Kematian Permaisuri Jahat

Kematian Permaisuri Jahat
83. Cemburu


__ADS_3

"Baik saya setuju. Tapi sebelumnya, saya akan meminta ijin suami saya." ucap Hana sambil memalingkan wajahnya ke arah suaminya tadi duduk.


Mendengar itu, Pangeran Zhang menunjukkan gurat wajah kekecewaan 'Apakah Hana sudah membuka hatinya untuk laki-laki itu' batinnya kemudian terlintas ucapan Ibu Suri yang menasehatinya. Cinta bertepuk sebelah tangan itu sangat menyiksa.


Chen long berdiri dan berjalan ke arah Hana kemudian menunduk memberi hormat "Mohon ijin Kaisar, saya adalah suami Hana. Jika membuka cadarnya untuk membuktikan kemiripan Hana dan Ayah Mertua saya tidak keberatan. Agar tidak timbul fitnah dikemudian hari. Namun semuanya kembali lagi kepada Hana istri saya." ucapnya tersenyum pada Hana kemudian menatap ke depan melihat Taiyang yang merupakan mantan suami istrinya. 'Ah dia sungguh tak layak' batin Chen long


Kemudian setelah mendengar persetujuan dari suami Hana, suasana menjadi hening banyak di antara mereka yang berfikir tentang rumor diluaran yang menyebut Hana bak bidadari. Namun apakah ada manusia yang berwajah secantik itu? Jangan-jangan rumor itu disebarkan hanya untuk meningkatkan penjualan obat dan mempopulerkan klinik kecil itu. Barangkali itulah yang ada dipikiran sebagian besar orang disana. Tapi segera semua orang akan tahu kebenarannya ketika......


Ketika Hana memegang kait cadar yang menjepit di rambutnya dan cadar itu terlepas perlahan dari wajahnya...


Hening, tak ada suara satupun yang terdengar semua orang terutama Kaisar tak mampu berkedip untuk memuaskan mata mereka menatap keindahan yang Tuhan ciptakan itu. Kulit putih yang halus, hidung yang mancung, pipi yang kemerah-merahan, mata yang cantik dihiasi bulu mata yang lentik dan panjang ditambah bibir mungil yang berwarna merah muda semua itu menggambarkan kecantikan yang sempurna bak bidadari yang turun dari langit.


Saat Chen long melihat istrinya yang begitu dikagumi semua orang, rasa cemburu dihatinya mulai menyeruak.

__ADS_1


Ehem


"Bagaimana Yang Mulia apakah ini membuktikan jika..." ucapan Chen long terhenti saat Pangeran Zhang berucap "Cantik... berkali-kali melihatnya sungguh maha karya Tuhan yang sempurna"


Lalu suara-suara lain muncul "Ya Tuhan seandainya aku bisa memilikinya."


"Ya Tuhan ini melebihi kecantikan manusia"


Berikutnya adalah reaksi Permaisuri yang geram dengan kenyataan yang begitu menohok, ia meremas kain pakaian yang dikenakannya. Ia begitu menyesal, akibat keinginannya untuk mempermalukan Hana berujung petaka untuk dirinya. Terlebih suaminya yang tak bisa berkedip dan tersipu melihat wajah wanita itu 'Sialan! Bereng..k' batinnya memaki tanpa henti.


.


"Bisakah kamu memanggilku dengan 'Suamiku' aku lebih menyukainya." ucap Chen long dengan muram

__ADS_1


"Ah baiklah suamiku. Aku sedang membiasakan diriku dengan situasi ini."


"Membiasakan? Aku adalah suamimu Hana tentu kamu harus membiasakan dirimu mulai dari sekarang!" bentak Chen long


"Ada apa denganmu? Semenjak pulang dari istana, anda begitu muram tak mau bicara saat kita bicara, anda langsung marah." tanya Hana dengan suara lembut


"Entahlah aku pusing. Aku mau tidur saja." ucap Chen long dan segera menaiki ranjang mereka dan langsung membelakangi Hana


"Apakah anda marah karena mereka melihatku dengan tatapan itu? Apakah anda marah karena suara-suara pujian mereka itu? Semuanya adalah kehendak Tuhan, aku bisa seperti ini. Lagipula jika dulu aku tak memakan bunga cahaya itu, anda juga tak akan melihatku apalagi mencintaiku." ucap Hana sambil tidur membelakangi Chen long


Sesaat suasana di kamar mereka menjadi hening. Sama seperti suasana di aula rapat tadi. Beberapa saat kemudian Chen long berbalik menghadap dan melihat punggung Hana. "Maafkan keegoisanku, menanti dirimu untuk mau menerimaku, ditambah kejadian tadi membuatku tak bisa berfikir jernih. Hana, mungkin awal hubungan kita tidak berawal dengan cara baik tapi aku tetap berharap kita bisa memulainya kembali dengan baik." ucapnya sambil membelai rambut Hana.


Cinta Chen long pada Hana, memang benar karena takdir. Awalnya dari benci, kasihan kemudian cinta. Tak bisa dipungkiri alasan cinta itu juga karena perubahan pada wajah dan tubuh Hana. Apakah itu salah? tidak! Karena manusia tertarik dengan lawan jenis tentu dengan alasan yang berbeda-beda, bisa karena fisik, jabatan, harta ataupun hal lainnya. Kita tidak bisa menghakimi itu salah atau tidak, karena pada dasarnya cinta adalah perasaan yang tidak berbentuk dan tidak terlihat, itu adalah anugerah dari Tuhan untuk manusia.

__ADS_1


Yang salah adalah saat salah mengartikannya seperti menganggap nafsu adalah cinta. Yang salah adalah cara menyampaikannya, menyakiti dan memaksakan kehendak menabrak segala aturan dan norma. Cinta tidak demikian.


........................


__ADS_2