Kematian Permaisuri Jahat

Kematian Permaisuri Jahat
14. Siapa


__ADS_3

Deg...deg..deg


Jantung Ling ling berdetak kencang karena usai berlari mengikuti batu fosfor yang diletakkan Chen long agar 'setiap keluarga tidak tersesat' itu ucapnya.


Dengan terengah-engah, Ling ling segera menarik lengan Chen long untuk mengikutinya.


"Hei...hei Ling ling berhenti!"


Mereka berhenti berlari lalu Ling ling mengatur nafasnya.


Hos..hos...


"Itu..ke..napa Kak Chen berhenti? Cepat ayo cepat...nona itu..di sana...cepat." ucap Ling ling terbata-bata.


"Hem..kau ini kenapa mengajakku berlarian tanpa ada penjelasan apapun. " omel Chen long sambil melepas pegangan tangan Ling ling.


"Jangan bermain-main. Aku sedang memasang perangkap untuk mereka." "Dan kau tanpa alasan yang jelas langsung menarik lenganku."


Chen long sungguh heran dengan ling ling padahal tadi siang mereka telah berdiskusi yang keputusannya adalah Ling ling dan He Hua menunggu dirumah, bersiap dengan kemungkinan terburuk lalu melarikan diri bersama. Sedangkan Chen long dan Ji hua memasang jebakan dan menyerang bandit yang tersisa.


"I..itu nona disana mereka menangkapnya. Tolong nona sesuatu yang buruk..."


belum selesai Ling ling melanjutkan kata-katanya. Tiba-tiba dia dikejutkan dengan kedatangan He Hua.


"No..nona ini benar kau tadi aku..itu.. tadi.."

__ADS_1


"Maafkan aku Ling ling saat kamu berjalan di depanku, Tian lepas dari kurunganku. Jadi aku mencarinya...kau tidak apa-apa kan Ling ling." ujar He Hua cemas.


"Berarti yang aku lihat tadi...siapa ya?" Ling ling gemetaran merasakan bulu halus dibelakang tengkuknya berdiri.


Flash back beberapa saat lalu


Sesuai idenya, He Hua memakai jubah hitamnya.


"Ling ling berjalanlah duluan, aku akan menyembunyikan Tian di kurungan ini.


Saat hendak memasukkan Tian, anak harimau itu malah memberontak dan berlari menjauh, sehingga He Hua mengejarnya.


Ling ling berjalan melambat, 'Kemana perginya nona ya. Ling ling celingukan melihaat sekelilingnya, dan tiba-tiba...Wanita bertudung itu telah berdiri di depan Ling ling.


Deg! 'Oh ya ampun nona ini membuat orang terkejut saja seperti angin datang tidak ada suaranya.'


.....


"Ku pikir yang keluar adalah roh melayang atau hantu tanpa kepala namun hanya seorang perempuan gila."


"Apakah kau tahu berbahaya bagi seorang wanita ditengah-tengah lima lelaki perkasa seperti kami." ucapnya dengan gelak tawa mesumnya.


Mereka berlima memutari perempuan berjubah itu dengan pikiran-pikiran kotor mereka.


"Kita bersenang-senang dulu saudaraku. Hei perempuan kami bisa bergiliran memberikanmu kepuasaan." ucap Yi tertawa mesum.

__ADS_1


Dia dengan beraninya mengambil ujung tudung kepala wanita itu dan menghirupnya.


Deg!


aroma 'bunga higanbana'. (Bunga Higanbana adalah bunga simbol kematian).


Seketika tubuh yi membeku dia gemetaran.


"Kakak ada apa dengan dirimu?"


"D..dia beraroma higanbana." ucap Yi dengan keringat dingin mengalir di pelipisnya.


Saudaranya yang lain tidak percaya dan berniat membuka tudung wanita itu dengan pedang di tangannya.


"Ja..jangan...!!"


Terlanjur. Tudung kepala itu sudah terbuka memperlihatkan wajah yang mengerikan...


wajahnya busuk berbelatung, mata merah menyala dan mulut mengeluarkan darah menyeringai memperlihatkan gigi-giginya yang tajam.


"Akh... hantu"



Mereka berlima berteriak berlari keluar hutan dengan tunggang langgang.

__ADS_1


....................


Hai semua readers terimakasih atas dukungan kalian semua hingga saat ini. Dukungan dan perhatian kalian semua sangat berarti untuk author. Tetap like dan vote yang banyak ya buat author itung2 buat pahala kalian semua karena udah berbuat baik sama author hehehe🙏🙏


__ADS_2