Kaisar Iblis

Kaisar Iblis
141


__ADS_3

Han Shu dan Yueyin menerobos masuk untuk meninggalkan Dunia itu. Tim Penjaga Gunung Immortal berusaha menghentikan mereka namun gagal.


Mereka bahkan berniat melukai Han Shu dengan parah agar ia tidak masuk, namun mereka tidak menyangka kalau Han Shu mampu menahan semua serangan mereka.


"Sial, dia sangat bersikeras masuk ke sana! Sudah hentikan, biarkan saja mereka. Aku tidak yakin mereka masih hidup setelah masuk ke sana." Salah seorang tim penjaga menghentikan usahanya.


Setelah Han Shu dan Yueyin masuk ke dalam cahaya itu, mereka langsung melesat naik dengan sangat cepat melewati kekosongan. Terlihat alam semesta yang begitu luas dipenuhi bintang-bintang dan galaksi.


Han Shu langsung melepaskan aura pelindung di sekelilingnya untuk melindunginya tubuhnya sembari memeluk Yueyin dengan erat, hingga ia tidak bisa melihat keluar. Semakin lama mereka menempuh perjalanan, aura pelindung Han Shu semakin terkikis dan mengecil oleh aura dari kekosongan alam semesta.


"Benar saja, melewati tempat ini cukup berbahaya untuk orang lain. Tapi tidak untukku." Han Shu memperkuat dan memperluas aura pelindungnya.


Yueyin yang penasaran berusaha untuk mengintip keluar. Betapa terkejutnya ia setelah melihat keindahan alam semesta yang sangat luas dan juga bercahaya oleh bintang-bintang.


"Indah sekali, ini pertama kalinya aku melihat keindahan seperti ini. Ternyata alam semesta itu sangat luas." Mulut Yueyin bahkan sampai terbuka karena tercengang.


Satu hari kemudian, mereka telah semakin menjauh dari Dunia Fana. Namun, Dunia Immortal tujuan mereka masih belum terlihat.


"Tujuan, berapa lama kita akan sampai? Aku lihat aura pelindungmu semakin menipis. Aku akan membagi milikku." tanya Yueyin yang sadar akan hal itu.


"Kurasa butuh sekitar 5 hari lagi untuk sampai. Kau tidak perlu membagi energi milikmu, aku bisa mempertahankan aura pelindung selama lebih dari seminggu."

__ADS_1


"Aku harap perkiraanku benar, hahaha. Kalau sampai energiku habis, Kita akan mati di sini." Han Shu tertawa.


Yueyin hanya diam menanggapi perkataan Han Shu. Ia pun tidak peduli kalau nyawanya akan hilang di sini.


Hingga setelah 8 hari melaju dalam kekosongan, mereka akhirnya melihat Dunia Immortal yang sudah dekat. Perkiraan Han Shu sebelumnya sedikit tidak tepat. Energinya semakin terkuras habis untuk mempertahankan aura pelindung.


"Ini menjadi semakin menegangkan. Transfer energimu sekarang juga." Han Shu tidak panik menghadapi hal itu karena terbiasa menghadapi hal berbahaya.


Bahkan ia sampai mengeluarkan sedikit darah dari mulutnya karena memaksakan diri. Yueyin yang menyadari hal itu langsung membagi energi miliknya pada Han Shu, namun energi yang Yueyin berikan untuk mempertahankan aura pelindung tidak mampu bertahan lama.


"Tuan, aku sudah membagi semua energi milikku. Aku tidak bisa lagi." Yueyin sangat terkejut kalau energi miliknya ternyata terlampau sangat jauh dibanding milik Han Shu.


Han Shu manatap tajam untuk melihat kondisi di depannya. "Itu daerah yang sudah tidak terkena aura kekosongan alam semesta. Sedikit lagi."


Han Shu terus memaksakan diri hingga ia memuntahkan darah. Sedangkan aura pelindungnya semakin menipis. Hingga dalam beberapa detik sebelum habis, ia berhasil sampai ke daerah yang aman.


Namun, kesadarannya perlahan mulai menghitam. Ia telah menggunakan semua energi miliknya untuk mempertahankan aura pelindung selama berhari-hari.


Sebelum kesadarannya menghilang, Han Shu berkata pada Yueyin,"Aku percayakan tubuhku padamu. Ingat lah, Jangan percaya pada siapapun di Dunia Ini dan juga apapun yang terjadi, jangan gunakan kekuatanmu di sini. Berpura-puralah menurut pada kultivator di sana..."


"Baik, tuan." Yueyin mengangguk pelan. Ia memahaminya dengan baik.

__ADS_1


Beberapa menit kemudian, begitu hampir terjatuh ke daratan mereka tiba-tiba berpindah ke sebuah tempat yang terlihat sedikit bangunan-bangunan tua. Mereka berdiri di atas sebuah altar besar bersama dengan ribuan kultivator yang baru naik ke Dunai Immortal. Mereka berasal dari berbagai Dunia Kecil lainnya.


Di sana juga terlihat banyak kultivator yang berasal dari Dunia Immortal yang menyambut kedatangan mereka. Mereka menyambut dengan ramah senyuman.


"Selamat datang di Dunia Immortal... Sekarang berbarislah untuk pengecekan. Kami akan memandu kalian untuk beradaptasi di dunia kalian yang baru."


Mereka menurutinya dengan berbaris rapi namun juga selalu waspada karena mereka tidak mengenalinya.


"Baiklah, sekarang kami akan mencatat identitas kalian."


Beberapa orang naik ke atas untuk mencatat identitas para kultivator yang baru datang. Ketika selesai mencatatnya, pencatat itu langsung memasang borgol pada tangan mereka satu persatu.


"Apa yang kalian lakukan!? Lepaskan!" Beberapa yang telah terborgol berusaha melepasnya namun gagal.


Para kultivator lain langsung memberontak dan berusaha melawan. Namun, ketika mereka menggunakan energi qi mereka, mulut dan telinga mereka langsung mengeluarkan darah dan terjatuh lumpuh tak bisa bergerak.


Melihat hal itu, para kultivator baru itu pasrah kedua tangannya di borgol. Mereka tidak tahu apa yang akan terjadi pada mereka dan apa yang harus mereka lakukan. Mereka berhati-hati untuk tidak menggunakan energi qi agar tidak seperti mereka yang terjatuh lumpuh.


Hingga, ketika semuanya selesai terborgol, salah seorang pemimpin dari mereka langsung menyuruh untuk berjalan ke arah yang ditunjukkan.


"Yang tidak mau mati silahkan jalan ke arah sana. Jangan mencoba hal yang sia-sia."

__ADS_1


__ADS_2