Kematian Permaisuri Jahat

Kematian Permaisuri Jahat
77. Terungkap


__ADS_3

Peristiwa yang terjadi pada malam itu diceritakan oleh Qixuan, setelah ia benar-benar sembuh hanya dalam waktu singkat yaitu 3 hari. Tabib Ji dan Audrey pun merahasiakan penggunaan darah Hana untuk membantu pengobatan Qixuan. Semua itu ditutupi untuk keamanan Hana. Demikian pula untuk keamanan Qixuan, mereka tak mengizinkan Qixuan untuk keluar rumah. Ia hanya di ijinkan untuk tetap berada di lantai 2 rumah.


2 hari sebelumnya, Shin selalu mengintai kediaman Tabib Ji setelah mendapat perintah dari tuannya untuk menemukan bocah yang kabur itu. Memang benar dugaan tuannya, 2 hari yang lalu Shin juga menemukan alas kaki bocah itu yang tergeletak tak jauh dari kediaman Tabib Ji.


Bagaimanapun anak itu adalah saksi mata dan korban tuannya, ia harus disingkirkan!


.


"Berikan token Anda, ini adalah formalitas untuk mendapatkan pelayanan di rumah pengobatan ini." ucap Hongli pada seorang pria tua


"Ku mohon tuan, saya kehilangan token saya. Saya sebatang kara jadi saya buru-buru kesini karena saya tidak kuat menahan sakitnya."


"Tunggu disini, saya akan menanyakan pada Nyonya." ucap Hongli


Tapi kemudian bola mata Pak tua itu melirik ke kanan dan ke kiri seakan mengamati situasi detik berikutnya pria tua yang terbungkuk-bungkuk itu meringis kesakitan "Akh...perutku sakit. Aku harus ke kamar mandi."

__ADS_1


Semua pasien yang menunggu memalingkan wajah karena jijik. Beberapa dari mereka berkata "Sudah minta ijin sana ke belakang. Akh...aku paling tidak tahan jika ada orang sakit perut!"


Pria itu sekilas tersenyum dan terbungkuk-bungkuk masuk ke dalam rumah. Saat melihat keadaan sepi ia menegakkan punggungnya seolah ia bukanlah seorang pria tua. Lalu dengan cepat memanfaatkan situasi yang lengang ia masuk ke setiap ruangan di lantai 1 untuk mencari keberadaan bocah itu. Saat tak menemukannya, ia hendak menaiki tangga menuju ke lantai 2 ketika akan melangkah....


"Maaf...Anda mau kemana Pak tua?" tanya Hana. Tadinya saat akan menanyakan pasien selanjutnya, ia tidak melihat Hongli maka dengan cepat Hana masuk ke dalam karena ia memiliki suatu firasat.


Mendengar pertanyaan Hana, Ia segera membungkukkan badannya berpura-pura sakit kembali dan berjalan tertatih-tatih melewati Hana begitu saja. Ia seolah tak menyadari keberadaan Hana.


Hana segera menghadangnya dan menepuk pundaknya "Pak tua apa yang anda cari? Anda mau kemana?" tanya Hana dengan menatap mata pria yang terlihat tua itu.


"Berputar-putar ya tapi tadi sepertinya Anda sedang mencari sesuatu." ucap Hana sambil memicingkan matanya.


"Ah tidak. Aku tidak akan berani melakukan itu di rumah keluarga yang begitu baik pada rakyat miskin sepertiku."


"Baiklah kalau Anda berkeyakinan seperti itu, mungkin ini hanya kesalahpahaman saja. Silahkan ke ruang pemeriksaan, saya akan memeriksa kondisi tubuh Anda." 'Pria ini adalah salah satu pengikutnya. Tampaknya dia telah mencurigai keluargaku' batin Hana

__ADS_1


Saat baru beberapa langkah setelah mempersilahkan pria itu untuk berjalan dahulu tiba-tiba ia menyikut perut Hana. Gerakannya yang cepat terbaca oleh Hana hingga ia bisa menghindar. Rupanya pria ini ingin melumpuhkan Hana dengan mengayunkan tangannya dan mengincar leher Hana.


Hana dengan sigap menendang perut pria tua hingga ia mundur beberapa langkah ke belakang sambil memegang perutnya. Dengan tangannya yang besar dia maju hendak memukul wajah Hana namun ia malah hanya sanggup menarik cadar Hana. Beberapa saat ia tertegun melihat wajah Hana.


Hana yang emosi melihat cadarnya terlepas memegang tangan pria itu dengan kekuatan bahunya ia berbalik dan membanting dengan keras ke lantai pria itu hingga menimbulkan bunyi yang cukup keras.


Brakk


Pria bertubuh besar itu langsung tak sadarkan diri. "Humph...hanya begitu saja." ucap Hana


Yang tak ia sadari semua pasien masuk ke dalam rumah setelah mendengar keributan itu mereka tercengang melihat wajah tabib Hana yang seperti bidadari namun memiliki kekuatan besar melumpuhkan pria yang besarnya melebihi dirinya. Bahkan salah satu dari mereka berucap "Kecantikan dari Surga"


"Hana ini....." teriak Audrey dengan wajah cemas


.......................

__ADS_1


Author yang nonton bersorak Hajar, banting...banting...bagus 👏👏


__ADS_2