
Yueyin berdiri di atas binatang buas yang telah dibunuhnya dan melihat kelompok peserta yang terlihat ragu untuk menyerangnya.
"Karena kalian diam saja, aku saja yang akan memulainya." Yueyin melesat ke arah mereka dengan sangat cepat dan berhasil menumbangkan salah satu dari mereka. Namun, ia tidak sampai membunuhnya karena larangan.
"Andai saja tidak ada larangan aku akan membereskan mereka semua. Aku tidak bisa membuat masalah dengan panatua sekte sekarang sebelum aku menemukan tuanku." batin Yueyin.
"Serang dia bersama-sama!" Salah seorang yang bersikap pemimpin menginstruksi mereka.
Hya!!!!
"Sepertinya dia yang membentuk kelompok ini." Yueyin menyadarinya.
Yueyin kemudian melanjutkan serangannya dengan mengincar pemimpin mereka. Namun, hal itu tidak semudah yang ia pikirkan. Kecepatannya begitu lincah hingga sulit untuk menyerangnya.
Yueyin terus berusaha namun semakin lama, dia semakin sulit untuk melakukannya karena mereka menyerangnya secara bersama-sama.
"Aku akan bereskan mereka dulu."
Yueyin mengganti targetnya pada yang terlemah dulu. Hingga satu persatu berhasil ditumbangkan dan hanya menyisakan tiga orang.
__ADS_1
"Sekarang hanya tersisa mereka bertiga aku harus menyelesaikannya dengan cepat." Yueyin melirik ke arah mereka tetapi, tiba-tiba mereka memutuskan untuk mundur.
"Aku sudah cukup mengetahui kekuatanmu. Sekarang aku bukan lawanmu. Aku akan mundur untuk sementara waktu. Kau sebaiknya bersiap-siap. Aku akan datang dengan kekuatan yang lebih besar." ucap pemimpin mereka.
"Mengapa kalian begitu keras menargetkanku?" Sebelum mereka benar-benar mundur, Yueyin bertanya.
"Aku hanya tidak suka ada orang yang bersaing denganku di sini. Apa lagi kekuatanmu jauh melampauiku padahal kita di umur yang sama." Pemimpin mereka menjawab dan kemudian mereka menghilang dari sana.
"Hanya karena itu? Sudahlah, aku akan mencari tuanku. Tapi kemana aku harus pergi? Hutan ini terlalu luas." Yueyin kebingungan.
Dalam kebingungannya itu, tiba-tiba Yueyin merasakan kehadiran seseorang yang mendekat padanya.
"Siapa di sana! Tunjukkan dirimu!" Yueyin bersiap siaga.
"Maaf, aku tersesat. Bisakah kau tunjukkan jalan keluar dari wilayah dalam?" tanya Yu Jie sembari mengangkat kedua tangannya untuk menandakan tidak ada bahaya pada dirinya.
"Hah, padahal aku sudah mengikuti jalan yang sudah aku lalui sebelumnya untuk menghindari binatang buas. Tapi ternyata aku masih bertemu dengan binatang buas. Dan sekarang aku tersesat di sini. Aku harap dia aku bertemu orang baik." batin Yu Jie.
"Tunggu, bukankah dia wanita yang bersama laki-laki itu? Aku benar-benar beruntung. Kurasa aku bisa keluar dari sini." lanjutnya setelah melihat Yueyin.
__ADS_1
"Apa kau sedang mencari seseorang?" tanya Yu Jie.
"Ya, aku sedang mencari tuanku." Jawab Yueyin singkat. Ia menurunkan penjagaannya setelah memastikan tidak ada amcaman dari Yu Jie.
"Aahh, aku tahu. Apa dia pria yang memakai kursi roda?"
"Benar. Apa kau melihatnya?"
"Iya, aku tadi bersamanya."
"Bisakah kau memberitahu dimana tuanku sekarang?"
"Aku bisa memberitahumu. Tapi kau harus membantuku keluar dari wilayah dalam hutan ini." Yu Jie memulai negoisasinya.
Tanpa ragu Yueyin langsung mempercayainya. Ia melempar salah satu belatinya ke arah wilayah luar yang tak jauh dari sana. Ia melempar dengan kekuatan dahsyat yang mampu menghancurkan semua yang dilalui belati itu hingga membuat jalan yang mudah dilewati. Belati itu berhenti ketika terhalang oleh pertahanan yang membatasi kedua wilayah.
"Monster! Dia monster yang lebih mengerikan dari pria itu!" Hal itu membuat Yu Jie tercengang.
"Pria itu pergi ke arah sana." Yu Jie menjawab sembari menunjukkan jarinya ke arah yang Han Shu tuju.
__ADS_1
"Baiklah. Kau akan tahu akibatnya kalau membohongiku." Yueyin sedikit mengancamnya. "Sebaiknya kau segera pergi keluar karena jalan itu akan memancing banyak binatang buas."
Mendengar hal itu, Yu Jie langsung melesat dengan cepat melalui jalan yang telah dibuat Yueyin. Sementara Yueyin pergi mencari Han Shu ke arah yang Yu Jie tunjukkan.