
Di Kediaman Keluarga Lin.
Rombongan dari Keluarga Lin telah sampai di kediamannya. Saat perjalanan, Lin Yun terus merasa khawatir dengan keadaan Han Shu.
Lin Yun kemudian memutuskan pergi menuju penginapan yang ditempati oleh Han Shu.
"Ayah, Kakek. Aku akan pergi sebentar, tidak perlu mencariku."
"Apa Yun'er ingin mencari pemuda itu? Dia pasti sudah mati! Yun'er tidak perlu mencarinya!" ujar Kepala Keluarga.
"Tidak, aku hanya ingin pergi ke Penginapan Bunga Mawar untuk makan. Makanan di dana sangat enak." Lin Yun langsung berlari meninggalkan mereka.
Kepala Keluarga Lin ingin menghentikan Lin Yun pergi, tetapi Lin Feng tidak membiarkan anaknya menghentikannya.
"Tunggu, kau tidak perlu menghentikannya. Biarkan dia pergi. Dia pasti baik-baik saja. Untuk sekarang kau harus menyelesaikan permasalahan keluarga dengan cepat kemudian meminta maaf pada putrimu atas semua perlakuanmu sampai saat ini."
"Tapi..."
Lin Feng menggelengkan kepalanya untuk memberi tanda agar tidak perlu membicarakan ini lagi.
***
Di Ruang Kamar Penginapan Bunga Mawar.
Seseorang memanggil pelayan dan memintanya untuk membawakan makanan dari bar di lantai bawah.
Setelah makanan selesai di siapkan, orang itu mulai menyantapnya dengan lahap. Beberapa saat setelah dia menyantap makanannya, tiba-tiba seseorang masuk dari jendela ruang kamar. Dia adalah kultivator kuat yang membeli Pil Pemurnian tingkat 5 di Pelelangan sebelumnya.
"Kau datang ke sini, kah? Untuk apa kau menemuiku? Apa kau ingin bertanya tentang cara meningkatkan kultivasimu?" Kultivator kuat itu langsung disambut dengan pertanyaan.
"Aku tidak menyangka kau begitu misterius. Sebenarnya teknik beladiri apa yang kau gunakan tadi? Kau mengelabui mereka, bahkan membunuh puluhan pengawal di ranah Golden Core tanpa usaha apapun." Kultivator kuat itu sangat penasaran.
"Jadi kau mengamatiku? Aku hanya bertanya, mengapa kau menemuiku? Aku tidak akan menjawab pertanyaanmu sebelum kau menjawabnya."
"Aku hanya ingin mengobrol denganmu sebentar. Bukankah namamu Han Shu? Aku sedikit mendengarnya ketika seseorang memanggilmu begitu."
"Ya, kau bisa memanggilku begitu. Bergabunglah bersamaku di sini. Makanan di sini masih sangat banyak."
"Baiklah, aku tidak akan sungkan-sungkan."
Dia kemudian ikut bergabung dengan Han Shu menyantap makanannya.
"Jadi, teknik beladiri apa yang kau gunakan tadi?"
"Kau bisa menyebutnya sebagai Teknik Pembagian Tubuh dan Jiwa. Aku membagi tubuh dan jiwaku menjadi dua. Yang satu dia sedang bertarung dengan mereka dan yang satu lagi ada di depanmu."
"Hee, kapan kau menggunakan teknik ini? Saat aku mengawasimu aku tidak melihatmu menggunakan Energi apapun." Dia sangat terkejut mendengarnya.
"Bukankah sebelumnya di rumah lelang aku memasuki sebuah ruangan? Setelah masuk ke dalam, aku menggunakan sebuah formasi agar orang lain tidak bisa mengawasiku. Selama 5 menit itu aku menggunakan teknik beladiri ini."
"Apa teknik itu memiliki resiko yang besar? Seharusnya itu bisa membuatmu kehilangan kekuatanmu, bukan?"
"Teknik ini hanya akan mengurangi dua tahap kultivasiku jika salah satu tubuhku mati. Saat aku menggunakan teknik beladiri ini, kekuatanku akan dibagi menjadi dua." Han Shu menjelaskannya.
__ADS_1
"Bagaimana jika kau menggunakan seluruh kekuatanmu untuk melawan mereka sekarang?" Kultivator bertanya dengan pertanyaan yang mengejutkan.
"Aku tidak begitu yakin bisa membunuh mereka semua. Tapi aku masih bisa membunuh beberapa Kepala Keluarga Besar yang tingkat kultivasinya berada di ranah Soul Formation."
"Bagaimana mungkin?! Apa itu bukan sekedar bualanmu saja?"
"Yah, aku mengatakan yang sebenarnya. Tapi aku akan benar-benar mati dengan itu. Mereka pasti memiliki banyak kartu as di lengan baju mereka."
"Untuk melawan kultivator yang lebih kuat dibutuhkan informasi tentangnya sebanyak mungkin. Kalau tidak, itu hanyalah mencari kematian," lanjut Han Shu.
"Ya, memang benar. Jadi alasanmu memprovokasi mereka hanya untuk sedikit mencari informasi mereka saja?"
"Begitulah. Lagian tidak menyenangkan juga jika aku langsung membunuh mereka semua. Cerita ini tidak akan menarik sama sekali."
Mereka mengobrol dengan asiknya sembari menyantap makanan yang ada. Tanpa sadar, makanan di meja akhirnya habis dimakan mereka semua.
"Aahh, ternyata makananny sudah habis. Apa kau mau minum bersamaku? Aku memiliki arak yang terlihat cukup kuat." Han Shu mengajaknya minum bersama sembari mengeluarkan arak yang didapatnya dari lelang dari dalam cincin penyimpanan.
"Ini arak yang kau dapat tadi. Mungkin aku mau mencobanya."
Han Shu menuangkan arak ke masing-masing gelasnya. Kemudian mereka langsung meminumnya.
GLUK! GLUK! GLUK!
"Aahh... Ini baru yang namanya arak. Walaupun tidak terlalu kuat tapi aku bisa merasakan sensasinya," ujar Han Shu menikmatinya.
Sementara, kultivator kuat itu langsung mabuk ketika meminum arak itu.
"Arraakkk innii eennaakk seekkkali! Aaakkuu meenginginkannya lagi!"
"Aahh, lagi. Akkuu menninginkannyaa lagii!"
"Tidak itu sudah cukup, kau sudah sangat mabuk. Sekarang kau tidurlah di sini, aku akan membayar makanannya terlebih dahulu."
"..."
"Hmmp, tubuhku yang satu sudah mati. Yah, karena aku tidak terlalu serius untuk melawan mereka. Kekuatan mereka lumayan kuat. Aku harus mempersiapkannya sejak hari ini. Aku pasti akan bertemu dengan mereka kembali. Tapi dengan semua kekuatanku." Han Shu menyeringai.
Han Shu kembali memanggil pelayan penginapan dan memintanya untuk membereskan makanan yang telah dihabiskannya.
Setelah semua selesai dibereskan, Han Shu membayar semua makanan pada pelayan itu.
"Berapa harga makanan semuanya?"
"100 Koin Emas."
"Hmmp, ini. Sisanya untukmu, ada 110 Koin Emas di dalamnya."
Han Shu mengambil kantong kecil berisi emas dan memberikannya pada pelayan.
"Terima kasih, tuan." Pelayan langsung pergi.
"Sekarang, apa yang akan kulakukan?" Han Shu memikirkan hal yang selanjutnya akan dia lakukan.
__ADS_1
"Mungkin sebaiknya aku kembalikan kultivasiku ke ranah Pembangunan Pondasi, karena tubuhku yang satu sudah mati, kutivasiku turun dua tahap."
Han Shu kemudian duduk bersila di atas ranjangnya untuk memulai kultivasinya.
***
Setelah Lin Yun sampai di depan penginapan, dia langsung memasukinya. Dia memesan makanan pada bar di lantai pertama.
"Apa dia baik-baik saja... Aku akan menunggunya di sini sampai dia kembali. Aku harap dia baik-baik saja." Lin Yun merasa khawatir.
"Tunggu, tidak tidak. Mengapa aku harus mengkhawatirkannya? Dia laki-laki yang buruk, sombong, dan perkataannya sangat tajam, dia juga sangat arogan."
"Tapi, dia telah menolong Kakekku dan aku sendiri pernah ditolong olehnya juga. Apa aku harus mencarinya saja?"
Setelah menunggu cukup lama akhirnya pelayan datang membawa semua makanan pesanan Lin Yun.
"Silahkan dinikmati hidangan kami..."
"Terima kasih."
Lin Yun langsung menyantap makanannya dengan sangat lahap sembari memikirkan keadaan Han Shu.
Setelah semua makanannya dihabiskan, dia memutuskan untuk menunggu kedatangan Han Shu.
***
Hingga Malam Hari pun tiba.
Lin Yun menjadi lebih khawatir karena Han Shu belum kembali ke penginapan juga.
"Mengapa dia belum kembali? Apa dia benar-benar..."
"Apa yang kupikirkan, dia itu sangat kuat. Dia pasti akan kembali!"
"Apa aku harus ke kamarnya? Mungkin dia sudah kembali ke penginapan tanpa aku sadari."
Lin Yun akhirnya memutuskan untuk pergi ke ruang kamar penginapan Han Shu untuk mencarinya.
Setelah sampai di depan ruang kamar penginapan Han Shu, Lin Yun segera masuk ke dalam.
Betapa terkejutnya Lin Yun melihat seseorang tertidur di meja makan. Dia langsung menghampirinya. Dia masih belum menyadari kalau Han Shu ada di atas ranjang.
"Hey, siapa kau? Mengapa kau ada di ruang kamar penginapan temanku?" Lin Yun berusaha membangunkannya.
"Hey, bangun!"
Akhirnya kultivator kuat itu bangun.
"Hwaaahh... Mengapa aku tertidur di sini? Dan juga siapa kau?" Kultivator kuat itu menguap karena masih merasa mengantuk.
"Aku teman pemilik ruang kamar ini. Aku tanya siapa kau? Mengapa kau ada di ruang kamar ini?" Lin Yun bertanya dengan waspada.
"Aku? Bisa dibilang teman baru Han Shu. Bukankah begitu, Han Shu?" Kultivator kuat bertanya pada Han Shu yang sedang berkultivasi di atas ranjang.
__ADS_1
"Yah, begitulah." Han Shu beranjak turun dari atas ranjang menuju ke tempat mereka.
#Ruang kamarnya bisa kalian bayangkan sendiri yang dari pintu masuk tidak terlihat ranjangnya.