
"Dimana ini?"
"Kamu? Kamu yang membawaku ke tempat ini kan? " ujar Hana serius
Wanita berjubah putih yang tertutup dari kepala hingga ke kaki menganggukkan kepalanya. Ia menatap Hana dengan seksama kemudian berkata "Kamu merubah namamu? Hana ataupun He hua selama jiwamu sama, aku tetap bisa menemukanmu."
"Begitukah? Mmm...lalu dimana kita sekarang?" tanya Hana mengamati dirinya yang berdiri di sebuah jalan dengan suasana hutan yang aneh. Di pinggir kanan dan kiri jalan itu ditumbuhi pepohonan yang kering namun tidak mati, jumlah daun di pohon itu bisa dihitung dengan mudah. Dan jalan yang tidak sebegitu besar ini tampaknya menuju ke suatu tempat tapi menurutnya pasti tempat itu sangat jauh.
Sangat aneh. Ia sangat ingat bahwa ia duduk di tepi ranjangnya sambil membaca sebuah buku dan tidak dalam kondisi mengantuk namun hanya beberapa detik tiba tiba pandangannya menjadi gelap..
"Alam bawah sadarmu." ucap wanita berpakaian putih itu membuyarkan lamunan Hana.
Hana heran di mimpi sebelumnya wanita itu datang dengan hawa misteriusnya dan sedikit menakutkan. Namun sekarang Hana bisa mendengarnya berbicara dengan lancar tanpa hambatan.
Wanita itu mengerti jalan pikiran Hana dan kemungkinan ia dapat membaca pikiran Hana karena sedetik kemudian ia berkata "Hati dan pikiranmu Hana, menunjukkan penerimaan terhadapku jadi aku bisa berbicara dan memanggilmu ke tempat ini." jelasnya.
"Lalu jalan ini sebenarnya mengarah kemana?" ujar Hana celingukan.
"Ini adalah jalan menuju arah ke gerbang masa lalu." jawab wanita itu
__ADS_1
"Gerbang Masa Lalu?"
"Ya" jawab wanita itu
'Untuk apa wanita ini mengajaknya menuju Gerbang Masa Lalu. Apa yang ingin ia tunjukkan? Namun aku harus tahu dulu siapa dia sebenarnya.' batin Hana
"Tunggu sebentar, siapa kamu sebenarnya dan kenapa kamu berusaha untuk terus menemuiku?"
"Namaku adalah Guang (Cahaya). Aku adalah Penunggu Bunga Cahaya sekaligus Penyampai sebuah Pesan. Karena tubuhmu yang sekarang telah menyerap bunga Cahaya, maka secara alami kita terikat dan otomatis juga Anda telah terpilih sebagai Penerima Pesan itu ."
"Hei...tunggu...tunggu dulu itu hanya sekuntum bunga cahaya yang berkhasiat. Dan aku tidak memintanya melainkan harimau betina itu sendiri yang memberikannya padaku lalu mengapa seolah-olah aku dipaksa untuk menerima sebuah takdir. Untuk apa, kenapa dan aih...ini sangat membingungkanku."
"Kamu benar. Kamu memang tidak memintanya namun takdirlah yang menjodohkan dirimu dengan bunga cahaya. Semua itu tentu memiliki rahasianya sendiri yang tidak diketahui oleh manusia biasa sepertimu."
"Sesuatu yang lain itu juga adalah penyampai pesan, ia sama denganku namun pesan yang ia sampaikan berbeda dengan ku . Ia berniat menjauhkanmu dari takdir sesungguhnya".
Wanita itu menatap Hana lalu berkata kembali "Disini tugasku untuk menyampaikan pesan yang tepat Hana, menuntunmu pada takdir yang sebenarnya. Pertanyaanku adalah apakah kamu mau menerima tanggung jawab ini? Karena dengan bantuanmulah pengganggu itu akan binasa. Jalan ini adalah sebagai simbol penerimaanmu. Diam berarti kamu tidak menerima pesan yang kusampaikan dan Maju jika kamu bersedia lalu ikuti aku!"
'Pengganggu? Pengganggu seperti apa?Jika tidak mengikutinya apa yang akan terjadi?' batin Hana
__ADS_1
"Aku tahu apa yang ada dipikiranmu Hana" lalu wanita itupun melanjutkan "Apa anda tahu Hana siapa dalang dari kematian beberapa orang yang ditemukan di rumah tua itu? Dan beberapa orang hilang dalam beberapa tahun terakhir?"
"Ya tapi aku tidak begitu yakin." Hana dulu menempatkan orang terbaik untuk menyelidikinya..temuan mereka menyebutkan bahwa pembunuhnya adalah satu keluarga. Mereka adalah anggota sekte hitam yang telah lama hilang. Namun Hana yang juga Permaisuri tidak begitu yakin bahwa pelakunya adalah keluarga pelayan itu. Jika mereka adalah dalang dari kejadian menggemparkan itu tapi mengapa mereka semua malah ditemukan tewas seolah olah mereka ditumbalkan untuk menutup kasus itu.
"Kamu benar Hana pelaku sebenarnya masih berkeliaran diluar sana. Kami menyebutnya 'Pengganggu' atau Makhluk perubah wajah. Dia adalah Penguasa sekte Hitam yang dahulu pengikutnya telah dimusnahkan oleh Ibu kandungmu, darah makhluk itu bisa meracuni manusia normal hingga menyebabkan kematian. Dalam kadar tertentu darahnya juga bisa merubah manusia normal menjadi seperti dirinya. Dia adalah manusia sama sepertimu namun ia hanya dapat bertahan hidup dengan meminum darah manusia membuatnya awet muda dan abadi. Dia bahkan bisa merubah wajah dan bentuk tubuhnya sesuai keinginannya karena keabadian tujuan utamanya itu semua.....menyalahi aturan alam. Kamu tahu Hana jika manusia sepertinya dapat hidup ratusan tahun maka...."
"Kebinasaan." ucap Hana dengan tegas.
Wanita itu mengangguk. Ia kemudian kembali bersuara. "Jika kamu memilih menghindarinya maka Tuhan yang akan bertindak. Tuhan tidak butuh bantuanmu Hana. DIA bisa melakukannya sendiri menghancurkan apa yang telah DIA ciptakan dengan mudah. Namun Tuhan memberikan kesempatan bagi dirimu Hana untuk peduli kepada sesama. Apakah kamu peduli dan mau berkorban membinasakan Pengganggu itu? Inilah pesan itu Hana."
Deg
Tubuh Hana bergetar. Ini adalah tanggung jawab yang besar. Dulu ia memang pernah memegang tanggung jawab sebagai Ibu Negara namun kini membinasakan makhluk seperti itu apakah ia mampu?.....'Tidak! Aku tidak boleh ragu. Ini adalah kesempatan yang Tuhan berikan. Aku tidak boleh menyia nyiakannya. 'Hidup dan Matiku hanya untuk NYA selama Tuhan bersamaku untuk apa aku takut dan ragu lagipula dunia ini harus tetap berjalan aku masih ingin mendapatkan kedamaian bukan hanya untukku saja tapi juga untuk semua manusia.' batin Hana.
"Baik tunjukkan padaku." ucap Hana sambil menguatkan hatinya.
Wanita itu tampak tersenyum dari balik tudungnya. Ia berjalan menuntun Hana ke sebuah Gerbang.
"Semuanya perjalananmu akan dimulai dari langkahmu hari ini."
__ADS_1
.................
Hai semua readers maafkan author yang upnya lamaaaaaaaa banget. Kesibukan author yang berjibun penyebabnya wkwkwk. Namun author tetap berusaha mengetik untuk memberikan hiburan untuk para readers semuanya. Makasih buat yang udah nge vote 🙏🙏 maturnuwun.