Karena Amin Yang Sama

Karena Amin Yang Sama
27. Viona Kesal


__ADS_3

Waktu begitu cepat berlalu, seperti biasa Ray dan Viona sibuk dengan dunia masing-masing.


Ray tidak menemui Viona bukan berarti cintanya semakin memudar, hanya saja akhir-akhir ini fokus di bengkel yang sedang berkembang pesat saat ini. Pelanggan berdatangan dari pagi sampai malam hari, bahkan mereka menyimpan kendaraannya dibengkel Ray asalkan diperbaiki.


Kata pelanggannya, dibengkel Ray itu kinerja karyawannya bagus dan tahan lama kendaraan mereka, dan setiap akhir bulan diadakan gratis servis mobil ataupun motor jika sudah 15 kali memperbaiki kendaraannya.


Sesuai perjanjian, makan siang nanti Ray dan Viona akan ketemu di cafe. Waktu sudah menunjukkan siang hari, Ray pun pergi dan tidak lupa menitip pesan kepada karyawan kepercayaannya.


"Kalau Alan datang, bilang saja pulang di rumah"


"Baik bos" Jawabnya dan Ray pun pergi.


Ray terlebih dahulu mengirim pesan kepada Viona, mengatakan bahwa dirinya sudah dijalan menuju cafe.


Begitupun dengan Viona, dalam perjalanan ke cafe tapi terlebih dahulu singgah menjemput ponakannya di sekolah.


Setelah jemput Ainun, Viona bersama ponakannya itu ke cafe. Dalam perjalanan Ainun kelaparan.


"Bibi, Ainun lapar" Ujarnya.


"Sabar yaa, tiba disana pesan saja makanan yang Ainun suka" hibur Viona kepada adiknya itu.


"Benarkah bibi?" Tanya Ainun seakan tidak percaya ucapan bibinya itu.


"Benar dong, masa boong sih" Ujar Viona sembari mengendarai motornya menuju cafe tersebut.


10 menit kemudian sampai cafe, mereka langsung masuk didalam.


"Bagus bibi" Puji Ainun setelah melihat dalam cafe tersebut.


"Iya dong, masa mau bawa Ainun ditempat yang tidak bagus" Ujar Viona sembari mencari keberadaan Ray dalam cafe itu.


Ainun mendongak melihat bibinya yang sedang mencari seseorang itu.


"Bibi, es krim" Tunjuk Ainun.


"Mana lagi Ray ini, atau dia belum datang" batin Viona.


"Bibi, eskrim" Ulang Ainun sembari menggoyangkan lengan Viona.


"Itu ternyata yang kita cari sayang" Tunjuk Viona dan Ray hanya melambaikan tangan.


"Ayuk" Ajak Viona.


Seketika wajah Ainun berubah jadi kesal dan tidak mau melangkah.


"Ainun mau eskrim" Ucapnya tidak mau diganggu gugat.


"Kesana dulu, habis itu pesan eskrim" Ucap Ainun lagi.


"Lah sayang, jangan gitu dong. Kita udah ditunggu om baik ini" Bujuk Viona lagi.


"Om baim?" Tanya Ainun dengan cepat dan Viona mengangguk.

__ADS_1


"Dengar Ray aja baru senang, dasar anak kecil" Batin Viona.


"Iya, tu sana" Jawab Viona lalu menunjuk Ray.


Ainun langsung lari menuju meja dimana Ray berada. Ainun langsung duduk diatas kursi meskipun awalnya susah.


"Bisa om baik" Kata Ainun setelah duduk diatas kursi sembari senyum, "Om baik, aku mau makan eskrim, bibi Viona gak mau belikan aku katanya gak punya uang" Sambungnya dengan mengadu.


Viona sempat dengar ucapan ponakannya itu, "eh eh eh, seenaknya benar yaa. Bibi bilang duduk dulu baru pesan bukan larang makan eskrim" Jelas Viona mencoba meluruskan.


"Tadi gak kayak gitu, iihh bibi" Ujar Ainun lagi.


"Kayak gitu gimana? Ainun cantik aja yang tidak dengar"


"Kok bibi bilang Ainun tidak bisa mendengar sih" Protes Ainun lagi.


Viona menghela napas dan menoleh kearah Ray ingin minta tolong, tapi keinginannya itu hilang setelah melihat Ray sedang menatapnya.


"Ekhem" Viona berdehem.


Ray langsung menoleh ketempat lain karena merasa tertangkap basah saat.


"Bibi batuk ya?" Tanya Ainun lagi, "minum bibi!"


"Iya benar, kalau batuk minum ya" Ucap Viona dengan meraih botol diatas meja itu.


Viona minum menghabiskan setengah botol. Ia bukan haus melainkan perasaannya tidak karuan kalau ditatap oleh Ray seperti itu.


"Pesan makanan dulu kali ya" Ujar Viona lagi sambil membuka buku daftar menu.


"Nah sudah dateng" Ujar Ray lagi dan Ainun seketika tepuk tangan senang.


"Eskrimnya disini mbak" Ucap Ainun sambil mengarahkan jari telunjuknya ke meja.


Waiter senyum dan menaruh eskrim tersebut tepat depan Ainun.


Setelah waiter pergi, mereka pun memutuskan untuk menikmati makanan yang sudah tersaji diatas meja itu. Sembari makan diselingi dengan obrolan santai.


"Enak eskrimnya sayang?" Tanya Ray kepada Ainun dan seketika Ainun senyum dan mengangguk.


"Kalau bibinya sayang?" Tanya Ray lagi sembari senyum.


Viona membulatkan matanya, "apa kamu bilang?" Tanyanya dengan menaruh pelan sendoknya yang baru menyuap cake dalam mulutnya.


"Bibinya sayang" Ulang Ray dengan pelan.


"Jangan pakai sayang kalau sama saya" protes Viona tidak mau.


"Jangan salah paham dong, panggilan sayang itu untuk Ainun bukan untuk kamu, atau..." Ucap Ray menggantung kalimatnya.


"Atau apa?" Tanya Viona penasaran.


"Atau bibi juga suka" Timpal Ainun yang membuat Viona menatap Ainun dengan menyipitkan matanya.

__ADS_1


"Eskrim hilang" Ujar Viona lalu melanjutkan makan cakenya.


Ray merasa lucu dan terhibur kalau kerjain Viona seperti tadi.


"Apa Mami menelfonmu?" Tanya Ray lagi membuat viona menatapnya dengan tajam.


"Kayak mata hantu" Ejek Ray.


"Mamimu Ray bukan Mami kita" Jawab Viona membuat Ray seketika tertawa mendengar ucapan Viona meskipun dalam hati mengaminkan.


"Aku aminkan yaa" Ujar Ray lagi.


"Aamiin" Ucap Ainun lagi lalu lanjut makan dan eskrim, ekspresi dan tingkah tidak berdosa itulah Ainun hari ini.


"Kenapa kalian berdua itu hari ini sangat menjengkelkan" Viona makin kesal kepada Ray dan Ainun.


"Ainun pulangnya diantar Ray saja" kesal Viona.


"Ok" Jawab Ainun santai, "mau kan om baik?" Tanya Ainun kepada Ray.


"Mau dong sayang, sekaligus mau kenalan dengan nenek, ibu Ainun dan om Ainun juga" Jawabnya sembari melirik Viona.


Viona pura-pura tidak dengar ucapan Ray, makan sembari bersenandung kecil itu yang ia lakukan.


"Om tanya nih, mau gak Ainun tinggal dengan Om?" Tanya Ray pada Ainun.


"Mau.. mau.. Pasti ada eskrim dirumah om" Jawab Ainun senang.


"Pasti dong, kalau Ainun tinggal dengan Om, kita akan sering lomba makan eskrim"


"Wahh, ada hadiah om?" Tanya Ainun penasaran.


"Ada, hadiahnya obat sakit perut" Potong Viona sengaja setelah melihat Ray hendak bicara ia dengan cepat memotong.


"Kan ada bibi yang beli obat, iyakan om?" Jawab Ainun berakhir bertanya kepada Ray.


"Memang kalian dua nyebelin hari ini ya" Kesal Viona.


"Tos dulu dong kita" Ucap Ray pada Ainun yang mengabaikan ucapan Viona.


Viona sibuk dengan cake dan ponselnya. Ia tidak menghiraukan Ray dan Ainun yang asyik cerita.


Viona larut dengan ponselnya, lupa dengan Ray dan Ainun. Viona membalas pesan sembari senyum.


"Viona, chatting dengan siapa?" Tanya Ray penasaran.


"Dengan teman" Jawab Viona singkat sambil membalas pesan diponselnya itu.


"Oh" Jawab Ray singkat dan ia diam sedangkan Ainun kembali makan eskrim.


Eskrim yang ia beli memang porsi banyak sehingga Ainun tinggal makan sepuasnya hanya yang ditakutkan jangan sampai sakit perut.


Ray mengumpulkan keberanian untuk mengatakan ini, dengan helaan napas kasar dan mengeluarkan dengan perlahan.

__ADS_1


"Viona, aku ingin ke rumahmu" Ujar Ray dengan serius.


__ADS_2