
Han Shu mengikuti pelayan menuju ruang kamarnya di lantai dua. Ketika sampai di ruang kamarnya, dia langsung menyuruh pelayan itu pergi karena hendak tidur untuk beristirahat.
"Aku akan langsung tidur, kau kembalilah ke bawah. Kau tidak perlu kesini lagi. Aku akan memanggilmu jika aku perlu sesuatu." Han Shu berkata dengan pelan.
Pelayan menurutinya dan kembali ke lantai bawah, sementara Han Shu mulai naik ke atas ranjang dan berbaring untuk tidur.
Karena penginapan itu berada di pinggir kota, suasananya cukup sunyi. Hanya dalam beberapa saat saja, Han Shu sudah mulai mengantuk dan akhirnya tertidur dengan pulas.
***
Malam Hari.
Han Shu membuka matanya perlahan setelah cukup lama beristirahat. Dia bangun dari ranjangnya dan berdiri untuk merenggangkan otot-ototnya.
Han Shu berjalan menuju jendela kamar setelah cukup lama meregangkan ototnya. Dia melihat keluar untuk memeriksa keadaan sekitar. Hari sudah cukup gelap, tetapi tidak terlalu gelap karena cahaya bulan purnama menyinari seluruh kota.
Han Shu memandang ke arah bulan purnama yang begitu indah sembari memikirkan tentang kehidupannya di masa lalu.
Apa kehidupan hanya seperti ini saja?
Sebenarnya, apa aku sudah merasa senang dengan hidup seperti ini?
Apa yang membuatku melakukan semua ini?
Ah benar Keluarga. Apa aku memiliki Keluarga?
Aku tidak begitu mengingatnya dengan jelas.
Tapi sepertinya aku memilikinya.
Lalu apa yang terjadi dengan Keluargaku?
Dimana Keluargaku?
Mengapa aku bisa melupakannya?
Mengapa mereka tidak mencariku?
Apakah memiliki keluarga itu penting?
Yang masih aku ingat dengan jelas hingga saat ini hanyalah perbuatan bersenang-senangku saja selama ini.
Dan juga siksaan-siksaan kejam yang aku dapat ketika berlatih dengan seorang guru yang sangat kejam selama puluhan tahun.
Tidak, itu bukan disebut dengan berlatih. Aku hanya dijadikan kelinci percobaan olehnya untuk kepentingannya sendiri.
Tetapi pada akhirnya aku juga yang berhasil membunuhnya dengan tanganku sendiri.
__ADS_1
Sejak lepas dari orang itu, aku mulau menjalani hidupku dengan kemauanku sendiri.
Aku masih memiliki banyak pertanyaan yang ingin aku tahu jawabannya, tapi sebaiknya aku membuang semua pertanyaan itu.
Jika aku berubah setelah semua ini, semuanya yang kulakukan akan menjadi sia-sia.
Han Shu memikirkan dengan cukup lama hingga tenggelam di dalam pikirannya tanpa memperhatikan keadaan sekitar. Tiba-tiba seseorang dari belakang menusuk tubuhnya hingga dia terjatuh dan tidak sadarkan diri.
Dalam penglihatan yang buram, Han Shu melihat seseorang dengan menggunakan jubah berwarna hitam yang menarik kakinya dan akhirnya sepenuhnya pingsan.
Sepertinya aku terlalu naif.
Atau sebenarnya aku kurang bersenang-senang?
Hingga masa lalu saja aku masih memikirkannya di kehidupanku saat ini...
Sepertinya benar, aku kurang bersenang-senang.
Kalau begitu...
***
Di Suatu Tempat.
Han Shu perlahan membuka matanya. Dia melihat keadaan dirinya dengan pakaian yang lusuh dalam keadaan terikat rantai di kedua tangan dan kakinya.
"Ini penjara bawah tanah."
"Rantai seperti ini tidak cukup untuk mengikatku!"
Han Shu mencoba melepaskan diri dari rantai yang mengikatnya. Setelah mencoba beberapa saat rantai itu akhirnya hancur.
"Semua barangku di ambil oleh mereka, aku harus mendapatkannya kembali!"
Ketika Han Shu ingin keluar dari sel penjara, dia mengetahui kalau di sel penjaranya ada sebuah formasi yang menghalanginya.
Tetapi Han Shu tidak peduli dengan formasi itu dan langsung menghancurkannya, "Formasi seperti ini tidak akan bisa menghalangiku!"
Formasi itu hancur karena pukulan pelan dari Han Shu. Para penjaga langsung memeriksa penjara setelah mengetahui kalau seseorang keluar dari sel karena formasinya hancur.
Setelah menghancurkan formasinya, Han Shu kemudian menghancurkan sel penjara dengan pukulannya dan membuat kebisingan. Dia berjalan dengan santai menuju jalan keluar penjara bawah tanah sembari merenggangkan otot-ototnya yang kaku.
"Semut siapa yang berani mengurungku di sini? Aku akan menghancurkanmu!"
Lusinan penjaga akhirnya datang dan berusaha menghentikan Han Shu, "Berhenti kau! Beraninya mencoba kabur! Kembali ke selmu!" Salah satu prajurit memperingati Han Shu dengan keras. Para penjaga mengarahkan senjatanya pada Han Shu.
Tetapi Han Shu tidak mempedulikannya, dia langsung melesat dengan cepat dan membunuh para penjaga itu. Dia menyisakan satu penjaga untuk diinterogasi.
__ADS_1
"Bagaimana cara keluar dari sini!" Han Shu bertanya pada penjaga dengan wajah yang menyeramkan. Dia mencekik penjaga itu dan mengangkatnya ke atas.
Penjaga berusaha menjawab pertanyaan itu tetapi tidak bisa karena Han Shu mencekiknya dengan keras.
Karena tidak mendapat jawaban darinya Han Shu langsung mencekik leher penjaga dengan keras hingga terputus.
Darahnya kini mengotori tubuh dan pakaian lusuh Han Shu.
"Darah menjijikan!" Han Shu mengalap darah itu dengan menyobek pakaian penjaga. Dia melepas salah satu pakaian penjaga dan memakainya untuk dirinya sendiri.
"Penjaga itu datang dari sana, seperti itu arah jalan keluarnya." Han Shu memutuskan.
Han Shu beranjak pergi dari tempatnya berdiri tetapi tiba-tiba seseorang dari sel penjara lain memanggilnya.
"Hey kau! Bantu aku keluar dari sini!"
Itu adalah suara wanita yang terdengar putus asa. Han Shu mencari sumber suara itu dari berbagai sel dan akhirnya menemukannya.
Seorang wanita yang dingin dengan pakaian yang lusuh sedang duduk dengan bersandar pada tembok penjara. Di tubuhnya banyak sekali bekas luka sayatan yang terlihat sangat jelas walau di kegelapan.
Wanita itu menatap Han Shu dari dalam sel dan kembali meminta bantuan padanya untuk dikeluarkan dari sel, "Bantu aku keluar dari sini!" Tatapannya begitu gelap, segelap tempatnya berada saat ini.
"Untuk apa aku membebaskanmu? Aku tidak mendapat keuntungan untuk itu." Han Shu menjawabnya dengan senyuman tipis.
"Aku akan mengikutimu seumur hidupku." Wanita itu kembali menjawab dengan tatapan yang gelap.
Wanita itu terlihat sudah bertahun-tahun di penjara itu. Tubuhnya juga sangat kurus. Tetapi bagaimana cara dia hidup hingga saat ini di tempat seperti ini?"
Pertanyaan itu tiba-tiba muncul dalam benak Han Shu. Tetapi dia tidak menanyakannya. Dia kemudian berkata, "Mengikutiku? Setelah aku pikir, tidak ada keuntungan yang aku dapat jika kau mengikutiku." Han Shu kini berkata dengan dingin.
"Lalu, apa yang harus aku lakukan agar kau membebaskanku dari sini?" Wanita itu terus bernegosiasi dengan Han Shu.
"Apa kau bisa membunuh?" Han Shu bertanya dengan senyuman jahatnya.
"Aku bisa melakukannya."
Saat wanita itu menjawab, Han Shu langsung menghancurkan sel dan formasinya sekaligus.
Wanita itu segera berdiri dan keluar dari sel penjara. Perlahan wajah wanita itu mulai terlihat karena cahaya dari obor di dekatnya.
Wajahnya cukup menawan jika dibandingkan dengan wanita yang pernah dilihat oleh Han Shu di dunia fana.
Tetapi dia tidak memiliki ekspresi apapun di wajahnya. Setelah keluar, dia langsung membungkuk dan berterima kasih pada Han Shu.
"Terima kasih telah membebaskanku, mulai saat ini aku adalah milikkmu." Wanita itu berkata dengan dingin.
"Siapa namamu?"
__ADS_1
"Yueyin."