Karena Amin Yang Sama

Karena Amin Yang Sama
88. Melanggar Janji


__ADS_3

Viona ke butik lebih pagi dari biasanya dan itu membuat Ina heran. Ina menyimpan tasnya dan menghampiri Viona.


"Tumben cepat datang, baru mau buka kunci pintu ternyata didalam sudah ada kamu" Ujar Ina.


"Mau keluar dari zona nyaman aja" Balas Viona dengan santai sambil main ponsel.


"Iya kah?" Respon Ina seakan tidak percaya dengan jawaban Viona.


Ina memilih untuk merapikan barang-barang yang tidak sempat dirapikan kemarin malam sebelum pulang rumah. Dan itu tidak masalah buat Viona, sesempat Ina kapan saja ia rapikan.


"Na, hari ini rencana mau balik malam tapi pulangnya ditemenin ya" pinta Viona.


"Tumben pulang malam, ada apa?" Tanya Ina.


"Enggak, hanya pengen" Kilah Viona.


"Ok"


Setelah selesai beres-beres, tepat pukul sepuluh pagi beberapa orang ibu-ibu datang. Dengan heboh sambil berbagi cerita masuk dalam butik Viona.


"Eh jeng, anak aku minggu depan dilamar, makanya aku mau beli gamis disini" Ujarnya memberitahu teman-temannya.


"Oh ya, kerja apa?" Tanya salah satu diantara mereka.


"Ganteng gak?, Soalnya aku liat jeng aja cantik, pasti anaknya tidak kalah cantik" Timpal salah satu diantara mereka lagi.


Ibu yang dipanggil jeng itu seketika tersipu malu, "kalian ada-ada saja, saya ini biasa saja orangnya" Ujarnya merendah.


"Kerja apa jeng?, terus gaji perbulannya berapa?" Pertanyaan demi pertanyaan dilontarkan pada ibu itu.


"Gak mungkin dong, orang biasa yang lamar anak jeng."


Memilih-milih gamis sambil bahas lamaran anak sahabat mereka.


"Aku mau silver ya mbak, dan kebaya warna silver juga" Ujarnya.


"Ehh, tidak beli?" Tanya ibu yang dipanggil jeng itu.


"Tunggu dulu undangan dari jeng, baru kami beli gamis disini" Jawab mereka lalu mereka ketawa.


Jangan heran, jika ibu-ibu sudah ketemu, kumpul lalu belanja. Itu suatu kebersamaan yang sulit untuk dibubarkan.


Ina membawa gamis dan kebaya tersebut dimeja kasir dan disana sudah ditunggu oleh Viona.


Ibu yang dipanggil jeng langsung menanyakan harganya dan bayar pakai kartu kredit.


"Mbak, apa disini request gamis?"


"Bisa, mau warna apa dan model seperti apa?" Tanya Viona dengan lembut sembari senyum.


"Nanti saya datang lagi, modelnya sekarang belum kepikiran" Jawabnya.


"Oh ok, ditunggu ya bu" respon Viona sembari senyum.


Ibu-ibu itu baru saja pulang, tiba-tiba datang lagi seorang perempuan yang sudah berumur dengan menggandeng seorang pria muda.


"Masuk nak" Ucapnya setelah sampai depan pintu butik.


Viona kaget setelah memperjelas pandangan matanya, ternyata ibu-ibu yang menjodohkannya dengan anaknya sendiri.


"Waduh, bisa bahaya nih" Gumam Viona, dengan langkah pelan berusaha meninggalkan kasir.


Baru beberapa langkah meninggalkan meja kasir, ibu-ibu tersebut memanggil nama Viona.


"Mbak Viona, apa kabar?" tanyanya ramah sambil jalan menghampiri Viona dan meninggalkan anaknya jalan seorang diri.


Dengan berat hati Viona membalikkan badan dan memasang senyum ramah.


"Alhamdulillah sehat. Ibu sendiri apa kabar?" Tanya balik Viona.


"Alhamdulillah sehat dan bahagia" Jawabnya membuat Viona mengerutkan keningnya.


"Oh iya, ibu hampir lupa. Ini putra ibu" lanjutnya memperkenalkan anaknya.


Laki-laki tersebut langsung mengulurkan tangannya didepan sembari menyebut namanya.


"Kenan."

__ADS_1


Viona langsung mengatupkan tangannya sembari juga menyebut namanya.


"Viona"


Setelah perkenalan itu, ibu Kenan langsung kembali bertanya lagi.


"Jadi kapan, ibu dan Kenan ke rumah mbak Viona?" Tanya to the point.


"Haa" Viona kaget.


"Jangan kaget, hanya mau bersilaturahmi kok" Jelasnya lagi.


Dari ujung butik ada Ina yang merekam kejadian itu dan ia kirim ke bosnya. Video sukses terkirim dengan sepenggal kalimat.


"Sedang didatangi cowok ganteng"


"Oh, boleh kita istirahat dulu disana" Ujar Viona sembari melangkah menuju kursi panjang dalam butiknya.


Disana mereka duduk bertiga dengan posisi ibu Kenan ditengah.


"Sepertinya ibu salah posisi duduk nih" Ujarnya sambil berdiri dan pindah tempat duduk, jadi Kenan dan Viona duduk bersampingan.


"Nah gini enak, saling kenal satu sama lain dulu supaya silaturahminya gak kaku lagi" Ujar ibu Kenan sedikit menyindir anaknya.


Kenan jadi malu-malu mendengar ucapan ibunya, dengan sedikit ragu Kenan memberanikan diri.


"Mbak Viona, udah lama buka butik?"


"Panggil saja Viona, belum lama juga."


Kenan mendengar itu manggut-manggut,


"Gedung?"


"Gedung dibeli, tapi renovasinya itu dari pihak yang punya gedung sebelumnya" Jelas Viona.


"Tapi beruntung dapat disini, strategis tempatnya" Ujar Kenan sudah tidak sungkan seperti pertama kali masuk butik.


"Alhamdulillah, aku termasuk orang beruntung, apalagi renovasinya gratis" Tutur Viona dengan jujur.


"Iya, aku sendiri."


"Kalau Viona yang urus pasti dipermudah sih, jadi wajar."


"Maaf, tapi kenapa emangnya?" Viona tidak paham dengan ucapan Kenan.


"Karena Viona itu memiliki keunikan tersendiri" Ujar Kenan, "Percaya, pasti setiap urusan dipermudah" Lanjutnya.


"Hmm, sepertinya salah. Aku lamar pekerjaan perusahaan ditolak" Jawab Viona.


"Oh ya, mungkin perusahaan tersebut menginginkan karyawan yang sudah memiliki pengalaman."


"Begitulah" Jawab Viona lalu ia diam. Ia baru sadar semenjak kedatangan Kenan dan ibunya, Ina tidak muncul lagi.


Celingak-celinguk mencari keberadaan Ina, tapi nihil.


"Ina kemana?" Tanyanya dalam hati.


"Maaf, Viona cari siapa?" Tanya Kenan lagi.


"Teman" Jawabnya.


Viona masih fokus mencari keberadaan Ina, sehingga tidak sadar ada seorang laki-laki dengan langkah pelan, namun pasti terus mendekat ke kursi tempat dimana mereka duduk.


Laki-laki tersebut berdiri didepan Viona dengan tangan ia masukkan dalam saku celananya.


"Maaf mas" Tegur Kenan.


"Siaa...paa?" Tanya Viona dengan pelan karena kaget, setelah menoleh dan mendongak melihat orang yang berdiri sempurna didepannya adalah Ahmad.


Viona bangkit dari kursinya, "Mad"


Ahmad menaikkan sebelah alisnya, "Kenapa?"


"Gak, tumben kesini."


"Cek saja, ternyata tunangan aku lagi asyik cerita" Jelas Ahmad sembari melirik Kenan disamping Viona.

__ADS_1


Ada ekspresi kaget diwajah Kenan, setelah mendengar kalimat yang keluar dari bibir Ahmad.


Ahmad kembali bersuara, "Mama udah menunggu di rumah, hari ini ada acara keluarga tapi kamu malah ke butik."


Viona baru buka mulut ingin protes, tapi lagi-lagi Ahmad kembali mendahului dan kali ini bukan bicara kepada Viona melainkan kepada Kenan dan ibunya.


"Maaf ya bu, tunangan saya harus pulang sekarang" Tuturnya.


Viona membulatkan matanya mendengar ucapan yang tak terduga dari Ahmad. Mau protes sudah terlanjur dan lebih aneh lagi kalau ia berusaha jelaskan ke Kenan.


"Ikut aku" Ucapnya pelan dengan sorotan mata seakan ingin menelan Viona hidup-hidup.


"Kemana?" Tanya Viona dengan alis sudah bertaut.


"Gak ikut?, Mau kita nikah sekarang?"


"Dasar aneh" Viona kesal lalu pergi meninggalkan Ahmad dibutik dan tidak lupa menghubungi Ina untuk menemui Kenan dan ibunya.


Viona terus melangkah menuju mobil dan membawa mobilnya menuju daerah sesuai petunjuk google maps.


"Belok lagi" Gumamnya dan ia pun menyalakan lampu sen mobilnya. Tujuannya ke puncak yang ia sendiri baru pertama kali datang dipuncak tersebut.


Ia terlebih dahulu memarkirkan mobilnya, dan turun tidak lupa membeli minuman.


Ia duduk dengan view yang indah ditambah dengan terpaan angin sepoi-sepoi. Beberapa menit, ia menikmati keindahan itu tanpa mengambil gambar. Keindahan dipuncak itu mampu menghipnotis siapa saja yang melihatnya.


Menikmati minumannya sambil main ponsel dan sekali-kali Viona mengambil gambar pemandangan tersebut, tidak afdol rasanya kalau hanya sebatas dinikmati tidak diabadikan.


Beberapa gambar sudah dalam ponsel. Ingin kembali mengambil gambar, tapi muncul nama seorang pengganggu dilayar ponselnya.


"Ngapain harus nelpon, ganggu saja."


Viona masih kesal sama Ahmad, teleponnya diabaikan begitu saja.


Ahmad yang mengikuti Viona sejak dari butik, hanya bisa memantau dari jauh karena ia sudah tau sang empu pasti tidak mau melihatnya. Ahmad merasa bersalah telah mengatakan kalimat yang sudah pernah janji kepada Viona akan melupakannya dan mencoba untuk kembali seperti dulu yaitu seorang sahabat. Tapi rasa cemburu seketika muncul melihat Viona cerita dengan laki-laki lain.


"Maaf Vio" Batin Ahmad dan memilih untuk duduk sedikit jauh dari Viona.


Berbeda dengan Viona, ia berinisiatif untuk pulang setelah acara makan-makan di rumahnya. Ia melihat jam di lengannya.


"Baru jam 12 lagi, sebenarnya acara makan-makan dirumah jam berapa?" Tanyanya seorang diri.


"Mama" Gumamnya lalu merogoh ponselnya dalam tas.


"Assalamualaikum mam, acara dirumah mulai jam berapa ya mam?" Tanya Viona setelah teleponnya dijawab oleh ibu Heti.


"Kamu pulang jam berapa?" Tanya balik ibu Heti.


"Lho kok mama malah nanya balik, ada yang gak beres nih" Batin Viona. Ia mulai curiga.


"Menyesuaikan mam" Jawab Viona asal.


"Gimana kalau makan malam aja?" Usul ibu Heti kepada putrinya itu.


Viona seketika tersedak air minum yang baru saja ia seruput lewat pipet.


"Ekhem" Viona berdehem.


"Masakan tadi pagi, gimana mam?" Tanya Viona lagi dengan harapan mamanya akan memanggil keluarga Ahmad siang ini.


"Nanti mama bagi-bagi ke anak jalanan saja" Jawabnya.


"Waduh, gagal rencana kalau begini" Batin Viona, sekarang memikirkan strategi apa untuk acara itu tetap dilakukan sesuai jadwal sebelumnya.


"Mam, masa kita masak lagi, kan capek" Adu Viona dengan manja.


"Santai, Ahmad yang akan bawa makanan dari restorannya dan ada eskrim juga" jawab dari ibu Heti membuat Viona melemas seketika.


"Awas kamu Mad, hari ini sudah buat aku kesal. Rencana apa lagi yang kamu buat untuk sebentar malam." Batin Viona.


"Aku bukan anak kecil mam, asal ada eskrim langsung senang. Aku balik sekarang mam, malam nanti aku ada acara diluar" Jelas Viona di telepon.


"Assalamualaikum mam" Lanjut Viona lagi lalu mematikan sambungan telepon setelah ibu Heti menjawab salamnya.


Viona memasukkan ponselnya dalam tas lalu mengambil kunci mobilnya.


Mutar-mutar dalam kota tanpa tujuan itu yang dilakukan Viona saat ini, meskipun demikian ia masih ingat kalau dirinya harus kembali di rumah dan akan keluar lagi sore nanti.

__ADS_1


__ADS_2