
Tanpa diduga, bualan Han Shu membuat para pasukan menjadi tergerak dan bersemangat.
"Aku tidak menyangka bualanku berhasil. Lalu, mereka sudah semakin dekat, aku harus mulai bergerak," batinnya.
"Semuanya dengarkan aku!"
"Pasukan Ras Iblis sudah mendekat, persiapkan diri kalian!" teriak Han Shu.
"Ya!" teriak mereka serentak. Mereka langsung mempersiapkan diri mereka dan terbang ke langit menunggu kedatangan Ras Iblis.
Mereka telah mempersiapkan diri dengan senjata penuh mereka masing-masing. Sembari menunggu, mereka menelan ludahnya sendiri karena tidak tahu bagaimana kekuatan pasukan lawan.
Setelah menunggu beberapa menit, pasukan Ras Iblis mulai terlihat. Para pasukan langsung diliputi rasa terkejut dan keputusasaan di wajahnya.
Senjata yang mereka pegang dengan erat, semakin longgar dan hampir terjatuh.
"Tidak mungkin..." Mereka tiba bisa mempercayai apa yang mereka lihat. Namun, mereka harus mempercayainya.
"Bagaimana mungkin kita menang melawan mereka..."
Banyak dari mereka yang berkeinginan untuk kabur. Namun, mereka ingat dengan perkataan Han Shu. Mereka masih memiliki keluarga yang harus mereka lindungi. Sedangkan, yang sudah tidak memilikinya mereka langsung kabur demi keegoisan mereka.
Hingga ketika jarak pasukan manusia dengan pasukan Ras Iblis hanya puluhan meter. Pasukan manusia merasa tertekan dengan intimidasi lawan mereka.
Tanpa diliputi rasa takut, Han Shu mendekat hingga jarak mereka hanya beberapa meter dari mereka.
Pasukan manusia langsung terkejut dengan tindakan Han Shu. Mereka menyangka Han Shu akan menyerahkan dirinya kepada mereka.
Namun, Han Shu tidak menanggapi mereka, ia lebih memfokuskan diri pada pasukan Ras Iblis.
"Beraninya mereka melancarkan intimidasi padaku. Aku tidak akan membiarkan mereka memainkan momentumnya." Han Shu melepaskan aura membunuhnya untuk menghilangkan intimidasi mereka.
Dengan aura membunuh yang begitu kuat, yang terkuat yang pernah ia keluarkan setelah sebelumnya kepada orang dari Benua Lin. Han Shu berhasil membuat Intimidasi mereka leyap bahkan mereka sampai terkejut terutama Raja Iblis.
"Ini batas yang bisa aku lepaskan dari tubuh ini," batinnya sembari menahan rasa sakit karena terlalu memaksakan diri.
Han Shu kemudian memakan pil untuk memulihkan diri. Setelah itu, Han Shu mulai berbicara kepada Ras Iblis.
"Kalian Ras Iblis dari mana?!"
Tentu saja mereka tidak menganggap serius perkataan Han Shu.
__ADS_1
"Rupanya kau manusia yang sebelumnya. Bagaimana bisa kau masih hidup. Kau sangat menarik. Kau memiliki aura membunuh yang cukup kuat, yang terkuat dibandingkan manusia dibelakangmu itu."
Raja Iblis menanggapi perkataan Han Shu. Ia mendekat ke arah Han Shu sebagai bentuk meremehkan. Hingga jarak mereka tidak lebih dari satu meter.
"Tidak usah berbasa basi lagi. Bisakah kita mulai?" Han Shu berkata di depan wajah Raja Iblis.
"Manasia, kau sangat percaya diri, apa kau tidak melihat pasukanmu terlihat ketakutan? Mereka putus asa. Aku menyukai ketakutan dan keputusasaan manusia!"
"Aku tidak butuh mereka! Mereka hanya orang lemah yang mudah takut! Aku hanya perlu diriku sendiri untuk menangani kalian!"
Han Shu sengaja memprovokasi pasukan Ras Iblis. Sekaligus memprovokasi pasukan manusia agar menghilangkan ketakutan mereka.
"Beraninya dia meremehkan kita! Kita tidak takut dengan mereka! Kita tunjukan seberapa kuat kita pada mereka!" Dan dengan mudahnya pasukan manusia terpengaruh dengan provokasi Han Shu.
Kini ketakutan mereka perlahan memudar. Hanya semangat yang membara yang kini terlihat di wajah mereka.
Han Shu pun melanjutkan provokasinya kepada Raja Iblis, "Apa ini situasi yang kau sukai?" Han Shu menyeringai padanya.
"Manusia, kau berhasil membuatku kesal. Sebutkan namamu, aku akan mengingat nama orang yang akan mati karena memprovokasiku."
"Heh, apa kau pikir aku akan mati semudah itu?" Han Shu tidak ingin kehilangan momentum yang saat ini ia dapatkan.
"Aku memang tidak menjamin diriku tetap hidup setelah perang ini. Tapi setidaknya, aku masih bisa melindungi banyak orang dari ancaman mereka."
"Tapi kali ini, aku ingin merubah pemikiranku. Aku ingin sedikit mungkin terjatuhnya korban di pihak manusia."
"Jika aku tidak bisa melindungi orang-orang ini, salahkanlah mereka sendiri karena tidak memiliki kekuatan untuk melawan merek," batin Han Shu.
Dunia ini hanyalah dunia yang sangat kecil, dengan dataran yang tidak terlalu luas. Sangat jauh jika dibandingkan dengan Dunia Immortal.
Menjadi kultivator adalah hal yang umum bagi banyak orang. Mereka berusaha menjadi kuat, bahkan berusaha menjadi yang terkuat untuk mendapatkan kekayaan, kedudukan dan kemulian.
Membunuh adalah hal yang biasa bagi mereka. Mereka bahkan rela mati hanya demi mendapatkan sesuatu yang membuat diri mereka menjadi lebih kuat.
Lalu, bagaimana dengan orang biasa? Mereka hanya bisa tertindas. Mereka lemah! Tidak bisa melindungi diri mereka dari tindasan para kultivator. Apa salah mereka!"
Padahal mereka tidak memiliki apapun yang dapat mengancam Kultivator. Tapi apa! Mereka tetap menindas mereka!
Apa orang biasa tidak bisa menjadi kultivator? Tentu saja tidak. Jawabannya akan selamanya seperti itu.
Namun, tanggapan itu terbantahkan oleh guru dari Xin Feng(Han Shu). Ia hanyalah orang biasa yang sering kali tertindas oleh para kultivator.
__ADS_1
Dengan kebenciannya terhadap mereka, ia berusaha membuat sebuah tempat penelitian untuk menjadikan orang biasa sebagai kultivator.
Namun, dengan kejamnya ia menggunakan anak-anak orang biasa sebagai subyeknya. Ia menculik hingga lebih dari ribuan anak-anak hingga akhirnya mendapat keberhasilan.
Rata-rata kehidupan manusia biasa maksimalnya hanya sampai 150 tahun. Namun, ia dapat bertahan hidup hingga hampir 1000 tahun lamanya dengan memakan pil memperpanjang usia.
Selama ratusan tahun ia melakukan penelitian. Setiap hari satu persatu subyeknya banyak yang mati. Namun karena kebenciannya, rasa belas kasihan semakin memudar.
Ketika usia yang ke 500 tahun, ia berhasil membuat satu subyeknya menjadi seorang kultivator diikuti dengan subyek lainnya di kemudian hari. Namun, masih banyak hambatan yang harus dihilangkan.
Energi Qi yang dapat diserap dan tersimpan dalam tubuh mereka sangatlah sedikit, sangat jauh dibandingkan dengan kultivator pada umumnya. Sedangkan jurus dan teknik beladiri yang harus mereka pelajari membutuhkan energi qi yang cukup banyak.
Tetapi, hal itu tidak membuatnya putus asa. Ia terus menerus melakukan penelitian bahkan semakin lama, ia menjadi semakin kejam. Ia semakin gila dalam penelitiannya.
Karena itu, ia membuat jurus dan teknik beladiri dan memodifikasi jurus-jurus orang lain hingga penggunaan qi menjadi efektif dengan subyeknya.
Pertanyaannya, bagaimana bisa orang biasa membuat jurus dan teknik beladiri?
Ternyata ada seorang kultivator misterius yang mengetahui tentang penelitiannya. Ia tiba-tiba menawarkan diri untuk membantunya.
Ratusan bahkan ribuan jurus berhasil ia ciptakan. Kebanyakan dari semua jurus itu adalah hasil modifikasi dari jurus orang lain. Namun, masih banyak yang belum sempurna.
Tiba-tiba masalah lain datang. Banyak subyek yang tiba-tiba meledak karena energi yang tidak terkontrol.
Semakin lama kesehatannya semakin memburuk. Pil Memperpanjang usia semakin tidak efektif. Dengan dibantu rekan kultivatornya, ia juga melakukan penelitian alkemis.
Ketika diusia yang ke 900, ia mendapatkan subyek yang paling sempurna diantara semua sebyek yaitu Xin Feng (Han Shu).
Ia berhasil membuat Xin Feng menjadi kultivator tanpa terjadi ledakan energi yang tidak terkontrol.
Satu persatu Xin Feng mempelajari semua jurus ciptaannya dan ribuan kali jatuh diambang kematiannya karena jurus yang belum sempurna.
Ketika kesehatan guru Xin Feng semakin memburuk, Xin Feng mencari kesempatan untuk membunuhnya. Hingga akhirnya ia berhasil.
Dengan bekal yang dapatkan dalam penelitian itu, ia juga berhasil membunuh rekan kultivator dengan perlawanan yang hampir membuat Xin Feng mati.
Dengan mempelajari semua hasil penelitiannya, Xin Feng melakukan perjalan di dunia luar sekaligus menyempurnakan semua jurus yang belum sempurna.
"Ahh, tiba-tiba aku teringat masa lalu."
"Walaupun kau orang yang membuatku menderita, kau sudah kuanggap sebagai guruku sendiri karena aku banyak belajar darimu."
__ADS_1
Han Shu menatap tajam Raja Iblis dan mengatakan namanya.
"Namaku... Xin Feng! Ingat itu!"