Kaisar Iblis

Kaisar Iblis
Chapter 33 Merampok


__ADS_3

Perhatian! A**degan dalam cerita tidak untuk ditiru**!


Setelah Energi Qi di dalam ruang kamar itu terkumpul cukup banyak, Han Shu kemudian duduk bersila di belakang Luo Nan dan meletakan kedua telapak tangannya ke punggung Luo Nan untuk membantu penyerapan Energi Qi nya.


"Kau seharunya sangat berterima kasih padaku karena aku dua membantumu dua kali berturut-turut," gumam Han Shu.


"Formasi Penyerapan Tubuh!"


Han Shu membuat sebuah Formasi dalam tubuh Luo Nan agar dia dapat menyerap Energi Qi nya menjadi dua kali lebih cepat dari sebelumnya.


Setelah berhasil, Han Shu langsung melepaskan kedua telapak tanganya dari punggung Luo Nan.


"Sekarang apa yang akan aku lakukan untuk menunggunya hingga selesai berkultivasi?" Han Shu memikirkan hal yang akan dilakukan kedepannya.


"Mungkin aku harus mempersiapkan sesuatu sebelum pergi ke kota sebelah. Aku akan mencari beberapa uang untuk persiapan." Setelah memikirkan Han Shu menemukan hal yang akan dilakukannya.


"Tapi, dimana aku bisa mencarinya?" Han Shu merasa kebingungan memikirkannya.


"Mungkin aku akan kembali merampok saja. Sudah lama aku tidak merampok. Apa ada sebuah tempat yang bisa aku rampok? Bagaimana dengan Paviliun Obat? Pemilik Paviliun Obat ingin membunuhku, jadi jangan salahkan aku jika aku berbuat kasar, hehehe." Han Shu tertawa jahat saat memikirkannya.


"Aku sudah memutuskan! Sekarang ayo pergi ke Paviliun Obat!" Han Shu sangat bersemangat untuk pergi ke Paviliun Obat.


Sebelum Han Shu pergi, dia terlebih dahulu membuat Formasi Pelindung pada ruang kamarnya agar kultivasi Luo Nan tidak terganggu oleh siapapun dari luar.


Setelah selesai, Han Shu langsung pergi menuju Paviliun Obat. Dia berjalan dengan santai keluar dari penginapan dan menuju tempatnya.


"Mungkin kali ini aku harus menutupi sedikit wajahku karena, aku akan bertemu banyak orang disana. Akan sangat merepotkan jika aku langsung menjadi buronan disini."


"Yah, walaupun aku sudah menjadi Buronan Keluarga Besar. Tapi mereka sudah menganggapku mati, jadi mereka tidak akan mencariku lagi."


Han Shu berjalan melewati para pedagang yang berjualan di pinggir jalan. Ketika ada pedagang yang menjual kain, Han Shu mengambilnya tanpa ketahuan oleh penjualnya.


Kemudian Han Shu menyimpan kain itu sebelum nanti digunakan olehnya.


***


Di Paviliun Obat.


Seperti biasa suasananya sangat ramai pengunjung. Banyak sekali pengunjung yang mondar-mandir melihat-lihat semua bahan herbal yang ada di sana.

__ADS_1


"Paviliun Obat ini masih sangat ramai, Sepertinya Keluarga Lin belum memulai bisnis barunya," gumam Han Shu.


Han Shu kemudian menggunakan kain yang didapat tadi untuk menutupi sebagian wajahnya. Setelah itu, dia menyelinap secara diam-diam tanpa ketahuan penjaga disana. Han Shu berniat untuk langsung pergi menuju ruang pribadi Pemilik Paviliun untuk menemuinya.


Ketika sampai di depan pintu ruangan pribadi Pemilik Paviliun, Han Shu tidak langsung memasukinya. Dia terlebih dahulu memeriksa seseorang yang ada di dalam ruangan itu.


"Apa Pemilik Paviliun ada di dalam? Mungkin masih ada anak buahnya yang sedang melaporkan sesuatu. Aku akan memeriksanya terlebih dahulu." Han Shu memeriksanya dengan teliti.


"Sepertinya tidak ada, kalau begitu aku akan masuk dan menunggu Pemilik Paviliun kembali ke ruangannya."


Han Shu masuk ke dalam ruangan dan menunggu di sana. Dia menyembunyikan keberadaannya dengan baik untuk mengejutkan Pemilik Paviliun.


Setelah cukup lama menunggu, akhirnya Pemilik Paviliun masuk ke ruangan pribadinya.


Pemilik Paviliun berjalan menuju meja kerjanya. Setelah duduk di meja kerjanya, Han Shu dari belakang mengejutkannya dan langsung mengancamnya.


"Jika melihat ke belakang kau akan mati, jika berteriak kau akan mati, dan jika memanggil bantuan apapun kau juga akan mati. Jadi tenanglah sebentar. Aku ingin menanyakan sesuatu." Han Shu mengarahkan pedangnya pada leher Pemilik Paviliun.


"Siapa kau? Mengapa kau bisa masuk ke dalam ruangan pribadiku?" Pemilik Paviliun sangat terkejut sekaligus merasa takut karena sebilah pedang ada pada lehernya dan sudah siap untuk memenggalnya.


"Kau tidak dalam posisi untuk bertanya. Sekarang jawab pertanyaanku. Siapa yang ada dibelakangmu?" Han Shu mulai memberikan pertanyaan padanya.


"Kau membangun Paviliun Obat ini dengan usahamu tapi dengan bantuan orang lain juga, bukankah begitu? Sekarang mengakulah."


"Tidak, kau salah paham. Aku membangun Paviliun ini sendirian tanpa bantuan orang lain." Pemilik Paviliun tidak mengakuinya.


"Baiklah, sekarang kita ganti ke pertanyaan yang selanjutnya. Di mana gudang harta Paviliun ini?" Han Shu menanyakan pertanyaan yang mengejutkan.


"Apa! Apa yang akan kau lakukan dengan gudang harta Paviliun ku!?" Pemilik Paviliun berteriak tetapi, tidak terlalu keras untuk terdengar sampai luar ruangan.


"Bukankah, sudah aku katakan untuk tidak berteriak? Kau sedikit melanggarnya, ini sebagai peringatan terakhir dariku." Han Shu menggoreskan pedangnya pada leher Pemilik Paviliun hingga darahnya sedikit keluar.


"Baik baik, aku tidak akan berteriak lagi." Pemilik Paviliun panik.


"Jawab pertanyaanku, di mana gudang harta Paviliun ini?"


"Gudang Harta berada di lantai 2 dua Paviliun ini." Pemilik Paviliun menjawab dengan tangan gemetar.


"Apa ada Formasi Pelindung di sana? Atau juga Formasi Jebakan di gudang harta?"

__ADS_1


"Tidak ada, gudang harta tidak memiliki Formasi apapun." Pemilim Paviliun masih dalam keadaan gemetar.


"Baiklah, aku anggap itu sebagai jawabanmu. Percaya atau tidaknya, aku hanya perlu memastikannya saja."


"Sekarang aku akan pergi untuk memastikannya. Sebelum itu..."


Han Shu kemudian menekan titik akupuntur pada tubuh Pemilik Paviliun agar membuatnya tidak bisa bergerak ataupun berbicara.


Ssssss


"Sekqrang kau duduklah di sini dengan tenang, tidak usah mencoba pergi dari sini. Walaupun kau terus bersikeras untuk pergi, kau tidak akan bisa." Han Shu meletakan jari telunjuk pada kedua bibirnya untuk memberitahunya agar tetap diam.


Kemudian Han Shu segera pergi ke lantai dua untuk untuk memeriksa gudang hartanya.


Han Shu secara diam-diam menyelinap ke gudang harta tanpa sepengetahuan pelayan ataupun penjaga di sana.


Setibanya di Depan Gudang Harta.


"Hmmp, tidak ada tanda-tanda sebuah Formasi di gudang ini... Tapi aku harus tetap waspada, mungkin saja Formasinya akan aktif ketika aku masuk ke dalam," gumam Han Shu sembari memeriksa keadaan di sekitar.


"Ini sangat aneh. Di sekitar gudang harta tidak ada satupun orang yang menjaganya. Sepertinya dugaanku benar, Formasinya akan aktif ketika seseorang masuk ke dalamnya." Han Shu menyadari keanehan di gudang harta itu.


"Aku ingin tahu Formasi apa yang ada di dalamnya. Aku harap Formasi itu tidak mengecewakanku!"


Han Shu segera membuka pintu gudang harta itu dan langsung memasukinya. Setelah Han Shu masuk ke dalam, tidak ada tanda-tanda Formasi yang akan aktif.


"Apa dia berkata benar? Setelah aku masuk, tidak ada Formasi yang aktif. Kalau begitu, bukankah ini terlalu mudah."


Han Shu berkeliling gudang harta yang begitu luas sembari memindahkan semuanya ke dalam cincin penyimpanan miliknya.


"Ini adalah cincin penyimpanan yang aku dapatkan dari murid Sekte Naga Langit. Setelah aku memeriksanya, ini dapat menyimpan barang seluas satu rumah besar."


"Aku sangat berterima kasih padanya. Mungkin kita akan bertemu lagi..."


Han Shu terus menerus memindahkan seluruh harta di gudang harta itu. Membutuhkan waktu yang cukup lama untuk memindahkan semuanya.


Hingga akhirnya seluruh harta di gudang telah berhasil di pindahkan ke dalam cincin penyimpanannya.


"Sekarang aku akan pergi dari sini."

__ADS_1


__ADS_2