
Angin berhembus kencang melewati dua orang yang sedang berhadapan satu sama lain. Mereka adalah Han Shu dan Pemimpin Kelompok Serigala Malam.
"Siapa namamu, bajingan?" tanya Pemimpin Kelompok Serigala Malam dengan urat nadi yang nampak di keningnya.
"Bukankah lebih baik kau dulu yang menyebutkan namamu?" Han Shu terlebih dahulu ingin mengetahui nama orang yang di lawannya.
"Aku Xue Jian, Pemimpin Kelompok Serigala Malam. Hari ini aku akan membunuhmu!" tegasnya.
"Aku... Han Shu, Pangeran Pertama Kekaisaran Han." Jawab Han Shu kembali dengan ekspresi dingin
"Apa! Pangeran??" Ia nampak terkejut sekaligus tak percaya dengan jawaban Han Shu. Ia dengan tiba-tiba melayangkan pukulan ke arah Han Shu dengan setengah dari kekuatannya.
Namun, Han Shu berhasil menangkapnya dengan tangan kirinya. Kemudian ia membalas serangan itu dengan pukulannya juga.
Pukulan Han Shu mengarah ke perut Xue Jian. Tetapi, Xue Jian juga berhasil menangkap pukulan Han Shu denagn tangan kirinya. Namun, tangan kirinya bergetar karena kuatnya pukulan Han Shu.
Xue Jian segera melepas tangan Han Shu dan sedikit menjauh dari Han Shu untuk menjaga jarak.
"Sepertinya aku meremehkanmu." Xue Jian masih melihat tangan kirinya m yang bergetar.
Han Shu menanggapi perkataan Xue Jian dengan ekspresi dingin. Sehingga membuat Xue Jian kesal.
"Sialan! Kau mengabaikanku!" Ia melesat ke arah Han Shu dan kembali melayangkan beberapa pukulan ke arahnya.
Han Shu dengan tenang menghindari semua pukulannya. Hal itu membuat Xue Jian semakin kesal. Ia mempercepat pukulannya dan semakin cepat namun tetap saja tidak bisa mengenainya satu kalipun.
"Kau cuma berani menghindar, hahaha. Coba terima pukulanku!" Xue Jian tertawa masih sembari melayangkan pukulannya.
"Mengapa di dunia ini ada orang sebodoh dirimu? Bukankah pukulan ada untuk dihindari? Kalau begitu terima ini!" Sekali lagi Han Shu membalas dengan ekspresi dingin.
Han Shu kemudian melayangkan pukulan cepat ke dada Xue Jian. Menyadari hal itu Xue Jian langsung menahannya dengan kedua tangannya.
Krak!
Salah satu lengan Xue Jian patah karena menahan pukulan Han Shu. Kedua bola matanya mengarah ke lengannya yang patah. Han Shu kembali melayangkan pukulan yang tidak bisa dihindari oleh Xue Jian.
Boom!
Pukulan itu mengenai perutnya hingga ia terpental puluhan meter hingga merobohkan pepohonan di belakangnya.
__ADS_1
"Hmmm, padahal sudah beberapa bulan tapi kultivasimu sungguh parah. Sepertinya di sini kau hanya bermain-main saja," batin Han Shu.
Han Shu memejamkan matanya dan ketika ia membuka matanya ia langsung menyeringai dan melihat ke arah pepohonan yang roboh.
Ia kemudian melesat ke arah Xue Jian yang masih terbaring dengan ekspresi wajah yang terus menyeringai.
"Berisik kau! Kau hanyalah kepribadian ganda yang tidak sengaja aku dapatkan!" batinnya.
"Terserah kau saja, bukankah kau ingin cepat membalas kematianmu?" Dalam kepalanya terdengar pertanyaan dari kepribadian gandanya.
"Aku pasti akan membalasnya, tapi itu urusan belakangan. Untuk sekarang aku akan mengacau di sini." balas Han Shu.
Xue Jian bangun setelah meringkuk kesakitan. Kemudian ia menatap kesal ke arah Han Shu.
"Gawat! Ia mendekat lagi! Aku tidak boleh terkena pukulannya lagi!" batin Xue Jian.
Tiba-tiba memgeluarkan Energi Qi yang kuat dari dalam tubuhnya hingga Han Shu sampai berkeringat merasakannya. Mata Xue Jian kini menyala-nyala karena luapan energinya. Angin berhembus semakin kencang dan semakin kencang.
"Masa bodo dengan energi kuatnya! Aku akan menghancurkan apapun yang mengalangiku!" Han Shu bersiap melayangkan serangannya, dari tubuh Han Shu muncul energi petir. Ia memusatkan energi petir itu ke kepalan tangannya.
Boom!
Benturan energi terjadi hingga membuat angin di sekitar mereka berhembus sangat kencang hingga pepohon di dekat mereka banyak yang roboh.
Sementara, para pasukan milik Xue Jian semakin menjauh untuk menyaksikan pertarungan pemimpin mereka. Mereka tidak berani mendekat maupun membantunya karena takut akan kematian.
"Bagaimana ini? Apa kita harus membantu pemimpin kita?" tanya salah seorang prajurit.
"Apa kau gila? Kalau ingin mati silahkan saja, aku tidak mau mempertaruhkan nyawaku untuk itu."
"Lawannya terlihat sangat kuat, bahkan bos saja terlihat kewalahan melawannya."
"Bukankah kalian sudah berjanji untuk mati untuknya demu membantu memenuhi tujuannya?"
"Aku tidak peduli lagi, aku akan pergi dari sini! Aku keluar dari Kelompok ini." Salah seorang prajurit mulai pergi meninggalkan pasukannya.
Sementara, prajurit lainnya memikirkan terlebih dahulu keputusannya.
Hingga akhirnya satu persatu prajurit mulai membubarkan diri mereka, pergi meninggalkan pasukannya.
__ADS_1
Hingga pasukannya kini tersisa dua ratus prajurit saja. Mereka masih percaya kalau pemimpin mereka akan mengalahkan lawannya.
"Aku akan tetap menunggu di sini."
"Aku juga..."
"Aku juga..."
Di tempat pertarungan, Han Shu terus menyerang Xue Jian dengan energi petir tetapi hal itu tidak berpengaruh apapun pada Xue Jian.
Tubuhnya selalu terlindungi oleh energi yang meluap-luap.
"Merepotkan sekali!" batin Han Shu kesal.
"Tapi tidak mungkin dia bisa mempertahankan energinya dengan waktu yang lama. Sementara aku akan menghindari serangannya terlebih—"
Tiba-tiba sebuah serangan yang tidak diketahui oleh Han Shu mengenainya. Sekali pukulan dari Xue Jian membuat tubuhnya terluka parah. Darah keluar dari mulutnya bahkan sampai sekujur tubuhnya.
Han Shu segera menjaga jarak dari Xue Jian namun Xue Jian selalu menyusulnya dengan cepat.
Hingga Han Shu pun terkena serangan terus menerus.
"Semakin lama dia jadi semakin cepat. Aku kesulitan menghindari serangannya."
"Aku tidak tahu sampai berapa lama dia dapat mempertahankan kecepatannya itu, tapi jika aku terus terkena serangannya tubuh ini tidak akan bertahan lama." batin Han Shu.
Hingga sebuah gelombang energi yang teramat kuat membentuk sebuah naga berwarna ungu mengarah ke tubuh Han Shu. Han Shu segera melindungi tubuhnya dengan Energi Qi miliknya.
"Tunggu, serangan ini!!! Bagaimana bisa dia mempelajarinya! Tidak mungkin, ini tidak mungkin!" Han Shu terkejut.
Namun Energi Qi miliknya tidak dapat menahan serangan itu dengan lama. Gelombang energi itu menghantam tubuh Han Shu hingga terpental ratusan meter jauhnya menghantam pepohonan di belakangnya.
Energi yang meluap-luap di tubuh Xue Jian perlahan kini semakin menyusut dan akhirnya menghilang.
Xue Jian tidak dapat mempertahankan tubuhnya. Ia sudah tidak bisa berdiri lagi karena rasa lelah yang dirasakannya. Ia berbaring lemah di tanah sembari memandang langit yang berwarna biru cerah.
"Akhirnya aku dapat membunuhnya. Guru, sekarang aku sudah bisa menguasai jurus ini walaupun, ini menghabiskan banyak energi Qi ku," batin Xue Jian.
Para pasukan Xue Jian yang melihat kemenangan bosnya segera beranjak menemuinya dan membantunya berdiri.
__ADS_1
"Bos, syukurlah kau tidak apa-apa." Para pasukan Xue Jian merasa lega karena pemimpin mereka memenangkan pertarungannya.
Namun, itu semua itu belum berakhir...