Kekasih Pilihan Sahabat

Kekasih Pilihan Sahabat
32. Sate


__ADS_3

Ulang tahun sekolah tiba. Fiya serta anggota PMR lainnya tengah sibuk dan telah dibagi tugas masing-masing untuk acara tersebut.


Di hari pertama, sekolah mereka mengadakan berbagai lomba dan kegiatan. Dan pada hari ini, tibalah waktu ulang tahun sekolah. Mereka memulai dengan mengadakan lomba membuat tumpeng, dan memasak antar kelas. Fiya tak mengikuti lomba apapun karena dia bertugas untuk menjaga dan mengamati anggotanya yang bertugas, ditemani dengan teman-temannya.


Tak hanya sampai di situ. Fiya dan beberapa anggota lain bertugas hingga malam hari hingga acara Tasyakuran yang dibarengi dengan selamatan yang dihadiri oleh warga setempat dan kayim setempat juga dengan beberapa siswa dan guru yang hadir.


Semuanya berjalan dengan lancar dan penuh khitmat. Fiya melihat sekelilingnya dan suasana sekolah yang begitu mencekam, menjadi sedikit lebih baik dari sebelumnya.


Acara berjalan hingga pukul 8 malam dan kemudian para siswa dan siswi yang setia menemani acara tersebut hingga bubar, diantarkan oleh para guru-gurunya menggunakan mobil mereka ke rumah masing-masing.


Sedangkan Fiya dan teman-temannya pulang menggunakan mobil milik Fiya yang di supiri oleh Dimas. Pertama yang mereka antar adalah Aldi, kemudian baru Feni.


Kini hanya tinggal Fiya dan Dimas berdua di mobil. Dimas sengaja memelankan laju mobilnya agar bisa lebih lama bersama dengan Fiya.


"Pelan banget jalannya."


"Ya kan buat keselamatan."


"Terserah deh."


"Kita makan sate dulu mau. Sesuai janji aku ke kamu dulu?"


FLASHBACK ON


Fiya tengah chat dengan Dimas seperti biasa. Rasa rindu yang terbendung, tak bisa menahan hasratnya untuk selalu memendam kerinduan yang tersimpan di dalam hatinya.


Kebatulan sekali pada saat itu Dimas sedang online. Fiya dengan sesegera mungkin mengetikkan sesuatu yang ingin dia tulis.


Fiya


Dim


Dimas


Kenapa?


Fiya


Minta tolong beliin McDonald's terus kirim ke rumah aku ya🀣🀣


Dimas


πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚


Fiya


Andai aja di sini ada πŸ˜…πŸ˜…


Dimas


Emang ada apa?


Fiya


Kalau di sini ada Mcdonald's pasti udah beli


Dimas


Buat apa?


Fiya


Di makan lah


Dimas


Ada event?


Fiya


Nggak si πŸ˜…πŸ˜…

__ADS_1


Dimas


Enakan juga sate


Fiya


Di rumah aku lumayan deket tuh sate


Dimas


Beli sate aja ngk usah mc apalah


Fiya


Beliin🀣🀣


Dimas


πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚


Fiya


Gimana🀣🀣


Dimas


Males ah ribet


Ntar aja kalau aku main kesana


Tapi ngk tau kapan kesan hehehehe


Fiya


Semoga waktu itu tiba.. Amiinn


Dimas


AminπŸ˜‚πŸ˜‚


"Hehe, rupanya kamu inget."


"Ya inget lah. Mumpung masih di sini kan, siapa tau aku pergi lagi dan tak tau kapan ketemu lagi. Gimana? Pergi beli sate nggak?"


"Tapi ini udah malam."


"Nggak papa, sekali-kali. Kita bawakan juga untuk orang rumah nanti."


"Baiklah."


Dimas mempercepat laju mobilnya dan menghampiri tukang sate yang berada di pinggir jalan. Mereka langsung turun dan memesan 2 porsi sate dan 4 porsi untuk di bungkus.


"Nggak kebanyakan tuh 4 porsi."


"Kamu dua porsi, aku dua porsi. Untuk papa sama mama kamu, masa beliin satu porsi."


"Oke baiklah."


Tanpa perdebatan lebih panjang lagi, merekapun duduk di bangku yang tersedia.


"Tapi nggak papa nih kemaleman. Nanti kita di omelin mama sama papa."


"Nggak papa, kamu kan sama aku. Kalau kamu kenapa-napa aku yang akan tanggung jawab."


"Isshh.."


Karena tersipu malu, Fiya pun memainkan ponselnya. Dimas yang berada di sampingnya langsung mengambil handphonenya dan mengalihkannya ke kamera.


"Sini ponsel aku Dimas. Ponsel aku mau kamu apain."


"Sini, kita foto dulu."

__ADS_1


"Tumben."


"Udah lama kita nggak foto. Foto yang terpajang di kamar kamu kan foto masa kecil kita, emang kamu nggak bosen."


"Ta-tapi."


Tanpa perkataan lagi, Dimas langsung merangkul bahu Fiya dan berselfi bersama dengan pose Fiya yang belum siap. Mereka ganti pose lagi dengan Dimas tersenyum memegang kepala Fiya yang sedang berpose menciutkan bibirnya. Mereka juga mengambil beberapa pose lainnya hingga tak sadar makanan yang mereka pesan sudah di depan mereka.


"Permisi mas, mbak, satenya."


"Oiya, terimakasih." jawab Fiya.


Sementara itu, Dimas sibuk memainkan ponsel Fiya sambil mengirimkan foto tersebut ke handphonenya.


"Udah di kirim, nih."


Dimas memberikan ponselnya dan kemudian memasukkan handphonenya sendiri ke sakunya. Setelahnya, mereka berdua pun tenang sambil memakan sate yang sudah matang. Setelah mereka selesai, merekapun membayar pesanan mereka. Fiya mengeluarkan dompetnya, namun Dimas lebih dulu memberikan uangnya.


"Berapa mas?"


"Semua jadi 90 ribu."


"Oohh..ini mas. Kembalianya ambil aja. Terimakasih banyak mas."


Dimas langsung menggandeng tangan Fiya, dan Fiya hanya bingung sambil menatap kedua orang di depannya.


"Loh Dim, kenapa nggak di ambil. Tinggal 10 ribu loh lumayan."


"Nggak papa, itung-itung sedekah."


"Aku ke kamu 50 ribu, nih duitnya."


"Kamu simpen aja. Aku yang traktir."


"Aku nggak enak sama mama kamu."


"Jangan debat di sini, keburu larut, nanti kita nambah di omelin. Ayo masuk."


Dimas membukakan pintu mobil dan tanpa perlu pikir panjang Fiya masuk di susul oleh Dimas.


Beberapa menit, merekapun sampai di rumah dan rumah Fiya kelihatan ramai dari luar. Begitu mereka turun, mereka langsung di hadang oleh orang tua mereka masing-masing di teras rumah Fiya.


"Assalamualaikum, mama Lastri jemput Dimas ya."


"Dari mana saja kalian" ucap papa Riko tanpa basa-basi.


"Maaf papa Riko, kami pulang terlambat karena kami mampir untuk makan sate di pinggir jalan tadi." ucap Dimas tanpa keraguan.


"Yang penting kalian sudah pulang. Sudahlah mas, ajak mereka masuk. Mereka bukan anak kecil lagi, pasti mereka tau apa yang baik dan buruk. Sudah nak, ayo masuk."


"Em..maaf bu Ova dan pak Riko, sebaiknya kami langsung pamit saja. Malam semakin larut." ucap papa Brian.


"Ya sudah kalau begitu, kalian hati-hati."


Keluarga Dimas langsung pamit dan meninggalkan rumah Fiya dengan motor mereka. Setelah mereka keluar dari pintu gerbang, baru keluarga Fiya masuk ke dalam rumah.


"Mama, papa, ini buat kalian berdua. Ini juga ada nasi kotak dari sekolah tadi. Maaf, Fiya pulang terlambat."


"Nggak papa sayang. Besok-besok jangan lagi ya."


"Iya mah. Emm.. Tapi mah, kalau pergi malam-malam sama mama papa boleh kan? Terus sama Dimas dan Mama papanya juga."


"Tentu saja boleh, itu kan dalam pengawasan orang tua langsung, tetapi kalau kelayapan berdua perlu di waspadai." jawab mama.


"Oke, lain kali kalau pergi malam-malam aku ajak mama papa biar nggak di marahi. Ya udah, Fiya masuk ke kamar dulu ya, mau langsung istirahat aja."


"Iya sayang."


"Selamat malam."


"Malam." jawab kedua orangtuanya dengan kompak.

__ADS_1


Fiya pun langsung ke kamarnya, tanpa mandi dia hanya mencuci mukanya dan kakinya, setelahnya dia mengganti pakaiannya dan langsung naik ke ranjangnya. Dia membuka handphonenya untuk melihat - lihat foto yang di ambilnya bersama dengan Dimas. Fiya tersenyum-senyum saat melihatnya dan kemudian tidur sambil memeluk handphonenya.


//**//


__ADS_2