Kaisar Iblis

Kaisar Iblis
Chapter 36 Mari mengobrol


__ADS_3

Wanita itu menyebutkan namanya tanpa ekspresi apapun. Sementara, para penjaga dengan jumlah yang lebih banyak sudah mulai berdatangan kembali.


Tanpa arahan apapun, para penjaga langsung mendekat dan menyerang mereka berdua karena melihat mayat teman mereka yang tergeletak di tanah bersimbah darah.


"Kalian diamlah di sana sebentar, urusanku di sini dengannya belum selesai. Atau kalian ingin langsung mati?" Han Shu mengarahkan jari telunjuknya ke arah para penjaga. Sebuah penghalang muncul dan menghalangi para prajurit mendekati mereka.


"Kau! Kemarilah! Akan kubunuh kau! Beraninya kau membunuh teman kami! Aku akan menyiksamu! Aku akan memisahkan semua bagian tubuhmu!" Mereka berteriak terus menerus hingga suaranya terdengar membosankan. Sementara Han Shu dan Yueyin tidak mempedulikan teriakan mereka.


Han Shu kemudian mulai berbicara dengan Yueyin, "Kau sudah memutuskan untuk mengikutiku, tapi aku tidak suka dengan orang yang berkhianat. Aku akan membuat perjanjian darah denganmu."


"Baik, tuan." Tanpa berpikir panjang Yueyin langsung menyetujuinya. Bagi Yueyin, hidupnya sudah tidak berarti lagi. Semua keluarga dan orang terdekat lainnya sudah tidak ada yang bersamanya. Yueyin telah ditinggalkan sendirian oleh mereka semua sejak lama.


Yueyin sudah mendekam di penjara bawah tanah selama beberapa tahun bersama dengan kegelapan. Dibarengi dengan siksaan yang didapat dari para penjaga masih membekas dalam tubuhnya.


Setelah Yueyin menyetujuinya, Han Shu langsung melakukan perjanjian darah dengannya.


Setelah selesai melakukan perjanjian darah, tubuh Yueyin kini kembali sehat dan bugar. Hal itu dikarenakan Han Shu memberikan darah padanya untuk melakukan perjanjian darah. Darah Han Shu tergabung dalam tubuh Yueyin membuat kesehatannya pulih.


"Sekarang kau bunuh mereka!" Han Shu mengalihkan pandangannya ke arah para prajurit dan menyuruh Yueyin untuk membunuh para prajurit.


Han Shu menghilangkan penghalangnya dan Yueyin langsung melesat ke arah para penjaga. Yueyin menyerang dengan sangat lincah dan kejam, hanya dalam beberapa detik saja para penjaga berhasil dibunuh olehnya. Dia bahkan membunuh semua penjaga tanpa menunjukkan ekspresi apapun di wajahnya.


Han Shu mendekati Yueyin yang kedua tangannya berlumuran darah. Kemudian dia memuji kinerja Yueyin.


"Kau melakukannya dengan baik. Saat ini kau sudah cukup kuat untuk bertarung, sekarang mari kita keluar dari sini." Han Shu mengajaknya.


Han Shu memimpin jalannya sedangkan Yuueyin mengikutinya di belakang. Mereka kemudian bertemu dengan anak tangga ke atas setelah berjalan cukup lama menyusuri lorang penjara.


Mereka kemudian mulai menaiki anak tangga itu. Hingga akhirnya mereka kembali bertemu dengan lorong yang dipenuhi sel penjara lagi.


"Apa kau tahu penjara ini ada berapa lantai?" tanya Han Shu kepada Yueyin. Han Shu menginginkan informasi penjara bawah tanah dari Yueyin.

__ADS_1


"Aku telah berualang kali mencoba kabur dari penjara ini tapi selalu tertangkap ketika naik ke lantai empat. Di lantai itu ada dua orang yang sangat kuat yang selalu menangkapku. Aku tidak bisa melawan mereka dengan kekuatanku saat ini."


Yueyin menjawab dengan suara yang pelan menatap ke arah Han Shu. Tetapi dalam pandangannya seperti tidak melihat Han Shu sama sekali.


Han Shu kemudian berbalik dan melihat mata Yueyin. Han Shu akhirnya menyadari setelah melihat matanya, kalau Yueyin tidak pernah menganggap Han Shu ada dalam pandangannya.


Han Shu kemudian bertanya untuk memastikan, "Apa kau tidak pernah menganggapku ada? Kau mengarahkan pandanganmu kepadaku, tapi aku tidak ada dalam pandanganmu. Apa kau tidak bisa melihat? Maksudku apa kau buta?" Han Shu bertanya dengan suara pelan.


"Benar, tuan. Penglihatanku sudah tidak ada, tapi aku masih bisa mengetahui keadaan sekitar dengan aura milikku."


"Apa kau mau penglihatanmu kembali?" Han Shu langsung memberikan tawaran. Dia ingin menyembuhkan penglihatannya, tetapi dia harus meminta persetujuan darinya terlebih dahulu.


"Tidak, tuan. Aku sudah tidak ingin melihat kekejaman dunia ini lagi." Yueyin menolak tawaran Han Shu dengan pelan.


"Kalau begitu kita kembali ke bawah." Han Shu berjalan pelan menuju anak tangga lagi untuk kembali ke lantai bawah.


"Untuk apa tuan kembali ke bawah lagi?" Yueyin kebingungan dengan tindakan Han Shu.


"Kita tidak bisa keluar dari sini. Kau bahkan tidak bisa melawan dua orang di atas sana, bagaimana mungkin aku bisa melawannya? Kau lebih kuat dariku. Jika penglihatanmu ada, mungkin kau bisa melawan mereka."


"Tuan, tunggu! Aku ingin penglihatanku kembali kalau tuan bisa melakukannya." Yueyin mengejar Han Shu.


Mendengar persetujuannya, Han Shu kemudian berhenti dan berbalik ke arah Yueyin.


"Baguslah kalau kau menyetujuinya. Kalau begitu arahkan matamu kepadaku."


Yueyin menurutinya, dia mengarahkan matanya kepada Han Shu kemudian Han Shu mengarahkan jari telunjuknya ke mata Yueyin.


Seutas cahaya muncul dari jari telunjuk Han Shu dan masuk ke dalam mata Yueyin. Yueyin mengedipkan matanya karena dia merasakan sesuatu masuk ke dalam matanya. Tiba-tiba dia jatuh tersungkur ke tanah dan memejamkan matanya.


"Itu pasti menyakitkan. Jika itu orang lain, dia pasti berteriak dengan sangat keras. Tapi wanita ini berbeda, dia bahkan tidak mengungkapkan rasa sakitnya dalam ekspresi wajah maupun suaranya." Han Shu memikirkan.

__ADS_1


Setelah beberapa saat kemudian, Yueyin bangkit perlahan. Dia perlahan-lahan membuka matanya. Penglihatannya semakin lama semakin jelas dan akhirnya penglihatannya kembali seperti sediakala.


Yueyin melihat seorang pemuda di depannya dan langsung membungkuk untuk berterima kasih padanya.


"Terima kasih telah menyembuhkan mataku, tuan." Yueyin berkata pelan.


"Apa itu menyakitkan?"


"Ya, ini sangat menyakitkan. Tapi tidak terlalu menyakitkan."


Sangat menyakitkan, tapi tidak terlalu menyakitkan?


Jadi dia sudah banyak merasakan rasa sakit yang melebihi ini?


"Aku tidak akan bertanya lagi padamu kali ini. Kalau begitu kita akan naik ke atas untuk melawan mereka."


"Baik, tuan."


Kini Yueyin memimpin jalan di depan. Puluhan penjaga terus menerus datang ke mereka tetapi Yueyin dapat menumbangkan mereka dengan mudah.


Hingga akhirnya mereka berdua sampai di lantai empat. Mereka dihadang oleh dua orang dengan kultivasi mereka di ranah Golden Core.


"Kau benar-benar tidak menyerah untuk kabur dari sini. Sekarang, siapa yang kau bawa kali ini? Aku akan membunuhnya dengan kejam, hahaha." Salah satu dari mereka mulai menyambut kedatangan Han Shu dan Yueyin. Dia tertawa kecil setelah menyelesaikan perkataannya.


Yueyin ingin langsung menyerang mereka tetapi dihentikan oleh Han Shu, "Tuan, biarkan aku membunuh mereka sekarang."


"Tunggu sebentar, aku ingin bertanya sesuatu pada mereka sebelum mereka menjadi mayat olehmu." Han Shu berjalan mendekat ke arah mereka diikuti oleh Yueyin di belakangnya.


"Apa kalian mau menyerahkan diri kalian? Pekerjaan ini terlalu mudah. Aku akan meminta pekerjaan lain pada bos. Ini terlalu membosankan, hahaha." Mereka kembali tertawa.


Tiba-tiba Han Shu melesat dengan sangat cepat tanpa mereka sadari dan langsung muncul di hadapan mereka.

__ADS_1


Han Shu kemudian langsung mencekik leher mereka berdua dan kemudian berkata, "Sekarang mari kita mengobrol sejenak."


#Questian, siapa bosnya?


__ADS_2