
Setelah sampai, nampak sekelompok orang tengah saling membunuh satu sama lain yang entah apa masalahnya. Tanpa pikir panjang Yi Fan langsung menebas kepala orang yang pertama dilihatnya lalu melanjutkan serangannya tanpa pandang bulu. Hal ini bukan tanpa alasan, sebab orang-orang itu memiliki ciri-ciri yang hampir sama dengan orang yang dia bunuh kemarin yaitu sama-sama berupa jelek.
Karena sedang sibuk dengan masing-masing lawan, kehadiran Yi Fan sama sekali tidak mereka ketahui hingga suara teriakan menyadarkan mereka.
Yi Fan dengan santainya mencekik leher seseorang hingga tubuhnya terangkat. Orang itu meronta-ronta berusaha melepaskan diri dari cengkraman tangan Yi Fan, tapi semua usahanya sia-sia sebab cengkraman di lehernya malah kian bertambah kuat hingga membuatnya kesulitan bernafas.
Mata pria itu melirik ke arah kawannya sambil berkaca-kaca, “To-tolong aku….”
Yi Fan hanya melirik sekilas yang membuat mereka mematung ketakutan. Si Kaisar Iblis itu malah memperkuat cengkraman tangannya hingga mata orang itu berwarna putih, "Matilah...."
Krekk... Yi Fan mematahkan leher orang tersebut seperti sebuah ranting. Tidak ingin bernasib sama dengan kawannya, akhirnya salah satu orang memberanikan diri untuk bertanya.
Dengan mental yang sudah amburadul dia melangkah pelan mendekati Yi Fan, “Maaf, tuan ini siapa? dan ada keperluan apa tuan di sini?” Walaupun takut dia berusaha untuk mengeluarkan suaranya dengan baik meskipun terbata-bata, senyuman penuh paksaan pun dia tunjukan agar tidak menyinggung pemuda di depannya.
Yi Fan mengibaskan pedangnya untuk menghilangkan darah yang menempel lalu memasukannya ke dalam sarung pedang. Yi Fan memasang wajah bingung sebab kulit wajah orang di depannya seperti mayat hidup, saat matanya melirik ke bawah ternyata celana orang tersebut basah kuyup.
“Aku tidak akan basa-basi, jika tidak ingin mati cepat katakan dimana keberadaan bocah dari Keluarga Qin yang kalian culik sekarang!”
Mereka saling menoleh sama lain, mereka terlihat kebingungan mengenai bagaimana Yi Fan bisa mengetahui fakta jika mereka ada kaitannya dengan penculikan tuan muda Keluarga Qin.
"Em... itu... kami..."
Melihat ekspresi keraguan orang-orang tersebut membuatnya mendapat kesimpulan jika orang-orang itu memilih bungkam mungkin karena kekuatan dalang di belakang penculikan tuan mudanya.
“Hei! akan kubungkam mulut kalian selamanya jika kalian tidak memberiku jawaban.”
Ucapan Yi Fan yang penuh penekanan membuat mereka semua menelan ludah. Mereka tentu tidak ingin mati, tapi di sisi lain mereka juga tidak akan selamat jika berani membocorkan keberadaan bocah yang telah mereka culik.
Yi Fan yang masih tidak mendapat jawaban akhirnya bertindak, dia menarik gagangnya dan tiba-tiba saat orang di depannya terbelah menjadi dua bagian secara vertikal. Tentu saja tindakannya itu membuat mereka semua merinding ketakutan bukan main.
“Ma-master pedang!”
Salah satu orang mengucapkan sebuah kalimat yang membuat mereka semua serentak menjatuhkan senjata mereka sambil berlutut dan menundukan kepala mereka penuh hormat, mereka tidak menyangka jika pemuda yang terlihat masih bau kencur ternyata merupakan seorang master pedang.
Pantas saja mereka tadi tidak melihat bagaimana atau kapan tepatnya pemuda itu memotong tubuh kawan mereka menjadi dua bagian, bahkan mereka sama sekali tidak melihat adanya pergerakan.
Yi Fan menyarungkan pedangnya, “Hei, aku membutuhkan jawaban, bukan sebuah penghormatan…” Yi Fan menghela nafas kecil lalu menggelengkan kepalanya pelan, “Orang yang menjawab pertanyaanku akan kubiarkan hidup, sedangkan sisanya akan kubunuh.”
Mendengar hal itu sontak membuat mereka semua berebutan mengajukan diri.
“Aku-aku tuan!”
“Aku tahu dimana bocah itu!”
“Mereka semua bohong tuan! Akulah yang mengetahui keberadaan bocah itu!”
Salah satu dari mereka menyerobot maju lalu bersujud di depan Yi Fan, dia merupakan seorang pemuda yang dilihat sekilas saja orang akan mengerti jika dia merupakan orang lemah, “Aku mengetahui dimana dan siapa orang yang menculik bocah itu tuan, to-tolong pilihlah aku tuan!”
Tangan Yi Fan menggenggam gagang pedangnya lalu mengalirkan Qi miliknya. Melihat Yi Fan yang tengah memegang gagang pedangnya membuat mereka semua berlari tak tentu arah untuk menyelamatkan diri.
Yi Fan memasang wajah acuh tak acuh dan masih fokus mengalirkan Qi ke pedangnya, dia terlihat tidak ada rencana untuk mencoba mengejar orang-orang yang sedang melarikan diri tersebut.
Beberapa kali terdengar suara retakan yang berasal dari pedangnya, tapi Yi Fan masih tetap mengalirkan Qi miliknya hingga sarung pedangnya hancur. Setelah merasa sudah cukup, dia langsung menebaskan pedangnya secara horizontal di udara.
__ADS_1
Qi yang terlepas dari tebasan sederhana itu sangat kuat dan cepat. Dalam waktu bersamaan semua tubuh orang yang melarikan diri tersebut terbelah menjadi dua bagian diikuti oleh pohon-pohon di sekitar tempat itu yang juga ikut terbelah.
Suara serangan itu membuat burung-burung beterbangan di udara.
Yi Fan memandang tangannya yang terlihat bergetar setelah melepaskan serangan, “Mati rasa….” Tatapannya mengarah ke pedangnya yang terlihat banyak sekali retakan, “Sepertinya aku tidak membutuhkan ini lagi,” Dia membuang pedang yang sudah tak layak pakai itu lalu memungut salah satu pedang di bawah yang tinggalkan oleh orang-orang tadi.
Qiu Yu terbang perlahan-lahan turun lalu hinggap di pundak Yi Fan. Yi Fan menatap Qiu Yu dengan tajam, dia cukup keheranan dengan kekuatan Qiu Yu, sebab burung itu seolah-olah sudah terbiasa dengan aura pembunuh.
"Aura pembunuhku masih meluap-luap, tapi burung ini. Sungguh burung aneh.’"
Yi Fan mendekati pemuda tadi yang ternyata saat ini tengah memandang ke arahnya dengan horror, dia menutup matanya saat melihat Yi Fan mengulurkan tangan ke arahnya. Si Kasar Iblis itu menarik kerah baju pemuda tersebut dan memaksanya untuk berdiri tanpa mempedulikan koondisi mentalnya.
“Tidak usah cengeng dan cepat tunjukan jalannya atau aku akan membunuhmu! dan juga…” Yi Fan melemparkan pedangnya kepada pemuda tersebut, “bawakan pedang itu.”
Pemuda itu mengangguk patuh tanpa bersuara. Dengan kaki lemas, dia berjalan menuntun Yi Fan menuju ke tempat bocah yang mereka culik sebelumnya.
Di dalam perjalanan Yi Fan tak henti-hentinya memandangi Qiu Yu yang sedang bertengger di pundaknya. Entah karena kesal atau apa, Qiu Yu tiba-tiba saja mematuk wajah Yi Fan.
Yi Fan mengelus pipinya yang terlihat berwarna merah akibat patukan dari Qiu Yu, “Ternyata burung perkutut kecil ini sudah bosan hidup ya?" Gumam Yi Fan yang matanya mulai melirik tidak sedap ke arah Qiu Yu.
Saat Qiu Yu hendak lari, dengan cepat tangan Yi Fan bergerak mencekik lehernya, “Sepertinya aku sudah menemukan menu makan malam nanti.”
Qiu Yu meronta-ronta tetapi saat melihat ekspresi wajah Yi Fan yang terlihat seperti akan memakannya membuatnya pingsan seketika. Yi Fan memasang ekspresi bingung, siapa sangka jika burung gagak dengan kekuatan jiwa yang sangat kuat bisa pingsan hanya karena candaan belaka.
“Apa karena wajahku ini ya?” Yi Fan membayangkan wajahnya lalu memasang wajah jijik ketika imajinasinya menjadi liar, “Sial, aku belum melihat wajah tubuh ini, semoga saja tampangnya tidak seperti yang kupikirkan…”
Yi Fan membawa Qiu Yu dengan tangan kirinya sebab tangan kanannya sendiri masih mati rasa, bahkan masih belum berhenti bergetar sejak tadi. Beberapa kali dia menggerak-gerakan tangan kanannya yang malah membuat tangannya semakin bergetar hebat.
“Teknik pedang terlemahku saja sudah sangat membebani tanganku,” Gumamnya sambil menghela nafas, “Sepertinya aku harus menahan diri untuk sementara waktu.”
Namun, siapapun yang melihat kekuatan Yi Fan pasti akan bereaksi sama, sebab master pedang yang sudah sesepuh pun akan kesulitan bahkan mungkin tidak akan bisa memperagakan tebasan Teknik pedang terlemah milik Yi Fan sebelumnya.
Tak lama kemudian pemuda itu berhenti lalu menunjuk ke depan. Yi Fan yang mengerti maksudnya hanya berjalan santai melewati pemuda tersebut, sebab telinganya samar-samar menangkap kegiatan manusia tak jauh dari tempatnya saat ini.
Pemuda itu jatuh terkulai lemas karena merasa jika dirinya masih selamat, tapi tiba-tiba saja Yi Fan berjalan kembali ke arahnya yang tentu saja membuatnya panik bukan main.
Yi Fan mengulurkan tangannya, “Kemarikan pedangku….”
Mata pemuda itu melotot, dia sungguh lupa bahwa sejak tadi dirinya tengah memegang sebuah pedang, “Ma-maafkan aku, ini tuan....” Dengan tangan gemetar dia mengembalikan pedang yang dititipkan kepadanya.
Yi Fan memasukan Qiu Yu ke dalam pakaian yang dia kenakan lalu mengambil pedang dari tangan pemuda itu menggunakan tangan kirinya. Tanpa diduga, Yi Fan tiba-tiba mengayunkan pedangnya. Pedang itu berhenti tepat sebelum memenggal kepala pemuda tersebut dan hanya sedikit menggores kulit bagian luar.
“Cepat katakan siapa dalang penculikan ini, sebelum pedangku menebas kepalamu!” Tanya Yi Fan tanpa menarik kembali pedangnya.
Pemuda itu menelan ludah, “Di-dia adalah seorang tuan muda keluarga besar kerajaan…”
Yi Fan menekan pedangnya hingga goresan di leher pemuda itu bertambah dalam, tatapannya seakan akan memakan pemuda di depannya jika tidak segera memberikan jawaban yang memuaskan.
Wajah pemuda itu terlihat memucat, dia seperti bukan berhadapan dengan seorang bocah melainkan dengan seorang pemimpin, tekanan seperti ini bahkan melebihi pimpinannya sekalipun.
'"Aku sama sekali tidak mengetahui namanya…” Dia kembali menelan ludahnya sebelum akhirnya melanjutkan perkataannya, “Tapi jika tidak salah ingat, orang-orang selalu mengatakan jika merupakan calon penerus Kepala Keluarga Feng berikutnya.”
Yi Fan segera menarik kembali pedangnya setelah mendapatkan jawaban yang dia harapkan. Sejenak Yi Fan menatap pemuda itu dari atas sampai bawah sambil lalu menggelengkan kepalanya pelan, “Terlalu lemah sampai tidak layak dibunuh….”
__ADS_1
Setelah mengatakan hal itu Yi Fan segera berjalan pergi meninggalkan pemuda tersebut sendirian dengan wajah ketakutan.
**
Setelah berjalan cukup lama, akhirnya Yi Fan melihat sebuah perkemahan yang cukup besar. Yi Fan berjalan pelan mendekat dan menemukan fakta bahwa perkemahan tersebut merupakan tempat para budak ditahan atau lebih tepatnya tempat tahanan orang-orang yang diculik untuk dijadikan sebagai budak.
“Tidak mungkin juga mereka berani menculik seorang tuan muda tanpa alasan yang kuat, walaupun itu dari keluarga kecil sekalipun,” Yi Fan tiba-tiba teringat akan pemuda sebelumnya, “Ah… sial! aku lupa bertanya alasan penculikannya."
Dengan penuh hati-hati Yi Fan mulai mengitari tempat itu untuk menemukan keberadaan tuan mudanya. Malam semakin larut, tapi Yi Fan sama sekali tidak menemukan keberadaan tuan mudanya, penjaga yang banyak cukup menyulitkannya untuk memasuki wilayah perkemahan lebih jauh.
Namun dari seluruh tempat yang dia selidiki, terdapat salah satu tenda yang dimana memiliki ukuran lebar dan juga penjaganya lebih banyak dibanding yang lainnya. Akhirnya Yi Fan menghentikan pencariannya, dia duduk di dahan pohon besar tak jauh dari tempat itu dan mulai memfokuskan pandangannya ke tempat-tempat yang dia curigai.
“Kesabaran akan membuahkan hasil…”
Menit demi menit, jam demi jam berlalu hingga hari hampir pagi, hal itu membuat Yi Fan geram bukan main, “Kesabaran apanya?! Aku sudah duduk sepanjang malam, tapi tidak ada satupun yang keluar dari tenda itu!”
Tanpa diduga orang yang dia cari muncul, tuan mudanya itu terlihat berjalan keluar dari tenda besar dengan tangan terikat dan mata ditutup kain bersama dua orang pria bertubuh besar yang mengawalnya. Walaupun jaraknya cukup jauh tapi Yi Fan bisa melihat dengan jelas jika tubuh tuan mudanya itu terdapat beberapa luka lebam.
Yi Fan dengan setia melihat kemana tuan mudanya itu akan dibawa pergi hingga akhirnya mereka bertiga berhenti tepat di sebuah tenda kecil lalu masuk ke dalamnya.
Setelah itu terdengar suara teriakan tuan mudanya yang menggema, tak hanya sekali tapi puluhan kali hingga akhirnya suara teriakan itu berhenti diikuti oleh keluarnya dua orang berbadan besar tadi dari tenda kecil tersebut.
Yi Fan meloncat turun dari pohon yang membuat Qiu Yu terbangun. Pandanganya mengarah Qiu Yu lalu tiba-tiba saja si Kaisar Iblis itu menyeringai lebar, “Waktunya cara kasar!” Yi Fan mengibaskan pedangnya lalu berjalan dengan penuh percaya diri memasuki kandang musuh.
Para penjaga yang melihat Yi Fan langsung bersikap siaga, saat dia hendak berteriak tiba-tiba saja kepalanya sudah lepas dari tubuhnya. Yi Fan membantai semua penjaga yang ditemuinya dengan sekali serang lalu menyeretnya ke semak-semak.
Serangannya sangat mirip seperti seorang pembunuh bayaran yaitu cepat, efektif, tanpa menimbulkan suara ataupun meninggalkan jejak.
Yi Fan juga membebaskan para budak yang ditahan, dia tidak menyangka jika kurungan para budak ternyata memiliki semacam segel array yang cukup kuat, tapi tentu saja itu bukanlah halangan besar bagi Kaisar Iblis sepertinya.
Yi Fan menempelkan tangannya, sesaat kemudian kurungan besi yang mengurung para budak itu sedikit bergetar yang membuat semua orang di dalamnya terbangun, mereka terlihat ketakutan tapi Yi Fan segera mengisyaratkan dengan tamgannya agar mereka semua diam.
Tidak lama kemudian kurungan itu berhenti bergetar, Yi Fan membuka sedikit pintu kurungan itu, “Jika ingin hidup sebaiknya ikuti arahanku,” Melihat semua orang mengangguk membuat Yi Fan melanjutkan perkataannya, “Aku sudah membunuh beberapa penjaga di sini, tapi jumlah mereka terlalu banyak, aku tidak bisa mengatasinya sendirian.”
Seorang pria tua renta bertanya dengan lemas, “Apa yang bisa kami bantu tuan, kami akan melakukan apa saja asalkan bisa kembali ke dalam pelukan keluarga kami.” Cahaya matanya yang awalnya redup terlihat sedikit bercahaya seperti berharap.
Yi Fan di dalam hatinya tertawa jahat, “Cepat atau lambat mereka pasti akan menyadari anggota mereka yang hilang, jadi kalian hanya perlu menyibukan beberapa penjaga sementara aku akan menyelamatkan seseorang terlebih dahulu…”
Melihat wajah khawatir dan ragu-ragu para budak itu membuat Yi Fan menghela nafas, “Kalian tenang saja, aku berjanji akan membebaskan kalian semua, tapi aku sama sekali tidak menjanjikan kalian semua akan pulang hidup-hidup, ini adalah harga yang harus dibayar untuk sebuah kebebasan, jadi apa pilihan kalian?”
Mereka semua menoleh satu sama lain sebelum akhirnya mengangguk mantap tanda mereka setuju.
“Baiklah, kami akan mengikuti semua perintah tuan, tapi tuan harus memegang janji tuan untuk membebaskan kami semua.”
Yi Fan mendehem mengiyakan, “Aku tidak pernah mengingkari janjiku.”
“Jadi apa rencananya?” Seorang pemuda berdiri dan menatap Yi Fan dengan angkuh.
Yi Fan menatap pemuda yang bicara barusan dengan heran. "Tidak ada keraguan, tidak ada ketakutan, sorot matanya sangat tajam, apa-apaan dia ini?" Di dalam hatinya, Yi Fan bertanya-tanya mengenai sosok pemuda angkuh di hadapannya.
Yi Fan menatap balik pemuda tersebut, “Siapa namamu?”
Pemuda itu menunjuk dirinya sendiri, “Oh, aku? aku Yongzheng. ”
__ADS_1
Yi Fan mengerutkan dahinya, dia nampak tidak asing dengan nama Yongzheng, tapi dia tidak ingat siapa atau kapan dia pernah mendengar nama tersebut.
Saat Yi Fan memeriksa kekuatan Yongzheng, dia dikejutkan dengan aura gelap yang membuat jiwanya bergetar, bahkan membuat Qiu Yu meronta-ronta lalu terbang melarikan diri sejauh mungkin. Yi Fan sontak menutup semua indranya dan berusaha menetralisir aura gelap yang memasuki ruang jiwanya. Yi Fan menatap Yongzheng tak percaya, baru kali ini dia menemukan sesuatu yang sangat mengerikan di hidupnya.