
Entah bagaimana mengetahuinya, Pemimpin Keluarga Lin berterus terang mengetahui perilaku Han Shu. Sampai saat ini, ia tidak menyadari kalau dirinya telah diamati olehnya.
"Kau mengamatiku?" Han Shu menyipitkan matanya pada Pemimpin Keluarga Lin.
"Tentu saja, dari awal kita bertemu aku sudah merasakan sesuatu yang misterius darimu. Aku tidak bisa begitu saja membiatkanmu memanipulasi Keluarga Lin." Pemimpin Keluarga Lin mengatakan yang sejujurnya.
"Sekarang ini, kau itu kawan atau lawan?" Han Shu menjadi waspada terhadapnya. Ia tidak tahu pihak mana yang sedang ia dukung.
Selama ini, Pemimpin Keluarga Lin sudah tahu apa yang direncanakan Han Shu kepada keluarganya, hingga kemungkinan besar ia akan menjadi musuhnya.
"Aku harap dia tidak menjadi musuhku untuk kali ini. Aku tidak peduli jika ia menjadi musuhku di masa depan, aku akan tetap melawannya," batin Han Shu.
"Musuh? Sebenarnya aku ingin kau mati karena kau mencoba memanfaatkan putriku yang polos. Tapi, aku tidak akan membunuhmu. Lagian aku tidak tahu batas kekuatanmu untuk saat ini. Aku masih belum yakin." Jawaban mengejutkan dikatakan Pemimpin Keluarga Lin.
"Jadi, apa sekarang kau menjadi kawan?" Han Shu ingin memastikannya sekali lagi. Mungkin saja ia hanya membual.
"Ya, untuk saat ini. Tapi, aku tidak tahu untuk setelahnya. Karena kau sudah mengetahui rahasiaku, mungkin kau akan menjadi musuhku. Tapi, sepertinya itu akan menjadi hal yang sulit karena putriku cukup menyukaimu. Baginya, Kau salah satu temannya yang berharga."
"Berharga, kah? Itu pernah dikatakan olehnya padaku. Tapi, aku tidak peduli semua itu. Masa depan adalah sesuatu yang tidak pasti. Kita tidak tahu apa yang akan terjadi ke depannya. Tapi, untuk sekarang aku berterima kasih padamu karena mau membantuku." Han Shu berterima kasih dengan sedikit ketulusan. Mungkin ia benar-benar tulus.
Pemimpin Keluarga Lin cukup terkejut dengan u acapan terima kasih Han Shu. Ia menahan tawanya yang hampir keluar.
"Apa aku tidak salah dengar? Orang sepertimu berterima kasih pada orang lain. Ini sesuatu yang menarik. Aku akan mengingatnya." Pemimpin Keluarga Lin berhasil menahannya.
Han Shu tidak peduli dengan pendapat orang lain. Mau ia ditertawakan atau apapun ia tidak peduli. Jika musuh, ia pasti akan melawannya.
"Sebenarnya, seberapa jauh dia mengamatiku?" batin Han Shu bertanya-tanya.
Saat mereka sedang berbincang-bincang, Raja Iblis yang cukup bosan menunggu mereka selesai langsung bergabung dalam perbincangan mereka.
"Apa perbincangan kalian sudah selesai?" Raja Iblis langsung mendekat dan berhenti tepat di depan mereka. Jarakanya sangat dekat, bahkan terlalu dekat.
Melihatnya mendekat, Pemimpin Keluarga Lin langsung membalikkan wajahnya ke arahnya.
"Oh, jadi kau Raja Iblis itu... Kau benar-benar kuat. Dengan kekuatanku saat ini, sepertinya aku tidak akan menang melawanmu." Pemimpin Keluarga Lin langsung mengakui perbedaan kekuatannya dengan Raja Iblis.
Han Shu dibuat terkejut lagi dengan pengakuan itu, "Hey, apa sekarang kau kembali menjadi bodoh? Secara tidak langsung kau mengakui kekalahanmu seperti itu."
"Heh, aku hanya mengatakan yang sejujurnya. Kekuatannya sangat jauh dibandingkan diriku." Pemimpin Keluarga Lin tetap mengakuinya. Entah itu sebuah kejujurqn ataupun tidak, Han Shu tidak bisa memastikannya.
"Tapi..." Pemimpin Keluarga Lin menghentikan perkataannya.
Tiba-tiba Ia memukul wajah Raja Iblis hingga membuatnya terpental puluhan meter. Pukulan itu pas mengenai hidungnya hingga membuatnya berdarah.
__ADS_1
"Aku belum mencoba melawanmu. Jadi, ayo kita bertarung." Ia melanjutkan perkataannya.
"Manusia, beraninya kau memukulku!" Raja Iblis terlihat marah kepada Pemimpin Keluarga Lin.
Pemimpin Keluarga Lin kemudian membisikkan sesuatu pada Han Shu. "Aku akan menahannya untuk sementara waktu. Kau pulihkan saja kekuatanmu terlebih dahulu. Tapi, jangan coba-coba untuk kabur dari sini. Kalau tidak, aku bisa mati olehnya." Pemimpin Keluarga Lin tersenyum dengan artian lain.
"Aku tidak akan lari." Han Shu membalas singkat. Sementara itu, Pemimpin Keluarga Lin langsung mempercayainya begitu saja.
Han Shu kemudian turun ke bawah dan mencari tempat yang tenang, tempat yang tak jauh dari tempat pertarungan. Kemudian ia mulai memulihkan dirinya.
"Aku akan segera kembali," batinnya.
.........
Sementara itu, setelah Han Shu pergi, Raja Iblis langsung memerintahkan pasukannya untuk menyerang pasukan rahasia Keluarga Lin.
"Serang mereka! Jangan biarkan mereka hidup!"
Tetapi, untuk saat ini Raja Iblis masih belum turun tangan untuk bertarung.
Pasukan Ras Iblis langsung menyerbu pasukan rahasia Keluarga Lin. Pemimpin Keluarga Lin lalu memberikan perintah untuk menyerang juga.
"Serang mereka!"
Boom!
Boom!
Boom!
Sebuah pasukan yang begitu terlatih dengan mudahnya membunuh satu persatu pasukan Ras Iblis.
Jumlah pasukan Ras Iblis semakin lama menjadi semakin berkurang secara drastis. Sedangkan pihak pasukan rahasia Keluarga Lin hanya beberapa puluhan yang gugur.
Boom!
Srat!
Boom!
Pasukan Ras Iblis terus menurun, hingga menyisakan setengah dari jumlah aslinya. Walaupun pertempuran sudah berlangsung lama, pasukan rahasia Keluarga Lin masih memiliki kekuatan cukup untuk menghadapi mereka.
Mereka terlihat sangat mendominasi walaupun perbedaan jumlah mereka terlalu besar. Hingga akhirnya saat-saat mendominasi itu mulai mereda.
__ADS_1
Kesembilan Jenderal Iblis akhirnya mengambil tindakan. Satu persatu pasukan rahasia Keluarga Lin dibunuh oleh mereka. Mereka berpencar dan terus membunuh pasukan rahasia Keluarga Lin.
Walaupun pasukan rahasia Keluarga Lin menyerangnya secara bersamaan, mereka tetap tidak bisa memberikan perlawanan yang signifikan. Mereka dengan begitu mudahnya terbantai oleh Jenderal Iblis.
"Gawat, pasukanku tidak akan bisa melawan mereka!"
Pemimpin Keluarga Lin langsung melesat ke arah Jenderal Iblis yang ia lihat untuk membantu pasukannya melawan mereka.
Namun tak disangka, Pemimpin Keluarga Lin mampu mengimbangi kekuatan salah satu Jenderal Iblis. Tetapi, kekuatan penuhnya masih belum terlihat sama sekali.
"Sekarang kau menjadi lawanku!" kata Pemimpin Keluarga Lin dihadapan Jenderal Iblis. Ia langsung menyerangnya begitu saja.
"Heee, manusia lemah sepertimu ingin melawanku? Hahaha, dari mana asal keberanianmu itu?" Jenderal Iblis malah menertawainya.
Karena kesombongan itu, Pemimpin Keluarga Lin langsung menyerangnya secara kilat saat Jenderal Iblis masih tertawa.
Wush!
Boom!
Pemimpin Keluarga Lin memberikan pukulan yang kuat ke arah perut Jenderal Iblis. Jenderal Iblis terjatuh ke daratan karena kuatnya pukulan itu hingga membuat lubang besar di bawahnya.
Pemimpin Keluarga Lin tidak memberikan waktu untuk melawan, ia langsung melesat dan memberikan serangan pada Jenderal Iblis untuk yang kedua kalinya.
Jenderal Iblis yang masih terbaring di tanah yang berlubang terkejut dengan serangan lanjutan itu. Ia belum sempat bangkit karena tubuhnya terasa sakit.
Boom!
Lubang itu menjadi semakin besar dan semakin dalam. Jenderal Iblis merasakan serangan yang kuat hingga membuat tubuhnya cukup terluka.
Tetapi, luka ditubuh Jenderal Iblis perlahan mulai menyembuhkan diri karena efek regenerasi tubuhnya.
Pemimpin Keluarga Lin sedikit terkejut dengan hal itu. "Tubuhmu bisa beregenerasi, kah? Ini menjadi semakin sulit." Pemimpin Keluarga Lin menapakan kakinya di atas tubuh Jenderal Iblis yang terbaring.
"Bagaimana jika kepalamu terpisah dari tubuhmu? Apa kau masih bisa beregenerasi?" Pemimpin Keluarga Lin langsung mendapatkan idenya.
Saat Pemimpin Keluarga Lin mengatakan hal itu, Jenderal Iblis langsung bangkit dan beranjak keluar dari lubang itu.
Untuk sementara waktu, Pemimpin Keluarga Lin hanya diam di dalam sana tanpa mengejar Jenderal Iblis.
"Ternyata kekuatannya lebih dari yang kuduga. Iblis dari dunia atas benar-benar kuat." Terlihat Pemimpin Keluarga Lin tahu dari mana pasukan Ras Iblis berasal. Entah rahasia apa yang ada pada dirinya.
Setelah beberapa saat kemudian, Pemimpin Keluarga Lin akhirnya keluar dari lubang itu dan langsung mendapatkan sambutan dari 9 Jenderal Iblis.
__ADS_1
"Hmmm, sekarang kalian menyambutku..."