Kaisar Iblis

Kaisar Iblis
Chapter 88 Kematian tidak bisa Dihindari Lagi.


__ADS_3

"Tidak, tidak mungkin! Anda pasti berbohong! Tuanku tidak mungkin akan mati, karena dia sangat kuat." Yueyin menggelengkan kepalanya. Ia tidak bisa mempercayai perkataan dari klon Han Shu.


"Dia memang kuat, tapi untuk kali ini dia harus mengorbankan dirinya untuk memenangkan peperangan. Jika dia mati, aku juga akan menghilang." Klon Han Shu merasa kesal karena Yueyin terlalu cerewet.


"Tidak mungkin! Tuanku pernah bilang padaku kalau dia akan mundur jika dia tidak yakin bisa menang." Yueyin masih tidak bisa mempercayainya.


"Heh, kau ini bodoh sekali. Apa kau pikir semua perkataan yang keluar dari mulutnya adalah kebenaran? Tentu saja tidak, kau sangat bodoh jika mempercayainya begitu saja." Klon Han Shu sedikit mencacinya. Ia ingin sedikit mempermainkannya.


Namun tak disangka, Yueyin membalasnya dengan sindiran, "Aku memang bodoh, tapi orang yang menganggap orang lain bodoh bisa jadi orang itu lebih bodoh dari orang yang ia anggap bodoh."


Mendengar sindirian itu, Klon Han Shu menjadi sedikit mempercayainya, entah itu kepercayaan apa.


"Hmmm, kau lumayan juga. Baiklah, aku akan memberitahumu satu hal. Kematian Han Shu memang tidak bisa dihindari lagi jika dia menggunakan pil ini. Namun, ia masih bisa diselamatkan oleh keberuntungannya." Klon Han Shu menjelaskan sembari menunjukkan Pil yang diberikan Han Shu.


"Keberuntungan... Itu bukanlah hal yang pasti. Hanya mengandalkan keberuntungan, persentase kemungkinannya tidak akan sampai 1%. Tolong hentikan tuanku menggunakan pil itu." Yueyin memohon padanya dengan tatapan yang membuatnya sedikit goyah.


Tetapi, Klon Han Shu berpura-pura tidak menghiraukan permohonan Yueyin. Ia kemudian memberikan pertanyaan padanya.


"Kau lebih memilih kematian Han Shu atau kematian banyak orang?"


Yueyin tersentak dengan pertanyaan itu, walaupun pertanyaan itu sangat mudah dijawab orang lain. Jika ia harus memilih, ia akan memilih kematian satu orang. Tetapi, ia lebih menginginkan tidak ada satupun orang yang harus mati.


"Aku ingin semuanya selamat, tidak terkecuali denganku tuanku."


"Sayangnya tidak ada pilihan seperti itu. Kau harus memilih diantara dua pilihan itu."


"Aku..." Tidak ada pilihan yang dipikir tepat bagi Yueyin. Ia bingung menjawabnya.


"Lupakan saja pertanyaanku tadi. Aku tidak mengerti mengapa dia menerimamu ikut bersamanya. Tapi, sepertinya kau memiliki sesuatu yang membuatnya tertarik." Klon Han Shu mengamati Yueyin dengan teliti.


Tentu saja Yueyin tidak mengerti maksud perkataannya namun ia tidak ingin menanyakannya.

__ADS_1


"Aku ingin minta tolong sesuatu padamu, apa kau bisa melakukannya?" tanya Klon Han Shu.


"Ya, aku bisa." Yueyin langsung membalasnya.


Klon Han Shu kemudian memberitahu permintaan pertolongnya dengan nada yang rendah.


"Jika terjadi sesuatu pada Han Shu, hidup maupun mati bawa tubuhnya pergi dari sini ke tempat yang sepi. Jangan sampai ada orang-orang dari Keluarga Besar maupun sekte yang menemukannya."


Yueyin mendengarkannya dengan serius.


"Aku akan melakukannya. Tapi, mengapa aku harus melakukan itu?" Yueyin menyetujuinya, namun ia ingin mengetahui alasannya.


"Besar kemungkinan, ada orang yang sedang mengincarnya. Kekuatan orang itu hampir sama dengan Raja Iblis. Tidak, sepertinya dia lebih kuat dari Raja Iblis. Maka dari itu, kau harus berhati-hati."


Setelah mengatakan itu, Klon Han Shu pergi meninggalkan Yueyin dengan meninggalkan sebuah jimat teleportasi padanga. Ia melesat ke tempat peperangan dan bergabung dengan pertarungan Han Shu.


"Aku sudah menyampaikannya. Sekarang aku sedang menuju ke tempatmu."


"Terima kasih kerena sudah menyampaikannya. Cepatlah datang."


Sementara itu, saat ini Han Shu sedang menikmati pertarungannya melawan pasukan Ras Iblis dengan menggunakan Pedang Suci. Ia terus menyeringai sejak melawan mereka.


Darah dari Ras Iblis mengotori tubuh dan pakaiannya. Ribuan, mungkin puluhan ribu pasukan Ras Iblis berhasil ia bunuh dengan tangannya sendiri.


Pil yang melayang di telapak tangannya yang semula berwarna putih bening, kini semakin menghitam. Namun, hal itu masih belum cukup.


Han Shu harus terus membunuh pasukan Ras Iblis agar pilnya menyerap energi kegelapan Ras Iblis dan warnanya berubah menjadi hitam pekat.


"Untung saja Jenderal Iblis dan Raja Iblis masih belum bergerak. Kalau mereka sudah mulai bergerak, aku akan kesulitan. Kekuatanku saat ini belum cekup untuk melawan mereka bersamaan. Aku harus menyempurnakan pilnya secepat mungkin," batin Han Shu.


Hingga tibalah Klon Han Shu yang melesat dengan cepat dan langsung menghantam pasukan Ras Iblis. Walaupun hanya sebuah Klon, ia masih memiliki setengah dari kekuatan asli Han Shu, begitu juga dengan Han Shu yang saat ini kekuatannya terbagi.

__ADS_1


"Maaf, kau sudah menunggu lama. Dia wanita yang sulit untuk dihentikan, dia sangat cerewet," kata Klon Han Shu datar.


"Tidak apa-apa, nikmati saja pertarungannya." Han Shu meresponnya dengan seringai yang masih nampak pada wajahnya.


"Bajingan gila! Kau benar-benar maniak bertarung." Klon Han Shu berubah dingin pada Han Shu.


"Bukankah kau juga begitu?" Dengan masih bertarung, Han Shu menjawabnya.


"Ya, aku menyukainya." Klon Han Shu juga langsung menikmati pertarungannya. Namun, wajahnya tetap datar. Senyuman tidak bisa nampak di wajahnya. Sejak dulu, ia tidak pernah tersenyum satu kalipun.


Semakin lama jalannya peperangan, pasukan manusia semakin banyak yang gugur. Mereka juga sudah kehabisan pil pemulihan dan penguat tubuh.


Beberapa pasukan yang takut mati sudah kabur meninggalkan peperangan. Namun, yang lainnya tetap berani berperang walaupun tidak cukup memberi perlawanan.


Jumlah pasukan manusia sudah berkurang hingga setengahnya. Semuanya sudah kelelahan. Senjata yang mereka pegang semakin terasa berat.


Keringat dan darah sudah membasahi tubuh dan pakaian mereka. Rasa sakit, dahaga terus menerus mereka rasakan.


Penglihatan mereka semakin kabur karena rasa lelah sudah memenuhi seluruh tubuh mereka. Tidak ada lagi tenaga yang bisa mereka keluarkan untuk melawan.


Sementara itu, Kaisar Han, Pemimpin dan panatua Keluarga Besar dan para panatua sekte masih dalam kondisi yang baik. Mereka sudah membunuh total puluhan ribu pasukan Ras Iblis dengan tangan mereka sendiri.


Namun, mereka harus menghemat energi mereka karena Jenderal Iblis dan Raja Iblis akan bergerak sewaktu-waktu. Jika mereka sudah terlanjur kehilangan semua energi mereka, mereka akan mati dengan mudah saat melawan mereka.


Semntara, Kaisar Han semakin lama semakin cemas dengan pasukannya yang hanya tersisa setengahnya dan semuanya terlihat kelelahan.


Kaisar Han yang tidak sengaja melihat Han Shu di tengah-tengah pasukan Ras Iblis langsung mendekatinya.


"Han Shu, kapan kau akan memulai rencananya?" Kaisar Han masih belum melihat wajah Han Shu.


Setelah Han Shu membalikan wajahnya, Kaisar Han langsung tercengang dengan ekspresi.

__ADS_1


"Apa kau benar-benar Han Shu, putraku?" Ini pertama kalinya ia melihat ekspresi Han Shu yang seperti itu. Jika dilihat orang lain, mereka mungkin akan ketakutan.


"Ayah, mengapa kau datang kemari?" Han Shu sedikit terkejut dengan kedatangannya yang tidak bisa ia rasakan. Ia terlalu fokus dalam pertarungannya.


__ADS_2