
"He hua"
"He hua"
Sebuah suara wanita yang begitu halus dan indah menyapa.
"He hua...kemarilah"
Suara itu mirip suara wanita.
"He hua ayo cepatlah kemarilah!"
He hua berjalan cepat menuju asal suara itu.
Di tengah malam seperti ini siapa yang memanggil-manggil namanya namun karena rasa penasaran yang begitu besar ia memberanikan diri mencari asal suara itu.
Deg
He hua terkejut di depannya sesosok perempuan tertutup kain panjang berwarna putih. Kainnya begitu panjang menutupi seluruh tubuhnya termasuk wajahnya. Sangat misterius! He hua tidak tahu wanita di depannya ini memiliki niat buruk atau tidak kepadanya.
"Siapa kamu? Dan mengapa kamu memanggilku?" tanya He hua
Wanita itu tidak menjawab pertanyaan He hua. Pertanyaan yang dilontarkan padanya tak membuatnya bergeming ia seperti patung dan tetap berdiri kaku di tempatnya. Dibalik tudung He hua tahu wanita itu sedang melihat He hua dengan tajam. Perasaannya yang mengatakan demikian.
__ADS_1
Kemudian tangannya tiba-tiba terangkat lalu melambai - lambai kepadanya "Kemarilah He hua. Jangan takut!"
Kemudian tubuh wanita itu bergerak berjalan ke sebuah jalan yang tiba-tiba muncul terbentang di hadapan kami dan entah kenapa kaki He hua tiba - tiba bergerak sendiri untuk mengikuti langkah wanita itu dan berjalan mengikuti dibelakangnya saat ini tubuhnya seperti sedang terhipnotis.
Wanita itu memalingkan wajahnya kesamping dan berkata "Maafkan aku He hua. Aku terpaksa." ucapnya
Entah keberanian apa yang muncul di hati He hua sehingga ia bisa memegang kendali lagi atas tubuhnya. Ia bisa menghentikan langkahnya yang semula hanya menurut saja untuk mengikuti wanita itu.
"Ada apa?" tanyanya dengan lembut ketika merasakan jika He hua berhenti mengikutinya.
"Kamu adalah pengirim pesan itu kan? Kamu adalah sesuatu yang lain? Kamu adalah sosok yang selalu menggangguku ditengah malam iya kan?" tanyanya beruntun
"Bukan. Aku bukan dia. Aku berbeda dengannya."
He hua menatapnya tak percaya. 'Mereka tampak sama, sama-sama mengganggu di tengah malam' batin He hua.
He hua tampak berfikir namun ia melihat cahaya yang semula jauh kemudian mendekat dan semakin membesar. Cahaya itu makin lama makin menyilaukan matanya...
Akh
He hua menyilangkan tangannya untuk menghindari penglihatannya dari cahaya yang begitu menyilaukan.
"Aku akan menemuimu lagi He hua dan ingat jangan temui dia" suara wanita itu terdengar samar dan terasa jauh di telinga He hua
lalu..
__ADS_1
..
"Mei mei"
"Mei mei bangunlah!" ucap Ling ling mengguncang guncangkan tubuh He hua.
"Ya ampun Jie jie.,Iya..iya ini aku bangun" sambil mengerjap ngerjapkan matanya menyesuaikan dengan kondisi di sekitarnya.
"Syukurlah tadi aku sangat takut. Hari sudah siang dan kamu belum juga bangun. Saat aku hendak membangunkan mu malah aku mendengarmu bergumam tak jelas mengenai sesuatu yang lain." ujar Ling ling dengan raut wajah kekhawatiran.
"Kamu benar-benar membuatku takut. Apa dia masuk ke dalam mimpimu dan menahanmu disana? Oh ya Tuhan jika itu benar apakah tadi aku baru saja menyelamatkanmu?"
He hua hanya terkekeh melihat kecerewetan jie jienya. Ia sangat tahu Jie jie nya sangat khawatir.
"Ya jie jie ku sayang. Kamu memang menyelamatkanku dari tidurku yang panjang."
Ling ling menatapnya intens seolah meminta jawaban yang jelas atas pertanyaannya barusan. Ling ling memang merasa jelas jelas ia mendengar He hua bergumam tentang sesuatu yang lain. Ling ling sangat mengenal He hua. Ling ling tahu bahwa He hua tidak ingin membuat seseorang yang ia sayangi khawatir. Kebodohan yang sama saat He hua menjadi permaisuri hanya ingin menarik perhatian suaminya ia rela bersusah payah mengamankan posisi suaminya.
"Kali ini tidak mei mei kamu harus jujur padaku. Tidak mungkin itu hanya sekedar tidur panjang. Jika kamu menganggapku sebagai saudara kita harus berbagi dalam suka dan duka." ucap Ling ling tegas.
"Ya kamu benar jie jie. Tadi aku bermimpi berjalan di tengah hutan yang aneh dan sesosok wanita memanggil manggil namaku ketika aku bertemu dengannya ia memintaku untuk mengikutinya tampaknya ia ingin memberitahukanku sesuatu namun entah apa itu tiba-tiba aku terbangun oleh panggilanmu"
"Hanya itu saja?" tanya Ling ling penasaran.
"Ya hanya itu... namun yang membuatku heran kenapa ia mengatakan jangan temui dia. Apakah yang dimaksud 'dia' adalah penggangu itu yang mengganguku di tengah malam?"
__ADS_1
Ling ling mengangguk anggukkan kepalanya ia juga berfikir demikian. Sudah 2 orang yang menyuruh He hua untuk tidak menemui sosok itu yang pertama Ibu kandung He hua yang kedua Ayah kandungnya dan yang ketiga sosok yang menemui He hua di dalam mimpi. Tampaknya ini semua penuh dengan misteri dan teka teki yang harus segera dipecahkan.