
Di tempat Yueyin, ia merasa senang karena berhasil mengalahkan lawan yang kuat. Namun, ia masih merasa khawatir dengan keadaan pria itu.
"Seharusnya serangan tadi tidak membunuhnya, tapi mengapa dia belum kembali? Padahal sudah 10 menit berlalu."
Dari kejauhan, pria itu terlihat melesat dengan cepat dan berhenti tepat di hadapan Yueyin. Yueyin bersiap siaga karena menyangka pria ith akan bertarung lagi.
"Aku mengaku kalah."
Namun tak disangka, pria itu lebih memilih kalah daripada melanjutkan pertarungannya. Ia dengan paksa mematahkan dua jari pada tangannya karena taruhannya tadi.
Krak! Krak!
"Maaf karena aku telah meremehkanmu. Aku mengakuimu sebagai pemimpin," kata pria itu dengan masih menahan rasa sakit di kedua jarinya yang patah.
Semua beban pada kedua tangannya tiba-tiba berkurang. Mau tidak mau ia harus melepaskan balas dendamnya. Tujuannya sekarang hanya keluar dari tempat itu dalam keadaan hidup.
"Kau benar-benar mematahkan jarimu, padahal taruhan tadi tidak sengaja aku katakan karena sedang marah." Yueyin menatap datar ke arah jari tangan yang dipatahkan pria itu.
"Kalah ya kalah, menang ya menang. Taruhan tetap taruhan, aku tidak akan menyangkalnya dengan alasan apapun. Jika kau yang kalah, kau pasti akan melakukan hal yang sama seperti yang aku lakukan."
"Sekarang, langkah apa yang akan kau lakukan sebagai pemimpin?" tanya pria itu penasaran.
Yueyin melihat ke sekelilingnya dan mendapatkan idenya, "Mungkin... Kita harus menemukan tempat yang besar sebagai markas," kata Yueyin dengan suara pelan.
"Kalian semua berkumpul kemari!" Yueyin memanggil semua yang bergabung dalam kelompoknya untuk berkumpul.
Mereka bergegas keluar dari tempatnya berada dan langsung berkumpul. Para pembunuh dengan jumlah kurang lebih 100 orang berkumpul di satu tempat.
Setelah mereka berkumpul, Yueyin langsung bertanya pada mereka, "Apa kalian tahu tempat yang bisa kita jadikan sebagai markas?"
"Aku tahu..."
"Bagaimana kalau di..."
Satu-persatu mereka memberikan jawaban. Namun, tidak ada satupun yang disetujui oleh Yueyin. Hingga ada seseorang yang memberikan jawaban yang menurut Yueyin terbaik.
"Bagaimana kalau Pasar Gelap kita jadikan markas kita?"
Semua orang langsung melihat ke arah orang yang memberikan jawaban itu.
"Benar, mengapa aku tidak berpikir bergitu ya..."
__ADS_1
"Tapi bagaimana kalau para Panatua itu masih di dalam Pasar Gelap?" Seseorang mengajukan pertanyaan.
"Tidak, mereka sudah pergi dari kota ini dan sedang mengawasi kita dari jauh." Yueyin menanggapinya dan menyakinkannya.
"Aku akan mengeceknya dan kalian ikuti aku dari belakang," kata Yueyin. Ia kemudian pergi menuju Pasar Gelap dengan diikuti oleh anggota yang lain.
Setibanya di sana, Pasar Gelap sudah tertutup rapat dan depenuhi dengan Formasi pelindung dan juga Formasi Jebakan.
Namun, ada seorang anggota mereka yang tidak mengetahui adanya Formasi itu dan langsung mencoba masuk ke dalam Pasar Gelap.
"Mengapa kalian berhenti?" Ia masih berjalan dingan santainya tanpa mempedulikan anggota lainnya.
"Kau berhenti!" teriak Yueyin menghentikannya.
Namun, teriakan Yueyin tidak didengarkan olehnya. Hingga, ketika masuk ke dalam, ia mengaktifkan Formasi Jebakan. Tiba-tiba muncul cahaya yang menyilaukan mata dari Pasar Gelap. Mereka langsung menutup mata mereka, dan ketika mereka membuka mata, orang itu sudah tidak ada di sana.
"Di mana dia?"
"Apa dia menghilang? Sebenarnya ada apa di depan kita?" Ternyata masih banyak orang yang tidak mengetahui Formasi yang melindungi Pasar Gelap.
"Kalian mundurlah, jangan ada yang mendekat," perintah Yueyin.
Mereka semua menuruti Yueyin untuk mundur. Setelah jarak mereka lumayan jauh dengan Yueyin, Yueyin memejamkan mata dan langsung melepaskan energi yang begitu kuat dari dalam tubuhnya hingga angin di sekitarnya yang sebelumnya berhembus tenang menjadi semakin cepat.
"Energi yang sangat kuat!"
"Dari mana dia memperoleh kekuatan itu!"
Semuanya melindungi mata mereka dari butiran debu yang berterbangan. Mereka takjub sekaligus iri dengan kekuatan Yueyin. Mereka ingin tahu bagaimana Yueyin memperoleh kekuatan itu. Namun, mereka tidak bertanya lebih lanjut.
Energi itu meluap-luap mengelilingi dirinya. Yueyin membuka mata dan langsung melesatkan pukulan ke arah Formasi Pelindung itu.
Boom!
Ledakan dengan suara yang keras terjadi. Hempasan angin menerjang semua yang ada di dekat ledakan. Termasuk anggota kelompok Yueyin yang tidak kuat menahannya.
Krak! Krak! Krak!
Formasi Pelindung terlihat mengalami keretakan. Yueyin kembali menekankan pukulannya dan retakannya semakin besar dan akhirnya hancur.
Para Panatua Pasar Gelap yang menyaksikan, sedikit menaikan alisnya karena terkejut Formasi Pelindung yang dibuat oleh mereka dapat dihancurkan oleh Yueyin.
__ADS_1
"Sangat mengejutkan! Aku tidak menyangka dia bisa menghancurkannya."
"Tapi... Itu hanyalah kulit luarnya saja. Masih ada kulit utama yang harus dia hancurkan." Panatua itu tersenyum melihatnya.
"Aku akan mengambil wanita itu." Tiba-tiba salah satu Panatua mengatakan hal yang tidak terduga.
"Apa yang akan kau lakukan padanya, saudaraku? Apa kau akan..." Hingga Panatua lainnya memikirkan hal yang tidak-tidak.
"Aku ingin dia bergabung dengan Pasar Gelap. Dia akan menjadi aset berharga di masa depan." Panatua itu meluruskan maksudnya.
"Kalau saudaraku berkata begitu, kita akan mengamatinya terus." Mereka menyetujuinya tanpa mempertimbangkan apapun.
"Aku akan pergi sebentar." Tiba-tiba Panatua itu ijin pergi pada panatua lainnya.
"Kemana kau akan pergi, saudaraku?" Seorang panayua bertanya.
"Aku ingin mengawasinya lebih dekat," jawabnya singkat.
"Baiklah, jika itu maumu. Aku akan mengijikannya. Hahaha, aku sudah seperti pemimpin saja. Jangan tersinggung, saudaraku."
Namun, ia tidak menghiraukannya dan langsung pergi meninggalkan tempat.
Sementara itu, kilauan cahaya kembali muncul tetapi tidak berefek apapun pada mereka. Cahaya itu semakin memudar dan Pasar Gelap akan segera terlihat. Namun tak di sangka, Formasi itu hanyalah pelindung luarnya saja. Masih ada Formasi Pelindung utama yang melindungi Pasar Gelap dan lebih kuat daripada sebelumnya.
Membuat semua orang yang melihatnya terkejut dan kebingungan.
"Apa yang terjadi? Mengapa itu tidak hancur?"
"Tapi, tadi aku melihatnya hancur dengan mata kepalaku sendiri. Sepertinya, Formasi yang hancur tadi hanyalah salah satu dari Formasi yang melindungi Pasar Gelap."
Mereka saling beragumen satu sama lain. Sementara, Yueyin tidak mempedulikan mereka. Ia lebih memilih mengamati Formasi yang ingin dihancurkannya.
Namun, ia memperoleh sebuah kesimpulan, "Aku tidak bisa menghancurkannya, bahkan dengan semua kekuatanku sekalipun," batin Yueyin.
"Kita akan mencari tempat lain! Aku tidak bisa menghancurkannya. Bahkan jika kita menggabungkan kekuatan, kita masih tidak mampu untuk menggoresnya," teriak Yueyin.
"Jangan bercanda! Apa kau meremehkan kekuatan kami semua!?" Masih saja seseorang tidak percaya dengan perkataan Yueyin.
Yueyin langsung menatap dingin kearahnya dan berkata, "Kau bisa mencobanya sendiri. Kau juga bisa mengajak orang lain untuk membantumu."
Tatapan dingin itu tidak membuat orang itu takut ataupun mengurungkan niatnya, ia malah langsung mendekat ke depan dengan diikuti oleh sejumlah orang yang terlihat seperti rekan pembunuhnya.
__ADS_1
"Minggir kalian semua! Biarkan aku lewat!" Ia sangat merehkannya.