
Begitu Han Shu tiba di wilayah atas, ia menemukan kejadian yang tidak terduga. Para kultivator senior di sana terpecah belah oleh sesuatu yang sulit mereka percayai.
"Bagaimana bisa kau berpikir untuk mencuri batu spiritual kami. Padahal batu spiritual itu sudah kita bagi rata."
"Ya, aku juga kehilangan semua batu spiritualku."
"Aku juga, padahal aku sudah mengumpulkannya sangat lama dan akan segera keluar dari tempat ini."
Mereka terpecah menjadi dua kelompok. Kelompok yang satu adalah mereka yang kehilangan batu spiritual mereka, sedangkan kelompok lain adalah yang tertuduh mencuri batu spiritual mereka.
"Aku tidak pernah mencurinya." Kelompok mereka terus menjelaskan.
"Tapi mengapa semua batu spiritual yang hilang ada pada kalian? Jangan mengelak! Kalian pencuri mana mungkin kalian mengaku."
"Ada orang lain yang menjebak kita. Aku tidak pernah sekalipun mencurinya dari kalian."
"Halah tidak usah mengeles, hajar mereka. Rebut kembali batu spiritual milik kita."
Hyaa!
Pertarungan akhirnya pecah diantara kedua kelompok. Mereka saling membunuh bahkan mereka sampai tidak tahu siapa saja yang berada dalam kelompok yang sama.
...
Sementara itu, Han Shu segera mendatangi Yueyin yang sedang mengamati para kultivator senior. Tempatnya berada cukup jauh dari mereka.
"Yueyin, apa ini rencanamu?"
__ADS_1
"Aku hanya melakukan apa yang kubisa." balas Yueyin singkat.
"Tapi bagaimana caramu meyakinkannya untuk melawan kelompoknya sendiri?"
Selama Han Shu mengamati mereka, ia tahu kalau ada penghianat diantara mereka. Yang membuat Han Shu penasaran adalah bagaimana cara Yueyin dalam meyakinkannya untuk berhianat.
"Aku tidak melakukan hal yang berlebihan. Aku hanya memaksanya saja. Waktu aku mencuri batu spiritual mereka, dia menyadariku dan aku hampir membunuhnya. Tapi aku tidak membunuhnya, aku membuat kesepakatan yang tidak bisa ditolak olehnya."
"Berkat itu rencanaku berjalan dengan lebih baik. Mereka tidak akan bertarung jika tidak ada profokator yang mempengaruhi mereka. Dengan ini aku hanya perlu menunggu kekuatan mereka melemah." Lanjut Yueyin menjelaskan.
"Lalu, kapan mereka berhasil menguasai kekuatan mereka?" Han Shu melihat ke arah para kultivator baru yang juga sedang mengamati pertarungan.
"Tidak semua dari mereka sudah berhasil menguasainya. Hanya 1/3 yang sudah berhasil. Aku menyuruh mereka untuk pergi menjauh tetapi mereka bersikeras untuk membantu sebisa mereka." jawab Yueyin.
"Perkenalkan dia tuanku, Han Shu yang mengajariku cara untuk menggunakan kekuatanku di dunia ini." Yueyin tiba-tiba memperkenalkan Han Shu pada mereka.
"Ternyata kau orangnya, yang telah membantu kita."
"Berkatmu aku bisa menggunakan kekuatanku."
Han Shu merasa tidak enak dengan mereka dan langsung pergi ke tempat lain untuk mengamati. Sebelum pergi ia berkata pada Yueyin, "Sepertinya kau melupakan satu hal penting dalam rencanamu."
"Dia terlihat tidak senang dengan kita..."
"Kalian tidak perlu khawatir dia memang seperti itu." Yueyin memberikan pengertian.
"Satu hal, apa maksudnya?"
__ADS_1
...
Setelah 4 jam berlalu, pertarungan yang sedang terjadi semakin sengit. Mereka saling membunuh siapapun yang berusaha menyerang mereka. Hingga jumlah mereka berkurang hingga 1/4. Kekuatan mereka juga semakin melemah karena efek terlalu lama bertarung.
Namun, tiba-tiba pertarungan terhenti karena muncul dominasi energi yang kuat yang tiba-tiba datang ke tempat pertarungan.
Mereka adalah kelompok perampas dari wilayah tengah yang penasaran dengan peristiwa yang terjadi di wilayah atas.
"Apa-apaan kalian ini, berpesta tanpa mengundangku." ucap Bos mereka.
Semua kelompok senior dari wilayah atas langsung tertuju pada mereka. "Mengapa kau datang ke sini. Kau sudah memonopoli wilayah tengah dan sekarang kau masih berani datang ke sini!" Mereka terlihat kesal dengan kedatangannya.
"Hahahaha... Kalian ini sekelompok orang yang bodoh. Dengan mudahnya kalian diadu domba oleh para kultivator baru." Bos mereka tertawa keras menghina mereka.
"Apa maksudmu? Jelaskan padaku yang sebenarnya."
Bos mereka kemudian menyerang salah satu dari kelompok senior wilayah atas dengan sebuah pisau kecil. Pisau kecil itu menusuk leher orang yang dituju hingga mati.
"Dia penghianat di kelompok kalian. Semua ini rencana dari orang yang sedang mengamati pertarungan dari jauh."
"Sampai kapan kalian akan bersembunyi!" Bos mereka berteriak keras.
Mendengar teriakan itu, Yueyin dan kelompok kultivator baru langsung memunculkan diri dari tempat persembunyian mereka.
"Lihat, Dialah yang mengadu domba kalian!" Bos mereka menunjuk ke arah Yueyin.
Yueyin dibuat tertegun dengan keikutcampuran bos kelompok dari wilayah tengah. Rencananya telah gagal dan ia tidak tahu harus berbuat apa dalam kondisi ini.
__ADS_1
"Aku tidak pernah mengira kalau mereka akan ikut campur. Mereka tidak ada dalam subyek rencanaku. Apa ini yang dimaksud tuanku. Apa yang harus aku lakukan dalam situasi ini. Kekuatan kelompok ini tidak mungkin menang melawan mereka."