Kaisar Iblis

Kaisar Iblis
Chapter 105


__ADS_3

Beberapa menit kemudian, Han Shu akhirnya berhasil menyerap semua elemen cahaya yang ada di tempat itu hingga tak bersisa.


"Sepertinya ini sudah lebih dari cukup, lagian di sini sudah tidak ada lagi yang bisa aku serap, hahaha." batin Han Shu sedikit puas.


Saat Han Shu hendak membuka matanya, tiba-tiba semua energi di sekililingnya berubah menjadi berwarna putih keabu-abuan secara kilat.


"Apa yang terjadi dengan energi ini?" Han Shu pun tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi.


"Apa ini? Ini pertama kalinya aku melihat yang seperti ini. Apa aku bisa menyerapnya juga? Ah, masa bodoh. Aku akan menyerap semuanya, mungkin saja aku bisa mendapatkan sesuatu dari ini."


Dengan sangat percaya diri, Han Shu memutuskan untuk melanjutkan proses penyerapan energi misterius itu.


Han Shu tidak peduli kalau itu membahayakan nyawanya. Selama ia bisa mendapatkan kekuatan untuk melawan Ras Iblis, ia akan mengambil resiko apapun. Dari dulu Han Shu memang seperti itu.


Namun, Han Shu memiliki firasat kalau energi yang akan ia serap akan menguntungkan baginya. Tetapi ia tidak bisa mengabaikan bahaya yang akan ia dapatkan.


Baru sedikit saja energi itu masuk ke dalam tubuh Han Shu, tiba-tiba seluruh tubuhnya merasakan rasa sakit yang tak tertahankan. Tubuhnya seperti akan melebur layaknya sebuah lilin yang menyala.


"Arrgghhh!"


"Arrgghh!!"


"Arrgghhh!"


"Energi apa yang sebenarnya aku serap?! Aku harus menghentikannya sekarang juga!"


Han Shu mencoba menghentikan penyerapan yang ia lakukan namun usahanya gagal. Energi misterius itu terus terserap ke dalam tubuhnya.


"Tidak, aku tidak bisa menghentikannya!"


Karena rasa sakit itu semakin menjadi-jadi, Han Shu membuka matanya dan tersadar. Saat sadar pun, Ia terus merasakan rasa sakit hingga ia meringkuk diatas tanah.


Kulit Han Shu penuh dengan luka melepuh karena terkena kabut korosif. Pakaian yang ia kenalan juga ikut hancur karena energi pelindungnya sudah tidak ada lagi.


Hingga semakin lama, pandangan Han Shu mulai kabur dan semakin kabur. Ia terlihat akan segera pingsan.

__ADS_1


"Tidak, aku tidak boleh pingsan di sini. Masih ada musuh di sekitar sini. Aku harus bertahan, setidaknya sedikit lebih lama lagi." Han Shu berusaha menahannya. Namun...


"Apa ini hanya imajinasiku saja, kabut yang sangat tebal disekitar sini seperti menghilang begitu saja."


"Mengapa aku malah memikirkan hal itu. Ini benar-benar cara yang buruk untuk mati. Sepeetinya tidak juga..." Han Shu akhirnya pingsan setelah beberapa menit bertahan.


Namun, Hal itu bukanlah sebuah imajinasi belaka. Kabut tebal di tempat itu memang benar-benar menghilang secara misterius.


.........


"Ugh! Di mana aku?" Dengan pandangannya yang masih buram Han Shu bangun dari pingsannya dengan tubuh te*anja*gnya. Ia berusaha untuk duduk sembari memegang kepalanya yang terasa sakit.


"Ahh, benar. Aku pingsan waktu itu. Tapi mengapa aku masih hidup? Seharusnya aku sudah ditemukan oleh Jenderal Iblis dan dibunuh oleh mereka. Apa aku hanya pingsan sesaat saja?" Han Shu telah memprediksi kematiannya sebelum dirinya pingsan.


Dengan tubuh yang masih lemah, Han Shu beranjak bangun dan segera pergi dari tempat itu. Ia harus menghindar dari pencarian Jenderal Iblis untuk sementara waktu.


"Sebenarnya berapa lama aku pingsan? Dan bagaimana bisa luka di tubuhku sembuh begitu saja?" Han Shu bertanya-tanya.


"Yah, sepertinya aku tidak usah mempedulikan hal yang sudah terjadi. Kupikir ini hal yang bagus untukku."


Satu alasan lainnya karena di tempat itu Han Shu merasakan sebuah gelombang energi yang dapat menganggu seseorang untuk merasakan aura kehidupan siapapun.


"Dengan ini aku tidak akan bisa ditemukan dengan mudah."


Han Shu terus berlari hingga memasuki hutan yang paling terdalam. Di suatu tempat yang penuh dengan pepohonan, ia tidak sengaja melihat salah satu Jenderal Iblis yang terlihat sedang mencari dirinya.


Dengan tenang Han Shu segera bersembunyi di balik pohon besar dan menunggu Jenderal Iblis pergi dari tempat itu.


"Tunggu, apa dia sendirian? Kalau memang benar begitu, ini kesempatanku untuk membunuhnya. Tapi, bisa jadi itu sebuah jebakan agar aku muncul."


"Untuk sekarang aku akan menahan diri. Aku tidak boleh terlalu gegabah. Sayang sekali aku tidak bisa mengetahui keberadaan Jenderal Iblis yang lain karena ada gelombang energi yang menganggunya."


Setelah menunggu agak lama, Jenderal Iblis akhirnya beranjak pergi dari tempat itu. Han Shu pun melanjutkan pelariannya ke arah yang berlawanan dengan Jenderal Iblis.


Di suatu tempat, Han Shu menemukan sebuah goa yang sangat gelap hingga mata siapapun yang memandangnya seperti berada dikegelapan yang tak berujung.

__ADS_1


Dengan tanpa rasa takut Han Shu langsung masuk ke dalam untuk memeriksanya sekaligus untuk bersembunyi.


Di dalam kegelapan Han Shu berjalan secara perlahan melalui jalan yang tidak ia ketahui dan tidak ia lihat arahnya.


"Mungkin saja ada sebuah jurang yang menantiku depan, hahaha." Han Shu tertawa kecil.


Seketika suara tertawanya menggema pada dinding-dinding goa hingga puluhan kali. Ia tidak mempedulikan hal yang tidak penting itu dan terus melangkahkan kakinya.


Benar saja, langkah Han Shu langsung terhenti karena tidak ada pijakan di depannya. Ia sedikit merabanya dengan kaki kanannya untuk mencari pijakan namun tidak ada apapun.


"Apa ini jurang?" Han Shu menatap ke depan namun hanya ada kegelapan. Ia tidak bisa menggunakan energinya untuk membuat cahaya di tempat itu.


"Apa aku kembali saja?"


Tek Tek Tek


Tiba-tiba, terdengar suara langkah kaki beberapa orang dari arah luar goa. Han Shu yang menyadarinya tetap tidak merasa panik.


"Mereka sampai di sini, kah? Mereka pasti mengikuti jejak yang aku tinggalkan."


"Bukannya aku sengaja untuk meninggalkan jejakku, tapi karena aku tidak bisa menghilangkan semua jejaknya."


"Tempat ini begitu rumit."


Hanya ada tiga pilihan yang harus Han Shu putuskan sekarang. Pertama adalah berbalik keluar dan melawan mereka. Kedua adalah berpindah tempat menggunakan ruang dimensi. Ketiga adalah lompat ke dalam jurang.


"Sepertinya aku harus pergi dari sini." Han Shu memilih untuk pergi menggunakan ruang dimensi.


Han Shu kemudian berusaha membuka ruang dimensinya namun usahanya gagal. Ia terus mencobanya kembali namun tetap saja gagal.


"Aku tidak pergi dari sini!"


Suara langkah kaki semakin terdengar keras. Jenderal Iblis mulai memasuki goa itu untuk mencari keberadaan Han Shu.


"Mereka sudah mulai masuk. Walaupun tempat ini sangat gelap, jika aku hanya diam saja di sini mereka pasti akan menemukanku."

__ADS_1


"Satu-satunya cara untuk menghindar dari mereka adalah lompat ke dalam jurang. Tapi itu ide yang buruk, aku tidak tahu apa yang ada di bawah jurang ini."


__ADS_2