Kematian Permaisuri Jahat

Kematian Permaisuri Jahat
110. Kemerdekaan


__ADS_3

Kasim monster itu tersenyum saat prajurit monster itu menyerahkan Permaisuri ke tangannya "Kerja bagus." ucapnya


"Akh...jangan..jangan..lepaskan aku, ku mohon" jeritnya histeris


"Diam. Semuanya berhenti!" teriak Kasim itu dengan lantang


" Tidak ada yang boleh bergerak dan keluar dari tempat ini. Jika tidak, aku tidak akan segan memisahkan kepala Istri kesayangan Kaisar dari tubuhnya." ucapnya kembali membuat semua orang berhenti dan melihat Kasim yang sedang memegang leher Permaisuri dengan tangan kirinya yang normal sementara tangan kanannya memiliki kuku panjang dan tajam yang terarah ke leher Permaisuri.


"Jangan kamu berani melukai istriku!" teriak Taiyang


Ha...ha...ha...


"Lihatlah wajah ketakutanmu, aku tidak yakin bahwa kamu adalah Sang Penyelamat. Katakan siapa Sang Penyelamat sebenarnya, jika tidak kubunuh wanita ini." ucapnya sambil menggores leher Mei Lan hingga mengeluarkan sedikit darah.


"Aku saja yang katakan. Suamiku bukan Penyelamat. Penyelamat itu...dia adalah Hana, istri dari Pangeran Tian Zhang. Bunuh saja dia jangan aku." ucapnya sambil menangis


Semua orang terkejut dengan kenyataan itu. Seorang wanita cantik itu adalah Sang Penyelamat sesungguhnya. Tapi mengapa Kaisar malah memburamkan kenyataan itu dan mengakui sesuatu yang tidak dilakukannya..


... memalukan! Dia adalah seorang pimpinan tertinggi kekaisaran, ia malah menipu semua orang. Beberapa orang saling berbisik-bisik.


"Ya akulah Sang Penyelamat, Pembunuh Ratumu yang sebenarnya." ucap Hana dengan lantang


"Aku akan membunuhmu demi membalaskan dendam Ratuku." ucap Kasim itu dengan geram. Ia mendatangi Hana dan mengayunkan tangannya dengan kuku-kukunya yang tajam.


Ia menyerang Hana dengan membabi buta ke kiri dan kanan tapi Hana dengan sigap menghindar kemudian dengan cepat menangkap tangan Kasim itu memilintir tangan dan menginjak tubuhnya dengan kuat.


"Jangan ada yang bergerak! Kubunuh pimpinan kalian" ucapnya mengancam pada beberapa prajurit monster yang bergerak hendak menyerangnya.


"Katakan, bagaimana kamu bisa berubah seperti ini. Apa Ratumu memberi sesuatu padamu? Cepat katakan!"


"Ya benar...Ratu meninggalkan sebotol cairan dan menyuruhku jika sesuatu terjadi padanya dan ia tidak kembali, ia menyuruhku mencampurkan cairan ramuan itu pada minumanku dan beberapa prajurit lainnya."

__ADS_1


"Lalu dimana sisa cairan itu?" tanya Hana dengan menekankan kakinya


"Tidak ada. Tidak ada yang tersisa lagi. Aku bersumpah!" ucapnya sambil menahan sakit akibat tekanan kaki Hana. Ia lalu memberi kode pada seorang prajurit monster dan kemudian....


Crazzz....Akhhhhh...


Jeritan panjang itu berasal dari tangan kanan Taiyang yang terlepas dari bahunya. Darah keluar dengan derasnya dari bahu Taiyang.


"Sua...suamiku.. Akhh..." jerit Permaisuri dan langsung pingsan melihat kondisi Suaminya.


Tanpa perintah Jenderal Keamanan, prajurit beserta para petinggi kerajaan bersama-sama bekerja sama membunuh para prajurit monster itu.


"Jangan salahkan aku. Ini adalah takdir yang kamu pilih." ucap Hana dan langsung memenggal kepala Kasim itu


.


Beberapa hari kemudian


Mereka mengajukan pada Ibu Suri sebelum Raja Qin dan keluarga yang lain kembali, perlu adanya perombakan kekuasaan sebagai upaya terhadap perlindungan kekuasaan Kekaisaran.


Namun hal mengejutkan terjadi ketika Raja Qin di tengah rapat meminta dengan tegas kemerdekaan Kerajaannya sebagai tanda kehormatan karena menantunya dan putranya yang telah menyelamatkan nyawa semua orang berkali-kali. Banyak orang yang langsung setuju karena ini demi kebaikan pemerintahan selanjutnya terlebih kenyataan bahwa Kaisar dengan tega menipu semua orang dan membuat dirinya sebagai Sang Penyelamat, ini sangat mencoreng citra Kekaisaran Matahari.


Ibu Suri berpikir keras, ini adalah yang terbaik untuk semua orang. Jati diri Hana yang tak lain adalah keponakannya sendiri selain itu ini adalah upayanya berterima kasih pada keponakannya atas kerja kerasnya menyelamatkan nyawa dulu. Hati Hana sungguh mulia ia tak ingin membalas dendam walaupun dulu ia dibunuh dengan kejam atas perintah Ibu Suri, meskipun saat itu Ibu Suri hanya dipaksa. Maka dengan hati yang teguh Ibu Suri memutuskan


"Dengan ini saya memutuskan yang pertama atas upaya dan kerja keras Kerajaan Qin yang membantu menyelamatkan banyak orang, atas nama pimpinan tertinggi mengakui kedaulatan Kerajaan Qin sebagai Kerajaan yang merdeka berkuasa atas wilayahnya sendiri yaitu Benua Selatan."


"Yang kedua dikarenakan putra Kaisar masih belum dewasa maka dengan ini mengangkat Zhang Junda menggantikan Taiyang sebagai Kaisar yang menguasai Benua Barat dan Timur."


Semua orang serentak berdiri dan mengucapkan


"Keberkahan dari langit atas kebijakan dan keadilan Ibu Suri."

__ADS_1


.


7 bulan kemudian


Seorang wanita cantik dengan perutnya yang sedikit membuncit menyiram tanaman bunga kesayangannya, lavender. Seorang pria memeluknya dari belakang dan berkata "Sayang bunga-bunga ini tak perlu kamu perhatikan. Ada pelayan di istana dan kamu malah menyiraminya sendiri. Dari tadi aku mencarimu, aku merindukanmu." ucapnya manja


Hana berbalik dan kesal "Suamiku kenapa kamu sangat manja, baru tadi pagi aku menemanimu makan. Dan aku hanya sebentar disini dan sekarang kamu tidak mengijinkan aku menyiram bunga-bunga ini. Lalu apa yang harus kulakukan?"


"Bagaimana kalau kita berjalan-jalan sebentar, entah kenapa aku selalu ingin dekat denganmu dan anak kita." ucapnya sambil mengusap-usap perut Hana.


"Aiya sayang kamu begitu manja dan manis, aku mencintaimu." ucap Hana sambil memeluk suaminya


"Aku juga sayang...aku sangat...sangat mencintaimu." ucap Tian Zhang


"Aih hampir saja aku lupa, hari ini Bibimu mengirimkan banyak hadiah sepertinya ia sangat menyayangimu dan tidak sabar sepertiku ingin melihat bayi kita lahir nantinya."


"Kenapa begitu? Bibi kan sudah memiliki cucunya sendiri?"


"Cucu bibi cuman satu istriku yaitu anak Taiyang, Kaisar Zhang belum menikah."


"Jodohkan saja dia adikmu." ucap Hana


"Emm...entahlah kita lihat saja nanti." ucap Tian Zhang sambil memeluk Hana. Hana pun tersenyum melihat perilaku perhatian suaminya, mereka berjalan menuju kediamannya dengan senyum yang merekah. Hana bersyukur dengan hidupnya yang sekarang bersama dengan pria yang begitu mencintainya. Mungkin dulu kehidupannya begitu suram, ia tak menyesalinya semua itu harus dilaluinya karena itu adalah garis hidupnya. Terkadang dunia seakan tak adil untukmu dan tak berpihak padamu. Tapi jangan berputus asa karena Tuhan akan selalu menolongmu dengan caranya, yakinlah. Tuhan Yang Maha Esa tidak pernah meninggalkan hambanya, kitalah yang sering lupa, kitalah yang sering mengecewakannya dan berjalan menjauhinya.


Semoga Tuhan mengampuni dosa kita di masa lalu, memberikan jalan di setiap ujian, mempererat silaturahim dengan sesama dan menjauhkan kita semua dari musibah dan bencana.


...T. A. M. A. T...


..............................


Terima kasih yang tak bisa author ucapkan satu-satu namanya atas semua dukungan, saran dan kritik kalian yang bermacam-macam. Cerita novel saya hampir sama dengan inti cara menyikapi kehidupan, persaudaraan, antara pasangan dan terlebih dengan Tuhan Yang Maha Esa yaitu Alloh SWT. Semua cerita memiliki keunikannya sendiri, seperti cerita hidup satu orang dengan yang lainnya. Karena novel ini adalah kerja keras saya, hasil dari pikiran saya sendiri maka novel ini mungkin tidak sama dengan harapan beberapa orang dan untuk yang menghargainya saya ucapkan beribu terima kasih...🥰🥰🥰🥰🥰🥰

__ADS_1


Ok Author akhiri, Wasallamualaikum...salam perdamaian dan persaudaraan 🙏🙏🙏


__ADS_2