Kaisar Iblis

Kaisar Iblis
Chapter 77


__ADS_3

"Apa itu?" Han Shu berpura-pura tidak tahu.


"Bukankah ini kertas yang kau berikan? Untuk apa kau meminta ini?" tanya Kaisar Han dengan wajah serius.


"Ya, ayah hanya perlu menyiapkannya untukku." kata Han Shu dengan ekspresi datar. Ia yakin kalau semua yang dibutuhkan tidak terlalu berharga dan Kaisar Han dapat memberikannya dengan mudah.


"Apa kau tahu apa yang kau tulis di sini!?"


"Ya, itu hanya tanaman obat biasa. Ayah sebagai seorang Kaisar pasti bisa menyiapkannya untukku."


"Han Shu, jangan bercanda!" Kaisar Han menaikan nada bicaranya. Ia membentak Han Shu.


"Apa ada yang salah?" batin Han Shu mananyakan alasan kenapa Kaisar Han membentaknya. Namun, Han Shu tidak merasa marah karena bentakannya.


"Tanaman obat ini sangat berharga. Aku tidak bisa menyiapkannya walaupun kau memberiku waktu satu tahun."


"Eehh, kukira itu mudah di cari. Aku masih tidak begitu paham dengan dunia ini," batin Han Shu.


"Kalau ayah tidak bisa, aku akan menyiapkannya sendiri. Di mana aku bisa mendapatkannya?" tanya Han Shu.


"Sebenarnya tanaman obat itu ada di gudang harta Kekaisaran, tapi ada dua tanaman obat yang tidak ada di daftar ini. Untuk apa kau membutuhkan tanaman obat itu?"


"Apa ayah bisa memberikannya? Mana yang lebih penting antara tanaman obat itu dengan kekaisaran? Aku membutuhkannya untuk menjalankan rencanaku."


"Tentu saja kekaisaran. Tapi, aku tidak bisa seenaknya saja memberikannya padamu karena ini bukan milik pribadiku."


"Itu urusan ayah untuk memikirkannya. Aku tidak peduli, bagaimanapun caranya ayah harus bisa mendapatkannya. Apa ayah bisa memberitahuku di mana aku bisa mendapatkan dua tanaman obat lainnya?"


"Itu akan sangat sulit. Seingatku... Satu tanaman obat ada di Keluarga Lin dan yang satunya lagi ada di Keluarga Yang."


"Baiklah, aku akan mendapatkan satu di Keluarga Lin. Ayah bantu aku mendapatkannya dari Keluarga Yang."


"Itu tidak mungkin. Tanaman obat di gudang harta kekaisaran saja belum tentu aku dapatkan, kau malah memintaku mendapatkannya dari Keluarga Yang. Walaupun mungkin bisa dibeli, harganya akan sangat mahal."


"Memangnya berapa?" Han Shu bertanya dengan remeh. Ia kemudian mengeluarkan semua harta miliknya dari Koin Emas, Batu Spiritual, dan banyak lagi yang lainnya.


Semua harta itu memenuhi kamar Kaisar Han. Tentus saja Kaisar Han dibuat terkejut melihat semua itu.


Walaupun tidak bisa dibandingkan dengan harta di gudang harta Kekaisaran yang sangat banyak, namun itu adalah Kekaisaran. Sedangkan, harta yang memenuhi kamarnya adalah milik Han Shu pribadi. Kaisar Han tidak bisa membayangkan dari mana Han Shu bisa mendapatkan semua itu.

__ADS_1


"Dari mana kau mendaptkan semua ini, Han Shu?" tanya Kaisar Han dengan raut wajah terkejut.


Han Shu tidak mempedulikan pertanyaannya, "Kau bisa mengambilnya untuk membeli tanaman obat di Keluarga Yang. Seharusnya ini cukup untuk membelinya."


"Ini sudah lebih dari cukup. Tapi, ayah tidak bisa memastikan kalau Keluarga Yang mau menjualnya padaku."


"Itu urusanmu. Bagaimanapun caranya ayah harus bisa mendapatkannya."


Kemudian Han Shu pergi dari Kamar Kaisar Han dan langsung menuju ke kediaman Keluarga Lin.


"Aahh, sekarang dia sangat mendominasi. Apa yang membuatnya berubah seperti itu." batin Kaisar Han. Ia merasakan perubahan sikap pada diri Han Shu.


.........


Sesampainya di Kediaman Keluarga Lin.


Kediaman Keluarga Lin menjadi sangat ramai dikunjungi banyak orang dibandingkan dengan beberapa bulan yang lalu. Semua itu karena penjualan pil tingkat 5 yang kian meroket. Kas yang masuk meningkat ratusan kali dibandingkan pendapatan sebelumnya.


Keluarga Lin menjadi sangat kaya dari penjualan itu. Walaupun Keluarga Besar lain telah lama menekannnya, kini sudah tidak terasa lagi. Semua tekanannya semakin menghilang.


Karena, Keluarga Lin mendapatkan banyak dukungan dari Keluarga Kecil dan pengusaha yang ingin berbisnis dengannya. Sehingga akan sulit untuk menekannya lagi.


Sudah banyak orang yang mencoba mencuri formula pil itu namun semuanya gagal karena keamanan di Kediaman Lin menjafi sangat ketat.


"Kau boleh masuk!" kata penjaga mempersilahkan.


Han Shu perlahan masuk ke dalam. Ketika masuk ke dalam, Han Shu melihat banyak penjaga yang sedang berpatroli ke setiap sudut tempat di Kediaman Keluarga Lin.


"Aku harap mereka tidak melupakanku." gumam Han Shu.


Kediaman Keluarga Lin dibagi menjadi tiga bagian utama. Bagian depan adalah adalah toko obat yang begitu besar. Sebelumnya, toko obat itu tidak sebesar sekarang, tetapi karena semakin ramainya pembeli, Keluarga Lin membangunnya menjadi lebih besar.


Kemudian bagian tengah adalah aula pelatihan seni beladiri untuk Keluarga Lin dan bagian belakang adalah kediaman utama Keluarga Lin. Sekaligus yang paling besar di antara tempat lainnya. Sedangkan bagian lainnya meliputi taman dan tempat-tempat kecil lainnya.


"Apa kau bisa menunjukkan di mana Pemimpin Keluarga Lin berada? Aku ingin bertemu dengannya." tanya Han Shu kepada salah satu penjaga yang sedang berpatroli.


"Kau bisa pergi menuju Kediaman Utama untuk mencarinya," jawab penjaga.


"Di mana Kediaman Utama Keluarga Lin?"

__ADS_1


"Kau lurus saja ke depan nanti kau akan menemukannya. Tapi, aku tidak yakin kau bisa bertemu dengannya. Dia sangat sulit untuk di temui sekarang."


"Baiklah. Untuk yakin tidaknya aku akan langsung ke sana." Han Shu kemudian berjalan sesuai arah penjaga.


Sesampainya di Kediaman Utama Keluarga Lin, Han Shu disambut oleh penjaga yang begitu banyak. Penjaga di sini lebih banyak dari pada yang ada di luar.


"Berhenti di sana!" Para penjaga menyambut Han Shu dengan mengarahkan senjata mereka ke leher Han Shu.


"Untuk apa kau datang ke sini!?"


"Aku ingin bertemu dengan Pemimpin Keluarga Lin. Apa kalian bisa menyampaikannya?" Han Shu nampak tenang menghadapi mereka.


"Baiklah, kau tunggu di sini. Aku akan menanyakannya. Siapa namamu?" tanya salah seorang penjaga.


"Han Shu."


"Han Shu, baiklah tunggu sebentar."


Penjaga itu kemudian masuk ke dalam untuk menyampaikannya pada Pemimpin Keluarga Lin.


"Lapor tuan, seseorang ingin bertemu dengan Anda. Apa dia diizinkan masuk untuk bertemu dengan Anda?


"Siapa orang itu?"


"Namanya Han Shu, tuanku."


"Han Shu?"


"Tidak, tidak mungkin dia masih hidup. Dia sudah dibunuh oleh Pemimpin Keluarga Besar lain beberapa bulan yang lalu."


"Orang itu pasti berpura-pura menjadi dirinya untuk bertemu denganku," batin Pemimpin Keluarga Lin tidak mempercayainya.


"Katakan saja aku sedang sibuk dan tidak ingin bertemu dengan siapapun," tegasnya.


"Baik, tuanku."


Penjaga itu kemudian pergi untuk menyampaikan pesannya pada Han Shu.


"Apa dia mengizinkannya?" tanya Han Shu melihat penjaga itu kembali.

__ADS_1


"Tuanku sedang tidak ingin bertemu dengan siapapun. Jadi silahkan Anda pergi dari sini." tegas penjaga itu.


"Aku sudah datang baik-baik ke sini, tapi dia malah mengusirku. Apa ini perlakuanmu? Karena datang baik-baik tidak bisa, maka aku akan kasar padamu," batin Han Shu marah.


__ADS_2