Kematian Permaisuri Jahat

Kematian Permaisuri Jahat
10. Wajahku!


__ADS_3

Semenjak He Hua bernafas hingga satu minggu ini belum ada tanda-tanda ia akan membuka matanya. Pagi itu Ling ling menyeka tubuh He Hua, Tabib Ji Hua berkeliling hutan untuk mencari tanaman obat, sedangkan Chen Long juga sibuk mencari hewan buruan untuk makanan mereka hari ini.


Setiap pagi mereka semua sibuk dengan rutinitasnya sehari-hari. Entah kenapa pada hari ke-7 semenjak He Hua bernafas normal ada suatu kejanggalan yang membuat perasaan Ling ling berbeda 'namun apa?'.


Entahlah Ling ling juga tidak tahu apa itu lalu setelahnya ia memakaikan hanfu sederhana untuk tuannya itu. Kemudian ia bergegas ke dapur untuk memasak.


Siang itu saat selesai memasak, Ling ling meletakkan masakannya di meja makan. Semua orang telah berkumpul seperti biasa untuk makan siang.


Entah kenapa Ling ling masih merasa janggal pada tuannya itu, ia pun memberanikan diri bertanya pada tabib Ji Hua.


"Tabib saat aku membersihkan tubuh Permaisuri, aku merasa ada sesuatu yang lain. Namun aku tidak tahu apa itu?"


"Biar kuperiksa." Ji Hua bangkit dan meletakkan tangannya pada nadi He Hua.


"Ah tidak apa-apa He Hua cuman mengeluarkan keringat. Malah bagus itu artinya tubuh He Hua merespon obat dengan baik."


Saat semua orang menatap He Hua dengan intens,tiba-tiba....


Mata He Hua terbuka!!



"Oh ya Tuhan!!" pekik Ling ling. Antara terkejut dan takjub mata bertubuh kering itu akhirnya terbuka. Sungguh sebuah keajaiban!!


Pengobatan rutin Tabib Ji Hua sedikit demi sedikit membuahkan hasil. Semua orang merasa bahagia dan beryukur atas keajaiban ini.


Mmm


"A...a..ir"

__ADS_1


Ling ling langsung sigap dan menjulurkan segelas air pada sang tabib, seraya menghapus sedikit jejak air mata disudut matanya.


"Ini minumlah perlahan." sedikit demi sedikit Ji Hua menyendokkan air putih ke mulut He Hua.


He Hua melirik dan memperhatikan wajah orang-orang diruangan itu sepertinya karena merekalah aku bisa membuka mataku kembali. bathin He Hua.


.


1 bulan kemudian


He Hua sudah bisa berdiri, rasanya begitu lega sebulan lamanya ia hanya terbaring seperti kayu lapuk. Dia begitu gembira dengan kondisinya. Namun Ji Hua tetap memperingatkannya untuk berhati-hati saat berusaha melatih kakinya untuk berjalan.


Ji Hua berpesan kepada Ling ling dengan berbisik agar jangan memberikan cermin pada He Hua. Malahan ia berkata buang semua cermin..namun bagaimana dengan air? air juga bisa memantulkan bayangan wajah. Bahkan Ji Hua mengatakan berikan saja gelas bambu itu jadi dia tidak akan bisa melihat pantulan dirinya.


Tiba-tiba lamunan Ling ling dibuyarkan dengan perkataan He Hua.


Rasa penasaran Ji Hua memang besar, ia merasakan tubuhnya telah kembali berisi berkat perawatan tabib itu dan rambutnya pun telah tumbuh dan memanjang seiring berjalannya waktu berkat semua ramuan sang tabib. Namun entah mengapa kedua orang ini tidak pernah mengijinkannya melihat wajahnya.


Dulu saat Ji Hua meminum racun hitam sekujur tubuhnya merasakan nyeri dan panas membakar, karena sakit tak tertahan ia sempat menarik seluruh rambutnya hingga kulit kepalanya terkelupas. Namun sekarang rambutnya dan kulitnya kembali normal, apa yang sebenarnya ditakutkan kedua orang ini.


Ketika Ling ling hanya terdiam. Tiba-tiba Chen long masuk ke dalam ruangan itu. "Permisi Nona, tabib menyuruhku memberikan obat ini untukmu katanya anda diminta segera meminumnya".


"Baiklah kemarilah berikan obat itu padaku!"


Setelah meminum obatnya, He Hua menjulurkan wadah obat itu kembali pada Chen long.


Saat Chen long mengambilnya


Grep

__ADS_1


Tangan kiri He Hua memegang pergelangan tangan Chen Long. "Katakan padaku, seperti apa rupaku?"


"A..apa maksudmu nona? wajahmu biasa saja . Tolong lepaskan tangan saya nona". jawab Chen Long memalingkan mukanya. Ia hanya tidak ingin He Hua melihatnya mengasihani gadis itu.


"Tidaaak!! kau seperti menutupi sesuatu dariku sama dengan yang lainnya." jerit He Hua sambil membanting tempat obat yang semula diberikan pada Chen Long.


Pranggg


Jeritan dan pecahan botol obat itu terdengar sampai di pintu masuk. Membuat tabib Ji Hua yang semula berada di depan pintu masuk segera berlari menghampiri asal suara itu.


"Ada apa ini?" ia terkejut dengan tangis histeris He Hua.


"Katakan padaku. Bagaimana rupaku kenapa kalian diam. Cepat Jawaabb!!" teriaknya dengan histeris.


"He Hua tenanglah kami semua menyayangimu, aku menyelamatkanmu karena aku sayang padamu. Mengenai wajah itu akan kembali normal tapi semua butuh waktu dan kesabaran."


"Ti..daaakk. Aku ingin cermin itu sekarang!!"


Mau apa lagi Ji Hua benar-benar tidak berdaya. "Baiklah. tapi berjanjilah untuk tidak melakukan sesuatu yang menyakiti dirimu."


Tabib Ji Hua mengambil cermin di saku tas obat nya. Ia tahu suatu saat nanti He Hua pasti akan tahu, namun tidak secepat ini.


Saat He Hua melihat pantulan wajahnya ia malah tertawa terbahak-bahak.


"Ha..ha..ha..jadi inilah wajahku yang sekarang."


...................


Lah auto penasaran kan yang lain pada khawatir He Hua melihat wajahnya. Eh si empunya wajah malah ketawa liat wajahnya sendiri 😵😵. Pasti pada heran🤔🤔. Nah biar author nambah imun boosternya jangan ragu buat like dan vite sebanyak-banyaknya.

__ADS_1


__ADS_2