Kekasih Pilihan Sahabat

Kekasih Pilihan Sahabat
11.-


__ADS_3

"Baiklah, tadi masih ingat kan apa aja obat yang dibutuhkan untuk luka lebam atau memar"


"Air dingin"


"Terus"


"Lupa kak"


"Baiklah, akan kakak kasih tau. Catat juga ya"


"Oke kak"


"Pertama dan yang paling utama adalah air hangat atau air dingin. Kapankah saat yang pas untuk menggunakan kompres air hangat dan juga kompres air dingin? Kompres air hangat digunakan untuk meredakan nyeri otot atau sendi yang telah berlangsung lama atau kronik. Suhu hangat dapat memperlebar pembuluh darah , sehingga aliran darah dan suplai oksigen dapat lebih mudah mencapai daerah yang sakit. Hal tersebut membuat otot relaks dan mengurangi nyeri.


Suhu yang digunakan untuk mengompres dengan air hangat yaitu sekitar 40-50 derajat celsius. Kompreslah kurang dari 20 menit, terkecuali disarankan oleh dokter. Walau dapat digunakan untuk mengurangi nyeri, tetap perlu diperhatikan bahwa kompres air hangat tidak disarankan untuk luka memar baru atau kurang dari 48 jam.


Hal itu akan memperburuk kondisi luka akibat penumpukan cairan pada lokasi yang memar dan meningkatkan nyeri. Kompres air hangat juga tidak boleh digunakan pada luka terbuka dan memar yang masih terlihat bengkak.


Selain itu, kompres air dingin biasa dipakai untuk daerah yang memar. Kompres air dingin umumnya digunakan untuk memar yang telah terjadi pada 24-48 jam setelah terjadinya benturan. Hal itu bertujuan untuk meminimalisir terjadinya peradangan.


Hal ini dikarenakan kompres dengan air dingin dapat merangsang penyempitan darah dan memperlambat aliran darah pada memar. Pada daerah yang memar terjadi proses peradangan dan kerusakan pembuluh darah yang menyebabkan sel-sel darah keluar dari pembuluh darah dan menyebabkan kulit berwarna merah kebiruan.


Usahakan suhu dingin tidak langsung menyentuhkulit, bungkuslah kompres dengan handuk. Kompres air dingin tidak boleh lebih dari 20 menit. Angkat kompres setelah 20 menit dan berikan jeda selama 10 menit sebelum kemudian mulai mengompres lagi.


Tidak disarankan pemakaian kompres air panas atau air dingin untuk yang mempunyai gangguan saraf perabaan. Orang yang mempunyai gangguan ini, tidak dapat merasakan apakah kompres terlalu dingin atau terlalu panas sehingga membahayakan kulit dan struktur di sekitarnya.


Selain itu, untuk mempercepat kesembuhan memar dan mengalami luka memar yang sulit hilang berarti kamu harus mengonsumsi banyak vitamin K.


Walau begitu, menurut penelitian, es batu justru memperlambat proses penyembuhan dan hanya mengurangi rasa sakit sementara waktu. Karena peradangan saat cedera yang menimbulkan rasa sakit merupakan langkah awal proses penyembuhan saat terjadi luka. Untuk memperbaiki jaringan tubuh yang rusak karena cedera, peradangan perlu terjadi dan kompres dengan air dingin hanya mengganggu proses peradangan.


Jadi setelah kompres dengan air dingin, kompreslah dengan air hangat setelah beberapa hari. Mengerti?"


"Mengerti kak"


"Yang kedua adalah Posisikan bagian tubuh yang memar berada lebih tinggi dari dada. Misalnya, jika memar ada di kaki maka ketika duduk atau tidur, sangga kaki dengan menggunakan bantal.Cara menghilangkan memar ini dapat membantu meredakan rasa sakit dan mengeluarkan cairan dari area yang memar sehingga membantu proses penyembuhan lebih cepat. Selanjutnya, kalian mungkin pernah melihat pemain sepak bola yang cedera kemudian di perban. Penggunaan perban elastis sebagai cara mengobati luka memar, yaitu dapat mengurangi keparahan, membantu mengurangi rasa sakit, dan pembengkakan. Oleh sebab itu, kalian dapat mencoba membalut area yang memar dengan perban elastis. Untuk caranya kita lanjutkan minggu depan, dan mungkin materi ini cukup sampai di sini dulu. Minggu depan wajib datang semua karena kita akan praktek lagi. Jika kita hanya mempelajari teori akan merasa bosan bukan, jadi minggu depan kakak akan menjelaskan lebih lanjut agar para anggota tau tentang luka memar dan cara pengobatannya. Kalian mengerti?"


"Mengerti kak"


"Baiklah, cukup sampai di sini, bila ada kesalahan kakak mohon maaf yang sebesar-besarnya. Wassalamu'alaikum warrahmatullahi wabarakatuh."


"Wa'alaikumsalam"


"Hati-hati di jalan, langsung pulang ya"


"Oke kak"


Semua anggota PMR pun keluar. Feni dan Fiya merapikan kembali peralatan yang mereka pakai sebelumnya.


"Sudah selesai Za, gue pulang duluan ya"


"Iya, hati-hati ya"


"Oke Za"


Mereka melambaikan tangannya. Fiya pun berbalik dan langsung menuju ke ranjang tidur yang masih ada Dimas.


"Kita pulang"


"Jangan dulu, tunggu satu jam lagi."


"Bagaimana bisa, sekarang sudah jam 4"

__ADS_1


"Lalu?"


"Kita pulang"


"Tunggu sebentar, aku mau ke WC"


"Pergilah"


Fiya terburu-buru keluar dari UKS lalu pergi ke luar. Dia tidak ke WC, dia keluar hanya untuk menelepon seseorang.


"Halo papa"


"Ya, kenapa"


"Jemput aku, papa bawa mobil ya, tapi jangan sendiri, yang bisa bawa motor"


"Kenapa? "


"Em..em.. Aku di suruh.. Di-di- di suruh sama temen.. Bu-bu-buat bawain motor ke rumah"


"Oohh, tapi kenapa gugup"


"E-enggak ko pa, cepetan ya pah, ini udah sore"


"Iya, papa akan ke sana"


"Satu lagi, papa ke UKS ya bantuin Khanza"


"Memangnya ada apa"


"Nggak ada apa-apa pah, papa


"Wa'alaikumsalam"


Sementara itu di UKS, Dimas hanya terbaring sambil mengingat apa yang telah dilakukan oleh Fiya kepadanya.


"Masih sama khawatir seperti dulu rupanya" batin.


Dia tak sadar bahwa dia sedang tersenyum-senyum dan Fiya melihatnya.


"Senyam senyum, kenapa? Cewek ya?"


"Iya"


"Hmm.. Pasti salah satu anggota PMR ya"


"Iya"


"Oohh. Jujur amat"


"Memangnya salah"


"Nggak si"


"Ayo pulang"


"Jangan berbicara, nanti lukamu tambah parah. Bagaimana kamu bisa pulang jika keadaanmu seperti ini. Kita akan naik mobil"


"Di sini mana..."


"Aku bilang diam ya diam, aku perban tu mulut rapat-rapat baru tau rasa kamu"

__ADS_1


"Jahat.."


"Dimas..."


Dimas menutup mulutnya rapat seperti yang di perintah kan Fiya. Tak lama, papanya pun datang sambil berlari.


"Khanza, kamu nggak papa" tanya papa Brian.


"Papa, aku nggak papa"


"Khanza..."


Mereka teralihkan dengan suara yang di telinga Khanza tidak asing.


"Papa Kenzo"


Dia langsung memeluknya. Dia adalah ayah Dimas, mereka sudah akrab sedari kecil sehingga tidak ada kecanggungan lagi di antara mereka.


"Kamu nggak papa nak"


"Aku nggak papa pa, tapi putra bapak tuh liat"


Mereka melihat ke arah yang di tunjuk Fiya. Sedangkan orang yang mereka lihat sekarang sedang bersembunyi di balik selimut. Papa Kenzo yang melihatnya langsung menarik selimut yang menutupinya.


Betapa kagetnya mereka saat melihat wajah Dimas yang terdapat luka lebam. Mereka terheran-heran dengan wajahnya saat ini.


"Kenapa bisa begini?"


"Apa yang terjadi?"


"Bagaimana bisa terjadi?"


"Kapan kamu kaya gini?"


"Siapa yang melakukannya?"


Begitu banyak pertanyaan yang dilontarkan oleh papa Kenzo dan papa Brian.


"Papa, papa.. Papa"


Mereka berdua tak mendengarkan sehingga terpaksa Fiya pun berteriak.


"PAPA!!"


Semua mata tertuju kepadanya, dia pun menghela nafas panjangnya.


"Nanti biar Fiya yang jelaskan semuanya, sekarang kita pulang dulu. Jangan tanya apapun sama Dimas, tanya saja sama Fiya. Soalnya mulut Dimas harus beristirahat lebih lama. Sekarang ayo kita pulang"


"Alhamdulillah, Fiya pengertian" batin Dimas.


"Dimas, berdiri pelan-pelan. Sebaiknya kita bawa dia ke rumah sakit juga. Soalnya perutnya juga kena"


"Ya sudah, ayo."


"Dimas mana kunci motor kamu"


Dimas pun memberikan kunci motornya kepada ayahnya. Fiya merangkul Dimas dibantu oleh ayahnya. Mereka pun berjalan menuju ke parkiran secara perlahan.


Pada saat itu sekolah sudah sangat sepi, hanya ada penjaga yang pergi entah kemana. Jadi mereka tidak ada yang mengganggu kecuali para makhluk.


//**//

__ADS_1


__ADS_2