
Pergerakan para Jenderal Iblis langsung terhenti setelah Han Shu berada di depan mereka. Mereka terlihat mewaspadainya karena kekuatan yang tidak terduga darinya membuat setengah dari jumlah Jenderal Iblis mati di tangannya.
"Kalian berhati-hatilah! Jangan sampai lengah!" Salah satu Jenderal Iblis memberi peringatan kepada yang lainnya.
"Mengapa sekarang kalian begitu mewaspadaiku? Bukankah kalian ingin membunuhku? Cepatlah, serang aku dengan semua kekuatan kalian," pinta Han Shu.
Namun, permintaan Han Shu tidak dipedulikan oleh para Jenderal Iblis. Sekarang mereka sangat berhati-hati sebelum menyerang. Mereka hanya bersiap dalam posisi bertahan menunggu Han Shu menyerang mereka.
"Haaaahh, sepertinya sekarang kalian sudah menjadi pecundang. Membosankan sekali." Han Shu menghela nafas panjang.
"Manusia! Jangan meremehkanku!"
Dengan bodohnya salah satu Jenderal Iblis menyerang Han Shu dengan tergesa-gesa tanpa rencana apapun.
Han Shu dengan mudahnya menghindari semua serangannya dan langsung memberikan serangan balasan yang tidak begitu kuat padanya. Tetapi serangannya masih membuat Jenderal Iblis terpukul mundur ke tempatnya semula.
"Jangan terburu-buru, kalian datanglah secara bersamaan." Han Shu memprovokasinya.
Tiba-tiba Jenderal Iblis yang terkena serangan Han Shu memuntahkan banyak darah dari mulutnya. Darahnya terus menerus mengalir dan terlihat tidak mau berhenti walaupun ia berusaha menghentikannya.
Huekk...
"Apa yang terjadi padamu?" Jenderal Iblis lain panik saat melihatnya terus memuntahkan darah.
Sementara itu, Han Shu tidak tahu apa yang terjadi dengannya. "Padahal seranganku tadi sangat lemah, mengapa dia terlihat terluka parah? Apa mungkin..."
"Aku terluka parah karena serangan kuat yang sebelumnya. Walaupun aku berhasil bertahan, aku masih mendapat luka dalam yang sangat parah. Bahkan regenerasi tubuhku tidak terlalu berpengaruh untuk menyembuhkannya." Jenderal Iblis itu menjawab kekhawatiran Jenderal Iblis lain.
"Apa! Mengapa kau tidak bilang. Seharusnya kau bilang pada kami. Lalu mengapa kau sangat ceroboh menyerangnya dalam kondisimu yang terluka parah." Jenderal Iblis lain malah memarahinya.
"Kau pergilah dari sini ke tempat Raja Iblis dan laporkan pertarungan kita melawan manusia di sini. Aku harap dia mau membantu kita di sini." Jenderal Iblis lain menyuruhnya pergi.
"Baiklah, aku akan pergi dari sini. Tapi, bagaimana caraku pergi? Manusia itu tidak mungkin membiarkanku pergi," tanya Jenderal Iblis itu.
"Kami bertiga akan menahannya sebisa mungkin." Mereka menjawab dengan kompak.
"Tapi kalian... Aku tidak bisa membiarkan kalian melawannya. Kalian pasti juga terluka karena serangannya tadi. Kita harus bertarung bersama." Ia mengkhawatirkan Jenderal Iblis yang lainnya.
"Tidak, luka kami sudah pulih. Kau tidak usah pedulikan kami. Cepatlah pergi! Kalau kau terlalu lama di sini, kau tidak akan bisa pergi." Mereka terus mendesaknya.
__ADS_1
"Baiklah, kalian berhati-hatilah." Dengan tergesa-gesa ia menjauh dari Han Shu dan akan menggunakan Ruang Dimensi untuk berpindah tempat ketika jarak mereka sudah cukup jauh.
Han Shu yang tidak mendengar pembicaraan mereka merasa sangat bosan. Ia seperti sedang menonton drama perpisahan mereka.
"Apa kalian sudah selesai?" tanya Han Shu.
Namun, Para Jenderal Iblis tidak membalasnya. Ketika Han Shu melihat salah satu Jenderal Iblis berusaha pergi secara diam-diam, ia menyadari kalau pembicaraan mereka telah selesai.
"Sepertinya kalian sudah selesai. Ngomong-ngomong kau mau pergi kemana? Apa kau benar-benar meninggalkan teman kalian di sini? Kau tahu bukan, aku akan membunuh mereka. Apa kau benar-benar akan pergi?" Han Shu bertanya pada Jenderal Iblis yang pergi.
Jenderal Iblis itu berhenti sejenak dan berbalik melihat Jenderal Iblis lainnya. Ia sebenarnya tidak ingin pergi, tapi ia harus memaksakan dirinya.
"Jangan pedulikan perkataannya! Kami akan baik-baik saja di sini!" Jenderal Iblis lain mencoba menghilangkan kekhawatirannya.
Jenderal Iblis itu menangguk dan melanjutkan kepergiannya.
"Mengapa malah jadi aku yang terlihat seperti orang jahat disini? Padahal kalian yang berniat menghancurkan dunia ini." Han Shu benar-benar merasakan hal itu.
"Ah sudahlah, aku tidak peduli lagi." Han Shu melesat dengan cepat ke arah Jenderal Iblis dan bersiap untuk melancarkan sebuah serangan.
Melihat hal itu, para Jenderal Iblis bersiap dalam posisi bertahan menunggu serangannya datang. Mereka terlihat sangat terfokus dengan Han Shu.
Namun, orang yang sebenarnya dituju oleh Han Shu bukanlah mereka melainkan Jenderal Iblis yang sedang beranjak pergi.
Menyadari hal itu para Jenderal Iblis lain langsung bergegas mengejar Han Shu dengan sekuat tenaga mereka untuk menghentikannya.
"Berhenti kau! Lawanlah aku! Jangan jadi pecundang yang menggertak yang lemah!" teriak mereka.
Han Shu sama sekali tidak mempedulikan mereka. Ia hanya fokus pada apa yang di depannya.
Jenderal Iblis yang beranjak pergi langsung mempercepat pergerakannya setelah menyadari kalau Han Shu mengejar dirinya.
"Mengapa dia mengejarku? Aku harus pergi dari sini!" Ia merasa panik.
Namun, karena lukanya yang sangat parah pergerakannya menjadi terhambat. Ia dapat dengan mudah diraih oleh Han Shu beberapa saat lagi.
"Tidak, aku tidak bisa lari darinya! Aku akan langsung membuka Ruang Dimensiku si sini!" Jenderal Iblis itu dengan cepat bergegas membuka Ruang Dimensinya.
Namun karena merasa panik, ia menjadi terhambat dalam membuka Ruang Dimensinya. Sedangkan jarak Han Shu sudah semakin dekat darinya.
__ADS_1
"Rasakan ini!" Han Shu menunjukkan seringainya yang menakutkan padanya.
Tanpa menengok ke belakang Jenderal Iblis itu fokus membuka Ruang Dimensi. Padahal dibelakangnya sudah ada kematian yang hampir menjemputnya.
Saat serangan Han Shu hampir mengenainya, tiba-tiba Jenderal Iblis lain muncul di depannya dan menerima serangan Han Shu.
Boom!
Jenderal Iblis itu langsung terpental puluhan meter karena serangan Han Shu. Walaupun tidak terpental jauh, ia masih mendapatkan luka yang cukup parah karena kuatnya serangan.
Sementara itu, 2 Jenderal Iblis lainnya langsung menarik Jenderal Iblis yang dituju oleh Han Shu dan langsung membawanya menjauh.
"Mengapa kau tidak segera pergi! Apa yang membuatmu lama untuk pergi! Karena kau dia harus menahan serangan yang tertuju padamu." Mereka memarahi dirinya.
Setelah jarak mereka cukup jauh, mereka berhenti dan kembali menyuruhnya pergi.
"Sekarang kau pergilah. Lupakan semua kekhawatiranmu itu." 2 Jenderal Iblis terus mendesaknya.
"Baiklah." Ia kemudian membuka Ruang Dimensinya dan beranjak pergi.
Namun, tiba-tiba Ruang Dimensinya tertutup kembali sehingga membuatnya tidak bisa pergi.
"Apa yang terjadi?" Ia pun kebingungan.
Kedua Jenderal Iblis yang menyadari dirinya belum pergi langsung memarahinya lagi.
"Mengapa kau tidak pergi juga! Kalau kau tidak mau biarkan aku yang menggantikanmu!"
"Tapi Ruang Dimensiku tiba-tiba menghilang. Aku tidak bisa membukanya lagi."
"Apa! Bagaimana bisa terjadi!? Apa manusia itu yang melakukannya!?" Para Jenderal Iblis langsung menatap Han Shu.
"Kalian tidak akan bisa pergi dari sini," kata Han Shu dengan seringainya.
Han Shu memblokir semua Ruang Dimensi Jenderal Iblis sehingga mereka tidak memiliki cara untuk kabur.
"Kalian tidak memiliki pilihan lain selain melawanku di sini." Han Shu melanjutkan perkataanya.
#Sebenarnya giveaway pulsa gak jadi karena yang berpartisipasi sedikit, tapi ya... sudahlah. Dari pada ga jadi.
__ADS_1
Selamat untuk no. di bawah ini.