu, para pasukan Kekaisaran Han mulai mencurigai sesuatu. Mereka berpikir yang tidak-tidak tentang mereka.
"Mengapa mereka melayani kita dengan ramah seperti ini?"
"Apa mungkin mereka akan melakukan sesuatu?"
Namun, Kaisar Han membantah rasa curiga mereka. "Diamlah! Aku yang sudah meminta bantuan pada Kaisar Meng beberapa hari sebelum perang. Kalian tidak usah mencurigai apapun tentang mereka."
Mereka langsung diam seribu bahasa dengan bantahan Kaisar Han. Dan dengan mudahnya mereka berpura-pura seperti tidak terjadi apa-apa.
Dua jam kemudian...
Beberapa prajurit perbatasan Kekaisaran Meng sudah mempersiapkan diri dengan kuda mereka untuk memandu Kaisar Han dan pasukannya menuju ke Istana Kekaisaran Meng.
Kaisar Han dan pasukannya yang telah cukup beristirahat berkumpul dan langsung bergerak setelah prajurit perbatasan memandu mereka.
Tidak lebih dari tiga jam perjalanan, mereka akhirnya sampai di depan Gerbang Istana Kekaisaran Meng.
__ADS_1
Sebuah Istana Kekaisaran yang begitu megah dengan warna dominan emas seperti Istana Kekaisaran Han. Namun, ukuran dan kemewahannya melebihi Istana Kekiasaran Han.
Istana megah ini mungkin membuat siapapun takjub dengan kemegahannya. Pasukan Kekaisaran Han yang melihatnya langsung membuka mulut mereka lebar-lebar karena keterkejutannya.
"Buka gerbangnya!" teriak pemimpin prajurit yang memandu.
Gerbang Besi yang terlihat sangat kokoh dengn tinggi dan lebarnya puluhan kaki di buka secara perlahan oleh prajurit Istana dari dalam.
Setelah berhasil terbuka, pemimpin prajurit yang memandu Kaisar Han dan pasukannya memberikan laporannya pada prajurit Istana.
"Aku membawa orang-orang dari Kekiasaran Han dan juga Kaisar Han itu sendiri. Biarkan mereka masuk, ini perintah dari Yang Mulia Kaisar Meng."
"Baiklah, biarkan mereka masuk. Dan kau bawa prajuritmu kembali ke perbatasan untuk mengawasi pergerakan Ras Iblis." Prajurit istana membiarkan mereka masuk.
"Jika mereka kembali dengan raut wajah seperti itu, kemungkinan besar mereka telah kalah dari Ras Iblis. Berhati-hatilah..." Prajurit Istana mengamati ekspresi wajah orang-orang dari Kekaisaran Han.
"Aku akan berhati-hati."
Prajurit pemandu kemudian kembali dan mengatakan kepada Kaisar Han dan pasukannya agar masuk ke dalam.
"Kalian boleh masuk, tapi jangan sampai membuat keributan atau kalian akan diaggap sebagai musuh!" Prajurit pemandu memberikan peringatan keras pada mereka. Kemudian ia pergi bersama prajurit lainnya kembali ke wilayah perbatasan.
Setibanya di dalam istana, mereka di sambut oleh dayang-dayang istana yang akan memandu mereka ke tempat istirahat mereka.
Sementara itu, setelah masuk ke dalam istana, Kaisar Han langsung ditemui oleh orang penting dari Kekaisaran Meng dengan membawa pesan dari Kaisar Meng.
"Silahkan ikuti aku, Kaisar Meng ingin bertemu dengan Anda."
"Baiklah, silahkan pimpin jalannya."
Mereka berdua kemudian berjalan menuju ke tempat Kaisar Meng berada. Setelah berjalan cukup lama di istana yang begitu luas, mereka akhirnya sampai di kamar Kaisar Meng.
"Silahkan masuk ke dalam, Yang Mulia Kaisar Meng sudah menunggu kedatangan Anda." Orang itu mempersilahkan masuk.
Kaisar Han perlahan membuka pintu kamar. Setelah terbuka, ia langsung masuk ke dalam untuk menemui Kaisar Meng.
__ADS_1
Di dalam kamar Kaisar Meng, telah disiapkan perjamuan kecil untuk menyambut kedatangan Kaisar Han.
"Selamat datang Kaisar Han. Maafkan aku karena hanya menyambutmu dengan perjamuan kecil ini. " Kaisar Meng yang sumedang duduk menunggu menyambut kedatangannya.
"Terima kasih telah menyambutku. Sebenarnya aku tidak terlalu mengharapkan sambutin ini. Aku sudah sangat berterima kasih karena telah membantuku sebelumnya." Kaisar Han merasa tidak enak. Ia kemudian beranjak duduk di tempat perjamuan.
"Tidak perlu merasa seperti itu. Akan tidak sopan jika aku tidak menyambutmu."
"Benar juga. Ngomong-ngomong bagaimana dengan keadaan pengungsi dari wilayahku di Kekaisaran ini?" Kaisar Han yang belum menyantap sedikitpun makanan langsung bertanya.
"Simpan pertanyaanmu untuk nanti. Kita akan menghabiskan makanan di sini terlebih dahulu." Kaisar Meng mulai menikmati makanannya.
Kaisar Han akhirnya menghentikan pertanyaannya dan mulai menikmati makanan yang ada di depannya bersama-sama.
Setelah perjamuan makan selesai, Kaisar Han mulai menanyakan pertanyaan yang sama seperti sebelumnya.
"Bagaimana keadaan pengungsi dari wilayahku di Kekaisaran Meng?"
"Oh mereka sudah cukup beradaptasi dengan tempat ini. Mereka cukup betah tinggal di sini. Ngomong-ngomong, bagaimana dengan hasil peperangannya?" Kini giliran Kaisar Meng yang bertanya.
"Syukurlah kalau mereka betah. Untuk peperangannya, aku kalah telak melawan mereka. Hanya sedikit pasukan yang berhasil selamat dan datang ke sini. Itupun dengan pengorbanan salah satu putraku."
Wajah Kaisar Han menjadi murung saat menjawabnya. Walaupun Han Shu telah membongkar identitasnya, Ia masih belum sepenuhnya percaya.
"Aku turut berduka cita untuk putramu." Kaisar Meng menjadi tidak enak mendengarnya.
"Jadi, sekarang wilayahku yang terancam oleh mereka. Apa kau mengetahui jumlah mereka? Aku ingin mempersiapkan pasukanku lebih matang lagi. Aku tidak ingin kehilangan banyak orang." Kaisar Meng mengajukan pertanyaannya kembali.
Kaisar Meng kemudian beranjak dari tempat duduknya dan berjalan menuju jendela kamarnya. Ia membuka jendela kamarnya secara perlahan dan cahaya matahari langsung menusuk matanya karena silaunya.
"Aku tidak bisa mengira-ngira jumlah pasti mereka. Tapi sedikitnya mungkin sekitar satu juta dan kekuatan mereka tidak bisa diremehkan."
"Apa! Apa kau tidak salah dalam menghitung!" Ekspresi yang sangat terkejut terlihat di wajah Kaisar Meng. Ia kemudian kembali duduk di depan Kaisar Han untuk mendengarnya lebih rinci lagi.
"Ini kenyataannya. Pasukanku hanya berhasil membunuh tidak lebih dari 20% jumlah pasukan mereka. Aku juga cemas dengan masalah ini. Aku telah meminta bantuan ke wilayah dan benua lain, tapi mereka tidak mendengarkannya."
__ADS_1
"Mereka benar-benar keterlaluan! Kalau begitu kau boleh pergi, aku akan memikirkan masalah ini dengan anggota Kekaisaranku. Terima kasih karena telah memberikan informasi ini." Kaisar Meng benar-benar cemas dengan masalah ini.
Kaisar Han yang tidak ingin menambah beban Kaisar Meng memutuskan untuk pergi dari sana.