Kaisar Iblis

Kaisar Iblis
Chapter 59 Duel Penentuan


__ADS_3

"Apa kau meremehkanku?" tanya Yueyin dengan tatapan kosong, ekspresi wajahnya dingin. Ia terlihat kesal dengan orang yang meremehkannya.


"Hah, bukankah yang kukatakan benar? Kau cuma wanita lemah yang berpura-pura kuat! Aku tidak tahu dan tidak peduli bagaimana kau bisa menjadi buronan dengan imbalan besar. Kau sangat hebat berhasil menipu kami semua."


Ia meremehkan, bahkan menghina Yueyin di depan mereka semua. Yueyin semakin menatapnya dan aura membunuh melekat dalam dirinya.


"Sekarang lawan aku, kita bertaruh dua jari." Yueyin mengatakannya dengan suara yang kecil. Tetapi seharusnya bisa terdengar oleh pria itu.


"Apa? Bisa kau ulangi sekali lagi?" Namun ia berpura-pura tidak mendengarnya. Ia mendekatkan telinganya di dekat Yueyin.


"Tunggu, apa yang kau lakukan!"


Yueyin tiba-tiba meraih leher orang itu dan berniat membantingnya ke jalan. Orang itu berusaha melepaskan cengkraman Yueyin dengan menepuk tangannya ke cengkaran Yueyin tetapi tidak berhasil.


"Aarrgghh..."


Karena pria itu memiliki tubuh yang kuat, ia membuat jalan menjadi berlubang. Namun, pria itu belum berhasil di tumbanhkan. Ia segera berdiri kembali dan meraih leher Yueyin.


Yueyin sengaja membiarkan dirinya tertangkap karena sebelumnya ia mencuri startnya. Pria itu membalasnya dengan membantingnya ke jalan seperti yang Yueyin lakukan.


Jalan dibuat berlubang oleh tubuh Yueyin. Dari mulut Yueyin mengalir darah sampai dagunya. Ekspresinya tetap dingin dan tatapannya kosong. Ia tidak merasakan sakit apapun karena bantingan itu.


Yueyin bernjak bangun dan bersiap untuk bertarung. Pria itu heran padahal tubuh Yueyin kecil tetapi masih bisa bangun setelah dibanting olehnya.


"Bisakah kita mulai?" Yueyin menatapnya.


Pria itu tersenyum dan berkata, "Menarik! Lakukan yang terbaik!" Ia menerjang Yueyin dan menyerangnya.


Yueyin menghindari semua serangannya dengan baik. Ia mengeluarkan pisau dapur dan menyerang balik.


Pria itu agak terkejut dengan munculnya pisau di tangan Yueyin. Ia langsung mundur untuk menjaga jarak.


"Rupanya kau sudah mempersiapkan diri menghadapi masalah ini selama satu minggu yang lalu. Bagaimana bisa senjatamu tidak di ambil oleh Pasar Gelap?"


"Tunggu, itu pisau dapur." Pria itu terkejut. Ia mengira itu adalah sebuah belati.


"Benar ini pisau dapur. Seperti yang kau katakan, mereka mengambil semua milik kita tetapi, senjata apapun yang ada di kota ini tidak mereka ambil," jawab Yueyin.


"Lalu, mengapa kau tidak membunuh kita semua saat pingsan dan menyisakan 11 orang untuk bertahan?"

__ADS_1


Pria itu melihat sekelilingnya untuk mencari apapun yang bisa dijadikan sebagai senjata.


"Aku tidak segila itu untuk membunuh. Di sini ada lebih dari seribu orang. Tujuanku hanya untuk menghentikan rencana mereka, itu saja. Apa itu hal yang salah?" jawab Yueuin.


"Identitas mereka adalah pembunuh, mati sudah menjadi pilihan mereka ketika bergabung menjadi pembunuh. Kau tahu itu bukan?"


"Sudah kukatakan bukan, aku tidak akan melakukan hal itu."


Pria itu akhirnya menemukan tiang besi yang tertancap di pinggir jalan. Ia segera mengambilnya untuk dijadikan sebagai senjata. Ia memutar-mutar besi itu untuk percobaan.


"Kurasa ini cukup bagus."


Mereka melesat ke arah satu sama lain dan melanjutkan pertarungan mereka. Pertarungan sengit terjadi diantara mereka. Hingga membuat jalanan dan bangunan-bangunan di sekitarnya terkena dampaknya. Namun, diantara mereka belum ada yang terkena serangan dari lawannya.


"Rasakan ini!" teriak pria itu menggelegar. Ia terus menyerang Yueyin ke semua sudutnya.


Sementara, Yueyin belum membalas serangannya. Ia menunggu momen yang tepat untuk menyerang.


"Sial! Dia lincah sekali!" Pria itu semakin lama semakin kesal. Serangannya semakin lama semakin kacau karena emosi.


"Begini saja..."


Yueyin dengan cepat menyerang bagian dada pria itu dengan pisaunya karena celah yang ia lihat.


Pria itu tersenyum dan dengan cepat menahan serangan itu dengan menusukkan telapak tangan kirinya dengan pisau. Sedangkan tangan kanannya mengayunkan tiang besi ke arah Yueyin.


Melihat senyuman pria itu, Yueyin merasakan kejanggalan pada serangannya. Ia langsung melepas pisaunya saat tertancap di telapak tangan pria itu.


Kemudian berusaha untuk mundur. Tetapu, bayangan tiang besi muncul dari kanan tubuhnya. Yueyin langsung melindungi diri dengan kedua tangannya.


Tiang besi dengan aliran energi berwarna kuning menghantam dan mengenai kedua tangan Yueyin.


Krak!


Karena terlalu kuat, Yueyin terpental ke tembok bangunan di samping kanannya hingga hancur dan masuk ke dalam. Tangannya kirinya juga patah karena menahan tiang besi itu.


Sementara, pria itu langsung menarik pisau dari telapak tangannya dan membuangnya. Kemudian berjalan ke bangunan arah Yueyin terpental untuk memeriksa keadaannya.


Bekas tembok yang dihancurkan Yueyin ternyata sampai ke ruangan ketiga dari depan. Ketika pria itu mengeceknya, Yueyin tidak ada di sana. Ia hanya melihat pembunuh lain yang bersembunyi di ruangan itu.

__ADS_1


"Di mana dia? Apa kau melihat seorang wanita tadi?" Ia bertanya padanya dan menengok ke kanan dan ke kiri untuk mencarinya tetapi tidak menemukannya.


Orang itu menggeleng untuk membalasnya, "Aku tidak melihantnya di sini."


Tiba-tiba, pria itu merasakan kehadiran seseorang di belakangnya dan langsung menengoknya. Yueyin dari belakang memukul perut pria itu hingga terpental menembus ke tembok hingga keluar bangunan.


Tanpa memberikan kesempatan, Yueyin kembali melesat ke arah pria itu dan terus menyerangnya.


Kepala, dada, perut semua Yueyin serang hingga beberapa tembok-tembok bangunan hancur karenanya. Mereka berpindah-pindah tempat.


Pria itu babak belur dibuatnya. Hingga satu pukulan disiapkan oleh Yueyin. Kepalan tangan Yueyin mengeluarkan Energi Qi yang kuat dan melepaskannya ke perut pria itu.


Pria itu terpental ke bangunan-bangunan dibelakangnya hingga beberapa bangunan. Ternyata ia berhenti di bangunan tempat Han Shu berada. Ia tepat berhenti di depan Han Shu yang sedang duduk di sebuah kursi pendek dengan wajah yang tersungkur di lantai. Han Shu sedang menundukkan kepalanya, terlihat seperti sedang merenungkan sesuatu.


Ternyata, pria itu masih belum tumbang juga. Perlahan ia mengedipkan matanya dan berbaring sejenak untuk memulihkan sedikit tenaganya.


"Dia kuat sekali! Tubuhku terasa sakit semua!" ucapnya kesal.


"Apa kau lihat-lihat! Apa kau akan membunuhku." Pria itu melihat Han Shu menatap ke arahnya.


Namun, Han Shu tidak menjawab apapun hingga membuat pria itu kesal.


"Apa kau mendengarkanku? Hey, apa kau tuli? Ah sudahlah, aku akan pergi. Tidak ada gunanya aku di sini."


"Aku akan membalasnya!"


Setelah cukup berbaring, ia mulai beranjak bangun dan kembali untuk melawan Yueyin.


Tiba-tiba Han Shu mengehentikannya.


"Tunggu!"


Namun, karena sudah terlalu kesal dengannya. Pria itu tidak menghiraukan Han Shu. Ia tetap berniat pergi dari sana.


Baru sekali langkah berjalan...


"Kubilang tunggu!" Han Shu mengarahkan jari telunjuknya ke arah pria itu.


"Ugh, kenapa aku tidak bisa bergerak!" Pria itu merasa tubuhnya terasa berat hingga tidak kuat untuk berjalan.

__ADS_1


__ADS_2