Kematian Permaisuri Jahat

Kematian Permaisuri Jahat
51. Tertangkap


__ADS_3

Hana melompat keluar jendela dan benar saja seseorang berusaha kabur dengan turun dari lantai 2 menggunakan seutas tali setelah mengerjakan tugasnya. Si Pembuat Teror!


Sebelumnya, Hana sempat curiga dengan kondisi Fangyin yang tergeletak tak sadarkan diri tadi pagi. Hana yang segera memeriksa tubuh Fangyin menemukan beberapa kejanggalan yang pertama pada denyutan nadinya. Denyutannya begitu kuat padahal untuk seseorang yang tidak sadarkan diri itu mustahil. Lalu yang kedua, saat itu ia juga mencium bau perpaduan antara bunga dan buah yang bernama Datura Metel atau Kecubung. *Kecubung (Datura metel) adalah tumbuhan berbunga anggota suku Solanaceae, tumbuhan ini masih sekerabat dengan datura, tumbuhan hias dengan bunga berbentuk terompet yang besar. Kecubung biasanya berbunga putih dan atau ungu, tetapi hibridanya berbunga aneka warna.



Sayangnya tumbuhan ini sering disalah gunakan, tanaman ini dapat membuat kinerja otak melambat dan detak jantung menjadi lebih cepat, efek yang sama seperti mengkonsumsi narkoba. Bagian-bagian kecubung semuanya, berbahaya bagi manusia. Terutama bijinya yang mengandung alkaloid yang berefek halusinogen dan menyebabkan kegilaan baik sementara atau permanen. Selain itu juga, biji kecubung dapat memicu paralisis dan kematian. Di dalam kecubung juga terkandung senyawa cathinone yang efeknya hampir sama dengan amphetamina serta bersifat stimulan, mengurangi nafsu makan dan euphoria(senang berlebih-lebihan) sehingga menyebabkan kecanduan psikologis. Terdapat juga senyawa scopolamine dan antropine yang menyebabkan delirium halusinogen(halusinasi yang tidak bisa membedakan sama sekali nyata dan ilusi). Siapa sangka tumbuhan yang terlihat cantik ini bisa memiliki efek memabukkan dengan kadar tertentu.**


Meskipun demikian segala yang diciptakan oleh Tuhan Maha Esa pastinya memiliki nilai kebaikan dan tujuan manfaat lain, jika dipergunakan dengan tepat, maka baik pula manfaat yang didapatkan.


Inilah temuan Hana yang ketiga bahwa Fangyin berhalusinasi melihat Penampakan Sesuatu yang lain akibat terpapar ekstrak tanaman itu. Karena di teras lantai 2 Hana juga menemukan jejak lainnya yaitu pipa panjang dengan bekas pembakaran serbuk tanaman itu di ujungnya. 'Ceroboh' batinnya.


Hana tersenyum remeh saat Si Pembuat Teror telah turun ke tanah dan menarik tali yang ia kaitkan pada pagar pembatas teras di lantai 2 dengan perlahan. Ini pulalah yang menguatkan kecurigaan Hana, ia sebelumnya telah melihat bekas goresan pada pagar kayu rumahnya. Dari gerak geriknya tampaknya Si Pembuat Teror ini adalah Pemuda yang masih pemula yang tak mahir memainkan permainannya. 'Sungguh keputusan yang salah telah meneror keluarganya.' batin Hana


Dengan gerakan cepat dan lincah Hana melompat dari lantai 2 tanpa cedera sedikitpun. Rupanya tubuhnya memang istimewa meskipun ia telah berbaring lama di ranjangnya kemampuannya tak berkurang.


Greb

__ADS_1


Dari arah belakang Hana mencengkeram tangan pemuda itu. "Tertangkap kamu." ujar Hana sambil menyeringai dibalik penutup wajahnya.


Pemuda itu berusaha melarikan diri dengan mengibaskan tangannya. Hana mencengkeram kuat pergelangan tangan pemuda dan memitingnya.


Hana tak mau membuang percuma waktunya jadi ia segera menendang kuat betis kaki pemuda itu hingga pemuda itu jatuh tersungkur.


Akhh


"Menjeritlah agar semua orang bangun dan berdatangan!" ucapan lantang Hana membuat ciut nyali pemuda itu. Hana menginjak tubuh pemuda itu dan segera mengikat kedua pergelangan tangan pemuda itu. Ia menarik dan memaksanya masuk ke dalam rumah.


Semua keluarga harus tahu perbuatan pemuda itu!


.


Dulu pemuda itu yang menghalang-halangi Tabib Ji untuk membeli rumah itu juga yang menyebarkan rumor rumah angker. Pasti ada seseorang yang menyuruh pemuda itu.


"Cepat katakan siapa yang menyuruhmu?" ujar Chen long geram.

__ADS_1


Chen long memang menyadari adanya kejanggalan pada kejadian yang menimpa Fangyin kemaren. Namun saat akan menyelidikinya diam-diam rupanya ia melihat Hana juga tengah melakukan hal yang sama dengannya. Tak ingin Hana marah padanya ia memutuskan untuk bersembunyi dan akan membantu dia jika ia membutuhkan bantuannya. Termasuk saat Hana hendak menangkap pemuda itu, tak disangka ternyata Hana memiliki kemampuan untuk melindungi dirinya sendiri.


"Katakan siapa yang menyuruhmu?" ucap Tabib Ji


"Ayah jangan berbaik hati padanya. Ia sudah mencelakai Kak Fangyin."


"Apa di..dia putrimu juga tuan? Aku pikir putrimu cuma satu." pemuda itu terkejut dengan sosok perempuan misterius yang berpakaian hitam dengan penutup wajah yang memanggil Tabib Ji dengan panggilan Ayah.


Dari kegugupan dan keterkejutan pria itu nampaknya memang benar pemuda ini hanya orang yang mendapat perintah dari seseorang.


"Ayah, jika dia tak mau menjawab lebih baik potong saja lidahnya." ucap Hana mengintimidasi pemuda itu.


"A..ampun nona, saya hanya disuruh oleh seseorang ia memberiku sekantung perak." ucap pemuda itu menangis ketakutan.


"Oh jadi kamu memang berniat mencelakai salah satu putriku. Katakan cepat siapa orang itu?" tabib Ji murka berani - beraninya seseorang mencoba menyakiti keluarganya.


.......................

__ADS_1


* Hasil penelusuran dari Wikipedia dan situs lainnya. Untuk para readers harap bijak membaca ya... makasih 🙏🙏


__ADS_2