
Hana bermimpi dalam tidurnya ia melihat guang memperhatikan dirinya. "Kamu sudah tahu Hana jika kamu telah menikah?"
"Seharusnya kamu pun telah mengetahuinya, saat kamu membuatku tertidur selama 2 bulan. Dan kini apalagi yang akan menantiku, saat aku tertidur untuk waktu yang lama saat menerima pesanmu ini." sindir Hana
Guang hanya tersenyum. "Pesanku kali ini tidak akan membuat tertidur untuk waktu yang lama seperti saat itu Hana. Semua adalah takdir Hana, aku tidak bisa menjelaskan padamu sekarang. Namun tahukah kamu bahwa pernikahanmu dengan Chen long membantumu menyamarkan auramu."
"Maksudmu?" tanya Hana keheranan.
"Pernikahan adalah hubungan sakral yang terjalin dari dua orang manusia. Doa kebaikan menyelimuti keduanya saat pernikahan terjalin menjauhkan keburukan dan mendatangkan banyak keberkahan. Hubungan yang dirahmati oleh Tuhan Yang Maha Esa."
"Saat keberkahan menyelimutimu maka sesuatu yang lain tidak dapat dengan mudah mencelakaimu. Bahkan auramu akan tersamarkan sehingga mereka yang jahat tidak akan mudah menemukanmu." lanjut Guang.
"Pengganggu atau Makhluk Perubah Wajah atau Makhluk Seribu Wajah yang akan kamu binasakan tak lain adalah Nenekmu sendiri Hana."
"Nenekku?"
"Lihatlah Hana" tunjuk Guang
Sebuah gambaran kembali membawa mereka ratusan tahun yang silam. Melihat seorang wanita yang sebelumnya memakan bunga mawar hitam. Wanita itu bernama Hermosa Li Wei. Setelah memakan mawar hitam itu ia berenang kembali kerumahnya di Benua Barat. Ia senang karena tidak hanya kuat tapi juga ia tidak merasakan kelelahan maupun kedinginan. Namun di setengah perjalanannya menempuh jalur air ia merasa sangat lapar hingga ia tak sengaja menemukan kapal nelayan yang sedang mencari ikan.
Kapal itu ditumpangi oleh pria tua. Pria tua itu kasihan melihat Hermosa dan tidak curiga sedikit pun padanya. Setelah itu Hermosa yang kelaparan memakan habis ikan segar hasil tangkapan nelayan itu. Nelayan itu meringkuk ketakutan. Ia menangis meminta Hermosa untuk pergi. Tapi rasa laparnya tetap tak mau hilang. Iblis yang mendiami bunga mawar itu menyuruh Hermosa untuk meminum darah nelayan itu.
__ADS_1
Setelah meminum habis darah nelayan itu, tubuh pria malang itu menjadi mengering. Dan Hermosa membuangnya begitu saja ke laut. Perlahan tanda lahir di wajahnya memudar dan akhirnya menghilang. Ia tertawa senang kini dia akan membalas semua perbuatan suaminya.
Di pagi hari Hermosa tiba di rumah miliknya, ia cukup ragu untuk masuk kedalamnya. Sehingga ia memakai tudungnya dan bertanya pada orang sekitar. Mereka berkata suami Hermosa telah menjual rumah mereka. Dikatakan ia begitu sedih saat istrinya yaitu Hermosa telah meninggal jadi ia tidak ingin tinggal dirumah itu.
Hermosa mencari rumah baru yang ditinggali oleh suaminya. Ia menemukannya dan melihat istri baru suaminya memeluk mesra pria itu. Tangannya terkepal.
Hari berikutnya saat Hermosa berusaha untuk menemui istri baru suaminya. Ia menemui wanita itu di saat suaminya pergi keluar rumah. Hermosa mengetuk pintu dan menyamar sebagai wanita tua miskin yang menjual buah-buahan.
Keesokan harinya suami Hermosa pulang dan melihat istrinya jatuh sakit. "Istriku kamu sakit mari kita berobat."
"Ya" jawab istrinya lemah
"Ada apa suamiku?"
"Sayang, kenapa tubuhmu sa...sangat berat."
"Itu karena semua dendam yang menumpuk dan harus dibalas" wajah istrinya berubah menjadi wajah Hermosa. Suaminya berteriak ketakutan "Hantu...hantu..tolong." dan sangking takutnya membuat tubuhnya jatuh merosot ke lantai dan ia melihat mayat dengan mata melotot dan tubuh mengering dibawah ranjang miliknya. Keringat dingin dan tangis menghiasi wajahnya.
"Kamu tahu siapa itu?" ucap Hermosa menarik jasad wanita yang memakai pakaian yang mirip dengan pakaian istri barunya dari bawah ranjang. Laki
Ha...ha...ha
__ADS_1
"Kamu benar. Itu istri barumu. Kasihan sekali dia" ucap Hermosa
"Ampun...ampuni aku." ucap suaminya sambil memohon-mohon.
"Terlambat." ucap Hermosa merobek dada suaminya dengan kuku-kukunya yang hitam memanjang dan menarik jantung pria itu keluar dan memakannya.
"Akh...bisakah aku tidak melihat adegan itu. Itu sangat mengerikan." teriak Hana
"Kamu harus tahu sekejam apa makhluk yang akan kamu hadapi itu." ucap Guang.
Gambaran berikutnya adalah bagaimana Hermosa dari waktu ke waktu dan masa ke masa meniru wajah korbannya dan mengambil keuntungan dengan hidup sebagai mereka. Ia peniru yang sangat ulung tak ada satupun yang mencurigai dirinya. Karena memang ia bisa meniru rupa, bentuk tubuh bahkan suara orang yang diinginkannya.
Bahkan Hermosa juga bisa melahirkan sama seperti wanita normal pada umumnya namun setiap bayi yang dilahirkannya akan terlahir cacat dan tak pernah sekalipun ia melahirkan bayi yang sempurna. Iapun akan memakan ataupun membunuhnya bagi Hermosa itu sangat mudah. Hanya Audrey ibunya Hana, bayi yang terlahir dari rahimnya yang sehat dan sempurna. Bayi itu begitu rupawan dianugerahi dengan kecantikan dan kecerdasan.
Hermosa yang kala itu menyamar sebagai tabib didatangi oleh Adaline Wei Ming, Adaline adalah istri ke-2 dari Kaisar Lao Ming Penguasa Kerajaan di Benua Barat. Ia berkeluh kesah karena belum juga memiliki keturunan. Hermosa memanfaatkan kepercayaan Adaline lalu mengajaknya keluar istana dengan tujuan berobat. Namun malangnya ia dibunuh oleh Hermosa. Hermosa merubah wajahnya menyerupai Adaline Wei Ming. Setahun kemudian Hermosa yang kini menjadi Adaline begitu terkejut karena bayi yang ia lahirkan adalah bayi perempuan yang cantik dan sempurna.
........................
Besok sambung lagi ya readers semoga author gk terlalu banyak kerjaan maklum ya emak2 π
Pesan Author lagi : Author tidak melarang kalian bagi kalian yang mau promosi di lapak author karena saya pun juga melakukan itu di berbagai komik dan novel, tapi tolong bahasanya sopan jangan pakek menjatuhkan! Selama ini yang iklan di lapak author orang2 nya sangat pengertian dan sopan hanya pas episode sebelum ini ada bambang tampan yang ngomong seperti menjatuhkan. Saya menghasilkan novel ini pakek perjuangan dan bukan asal bikin....saling ngerti ae lah ya..saling menghargai...yakinlah cara yang baik akan dapat hal baik pula.ππ»ππ» makasih buat kesetiaan kalian readers yang tetap menghargai karyakuππ
__ADS_1