Kaisar Iblis

Kaisar Iblis
Chapter 103


__ADS_3

"Tempat itu... Istana Kekaisaran Han!"


Tempat yang sekilas muncul dalam ingatan Han Shu adalah Istana Kekaisaran Han itu sendiri. Sudah dipastikan istana itu dan Ibu kotanya akan hancur karena serangan dari Jenderal Iblis.


Boom!


Benar saja, sebuah ledakan besar tiba-tiba terjadi dari arah Istana Kekaisaran Han. Walaupun jarak dari Istana Kekaisaran Han sangat jauh, namun efek ledakannya masih bisa terdengar sampai ke tempat Han Shu berada.


"Pada akhirnya aku malah menghancurkan istana Kekaisaranku sendiri. Tapi, untungnya tidak ada korban jiwa karena semuanya telah dievakusai oleh Kaisar Han."


"Tapi, kurasa masih ada sedikit korban jiwa karena tidak semua orang memilih untuk evakuasi. Kadang kalanya ada orang yang keras kepala untuk tetap tinggal dengan bersembunyi. Yah, itu hanya tebakanku saja."


Han Shu sedikit melirik ke arah ledakan itu terjadi selama beberapa saat. Kemudian ia kembali lagi memfokus pandangannya pada Jenderal Iblis yang ada di depannya.


"Karena serangan kalian, aku tidak sengaja menghancurkan Istana Kekaisaranku. Jadi, bisakah kita pindah ke tempat yang jauh dari keramaian? Aku tidak ingin lagi menghancurkan tempat-tempat penting," pinta Han Shu.


Tanpa mempedulikan permintaan Han Shu, Jenderal Iblis kembali menyerang Han Shu secara bersamaan.


Tidak ada ruang untuk Han Shu berbicara kepada mereka. Mereka hanyalah sebuah boneka hidup untuk membunuh yang tidak memiliki pikiran ataupun perasaan untuk memahami apapun.


Saat mereka sudah cukup mendekat, Han Shu kembali menggunakan jurus pemindahan ruang untuk memindahkan Jenderal Iblis beserta dirinya ke tempat yang ia inginkan.


"Pemindahan Ruang!"


"Pindahkan!"


Tempat yang dituju Han Shu adalah gurun pasir yang sebelumnya ia datangi. Ia memilih tempat itu karena jauh dari keramaian manusia dan juga tempat itu tidak akan hancur akibat pertarungan mereka.


"Kurasa tempat ini yang paling cocok."


Sementara itu, Raja Iblis sendiri menggunakan jurusnya sendiri untuk berpindah ke Gurun pasir itu. Ia berniat untuk terus mengamati pertarungan Han Shu dengan 8 Jenderal Iblis.


Menyadari kehadirannya, Han Shu sedikit melirik ke arah Jenderal Iblis selama beberapa saat.


"Dia tetap mengamatiku, kah? Aku benar-benar ingin mengakhiri ini, tapi akan membutuhkan waktu yang lama," batinnya.


Sementara itu, 8 Jenderal Iblis yang telah dipindahkan Han Shu sama sekali tidak merasa terkejut. Mereka bahkan tidak berkata satu patah kata pun pada Han Shu, berbeda dengan Jenderal Iblis yang telah Han Shu bunuh, ia bisa sedikit diajak bicara olehnya.


"Apa aku tidak bisa bicara dengan mereka? Aku masih ingin sedikit informasi lagi." Han Shu sedikit berharap.

__ADS_1


Tiba-tiba, salah Jenderal Iblis menghampiri Han Shu dengan cepat dan berusaha meraih lehernya. Namun, dengan refleknya, Han Shu berhasil menghentikannya dengan mencengkram tangan Jenderal Iblis.


"Kau tidak akan bisa meraihnya sekalipun kau mencobanya lagi." Han Shu sedikit meremehkan kemampuan Jenderal Iblis.


Kini giliran Han Shu yang mencoba meraih leher Jenderal Iblis. Dengan sedikit trik, ia akhirnya berhasil meraihnya. Ia kemudian membantingnya ke bawah hingga beberapa kali.


"Guh!"


Dilanjut dengan menggusur tubuh Jenderal Iblis yang terbaring ke pasir hingga ratusan meter. Untuk menyelesaikannya, Han Shu memberikan pukulan yang sama dengan sebelumnya untuk meledakan kepala Jenderal Iblis.


Namun, setelah menunggu beberapa saat setelah pukulan Han Shu mengenai kepala Jenderal Iblis, tidak ada ledakan yang terjadi.


"Tidak berhasil, kah?" Han Shu mengamatinya lebih dekat.


Tiba-tiba, Jenderal Iblis itu langsung bangun, membuka matanya lebar-lebar dan langsung mengarahkan pandangannya pada Han Shu.


"Beraninya kau!"


Jenderal Iblis terlihat begitu marah pada Han Shu. Namun, hal yang membuat Han Shu terkejut adalah Jenderal Iblis yang akhirnya mengeluarkan suaranya.


Jenderal Iblis beranjak berdiri dan langsung menyerang Han Shu lagi. Namun, tak disangka serangannya menjadi lambat dan lemah, berbeda dengan sebelumnya.


Dengan mudahnya Han Shu menyerang balik dengan menyerang titik vitalnya agar membuatnya tidak bisa melawan.


"Manusia, mengapa kau menyerangku? Padahal aku tidak pernah menyinggungmu sebelumnya. Aku bahkan tidak mengenalimu sama sekali." Jenderal Iblis terlihat hilang ingatan. Entah itu benar ataupun pura-pura Han Shu tidak bisa memastikannya.


"Apa kau tidak ingat yang kau lakukan padaku barusan? Atau kau sedang berpura-pura hilang ingatan untuk melonggarkan kewaspadaanku?" Han Shu mencoba untuk tidak mempercayainya.


"Tunggu, tunggu, tunggu dulu. Apa yang kau maksud? Dan di mana aku sekarang? Mengapa aku bisa ada di sini?" Jenderal Iblis bertanya-tanya.


Saat keingintahuannya belum terjawab, Jenderal Iblis tiba-tiba memegang kepalanya yang tiba-tiba terasa akan meledak.


"Aarrgghh!!!" Ia berteriak dengan sangat keras untuk menahan rasa sakit yang dirasakannya.


Sementara itu, Han Shu hanya melihatnya saja tanpa melakukan apapun. Padahal saat ini adalah kesempatan yang langka untuk membunuh Jenderal Iblis dengan sangat mudah.


"Ini adalah kesempatanku, tapi entah kenapa aku tidak mempu untuk membunuhnya. Tubuhku terasa berat untuk melakukannya, aku benar-benar tidak bisa," batin Han Shu.


Dengan keras Han Shu mencoba menggerakan tubuhnya secara perlahan. Beberapa saat kemudian, ia akhirnya dapat menggerakkan tangan kanannya walaupun tidak leluasa.

__ADS_1


Han Shu kemudian memusatkan energinya pada tangan kanannya dan bersiap melesatkannya ke arah leher Jenderal Iblis.


"Maafkan aku, kau harus mati."


Tangan kanan Han Shu dilesatkan dengan cepat. Namun, saat hampir mendekati leher Jenderal Iblis. Ia malah menariknya kembali untuk mengambil ancang-ancang.


"Matilah dengan tenang!"


Akhirnya Han Shu melesatkan tangan kanannya dengan cepat untuk memenggal leher Jenderal Iblis. Namun, saat baru sedikit mengenai lehernya, tangan Han Shu tiba-tiba terhenti. Tetapi, leher Jenderal Iblis sedikit tersayat hingga berdarah.


"Ahh, mengapa aku malah berhenti."


Han Shu menarik tangannya dan menghentikan niatnya untuk membunuh.


"Apa yang terjadi padaku?" Han Shu pun bingung dengan hal yang terjadi kali ini. Ini pertama kalinya ia tidak bisa membunuh seseorang yang harus ia bunuh.


"Arrgghh!!" Tiba-tiba Jenderal Iblis meraung kesakitan. Ia terjatuh di pasir dan terus memegang kepalanya dengan keras.


"Aarrgghh!!!"


Beberapa menit kemudian, Jenderal Iblis akhirnya berhenti berteriak. Tangannya pun sudah tidak memegang kepalanya lagi.


Jenderal Iblis perlahan bangkit dan langsung meraih baju Han Shu. Han Shu yang menyadarinya langsung mewaspadainya.


"Tolong bunuh aku!" pinta Jenderal Iblis dengan suara teramat memohon.


"Aku mohon..."


Mata Jenderal Iblis perlahan memutih. Ini adalah kejadian yang sama dengan Jenderal Iblis yang telah Han Shu bunuh sebelumnya.


"Dia melepaskan diri dari kendali Kaisar Iblis!" Han Shu sadar akan hal itu.


"Baiklah, aku akan membunuhmu." Han Shu menyetujuinya.


Han Shu memusatkan energi di tangannya lagi dan langsung memenggal leher Jenderal Iblis.


"Terima kasih..."


Senyuman nampak pada wajah Jenderal Iblis walaupun kepalanya sudah terpenggal, terpisah dari tubuhnya.

__ADS_1


"Ini sangat aneh. Mengapa kali ini aku bisa membunuhnya? Apa ini karena permintaannya untuk dibunuh olehku?"


Han Shu tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi. Tetapi, ia berharap kejadian kali ini tidak akan terjadi lagi di masa depan. Mungkin...


__ADS_2