
"Aku akan memberikan anak kita pada kakak Qian. Lagipula kakak Jian benar, kenyataan bahwa aku adalah buronan lambat laun akan diketahui semua orang. Pada saat itu aku tidak akan sanggup melihat suami dan anakku menderita karena diriku."
"Tidak! lalu apa yang akan kamu lakukan setelah menyerahkan anak kita? Kamu akan pergi? Jangan berpikiran untuk pergi, aku mencintaimu sangat. Aku tidak akan...."
Audrey menutup mulut Ji hua dengan lembut menggunakan tangannya. "Sudah aku bilang kan dari awal saat kamu melamarku, hari ini akan terjadi."
Pihak keamanan kerajaan Ming yang baru mengumumkan, bahwa saat peperangan terjadi beberapa tahanan memanfaatkan keadaan untuk kabur dari penjara. Salah satu tahanan yang kabur adalah audrey.
Audrey bukan pembunuh atau pencuri, ia berkata ia hanya orang yang berada di tempat dan waktu yang salah. Ia hanyalah korban ketamakan seseorang.
"Percayalah padaku, anak kita akan aman bersama mereka. Aku hanya ingin anak kita tidak malu memiliki ibu sepertiku. Setelah 15 tahun kasusku akan ditutup karena mereka akan menganggapku telah mati. Dan aku berjanji kita akan bersama-sama kembali".
"Lalu bagaimana dengan anak kita, usia kehamilanmu telah berusia 3 bulan lebih masuk bulan ke -4 sedangkan Qian belum mengandung? Jika memberikan anak kita pada mereka tentu mereka tahu jika anak itu adalah anak kita secara normal wanita akan melahirkan setelah usia kandungannya melebihi 9 bulan".
"Aku akan menekan kehamilanku mengggunakan ramuan yang kupelajari dulu, paling lama aku akan melahirkan di bulan ke-13 dan paling cepat di bulan ke-11".
"Apakah kamu juga seorang tabib Audrey? kamu belum pernah bercerita padaku soal kemampuanmu itu."
"Tidak suamiku. Aku mempelajarinya saat membantu seorang tabib di benua barat dulu".
__ADS_1
"Lalu bagaimana dengan kehamilan Qian? Aku hanya tahu beberapa obat agar pasien terlihat mual dan pucat di awal kehamilan. Jika seseorang memeriksanya selain aku mereka pasti tahu bahwa kehamilannya palsu tidak hanya itu seiring berjalan waktu perut qian tidak akan membesar?" lanjutnya. Ia sangat penasaran dengan pemikiran istrinya.
"Berikan dia cacing thricinosis. Kita tanamkan di rahimnya dengan nutrisi yang diberikan setiap harinya dia akan tumbuh dan membesar. Namun sejak ditanamkan kita harus mengeluarkannya dalam 7 atau 8 bulan ke depan."
..
Malam penanaman benih
Tok..tok..tok
"M..masuklah." Xin Qian terlihat gugup ia meremas-remas tangannya dan terlihat seperti akan menangis.
"Aku tahu, ia hanyalah seorang pria pengecut yang egois. Dan entah mengapa aku sangat mencintainya dan mendukung rencana brengseknya." makinya sambil menitikkan air mata.
Sungguh saat itu Ji hua tidak tega dan ingin memberitahukan rencana sebenarnya.
"Kakak apakah kamu keberatan, sebetulnya aku pun tidak ingin melakukan ini denganmu aku begitu menghormatimu. Bisakah kamu meminum ramuan ini jadi saat kita melakukannya, kamu akan tidur sementara. Ini semua demi kehormatanmu."
mmm
__ADS_1
"Baiklah, aku percaya padamu." qian meminum semangkuk ramuan yang diberikan oleh Ji hua.
Tampak setelah beberapa jam setelah meminum ramuan itu Qian benar-benar telah tidur dengan tenang.
Ji hua tampak duduk di sebuah kursi tak jauh dari ranjang itu tampak mengamati Xin Qian sambil bergumam "Kuharap semua berjalan sesuai rencanamu". Lalu Ji hua bangkit dan kembali tidur di kamarnya.
Begitu melihat suaminya telah keluar dari kamar qian, Audrey segera masuk ke dalam kamar itu.
"Kakak ipar yang malang, tolong maafkan tindakanku ini."
Audrey sebetulnya telah mengetahui semuanya di malam Ji hua dan qian yang berbicara di taman. Saat itu Audrey yang mencari suaminya tak sengaja mencuri dengar curhatan qian. Saat itu Audrey benar-benar marah dan berniat kabur dari kediaman Panglima itu. Namun ia ragu, ia telah mengandung buah cintanya dengan Ji hua bagaimana dengan masa depan anaknya kelak dan juga dia sungguh ingin tahu kejujuran suaminya. Jika suaminya itu melakukan apa yang diminta oleh kakak Jian, Audrey berjanji tidak pernah memaafkan suaminya itu.
Namun ternyata suaminya benar-benar mencintainya ia bahkan menceritakan semuanya.
Audrey melepas pakaian bawah qian, ia membuka pangkal paha qian. Ia memasukkan ramuan khusus ke dalam v..ina milik qian. Dan berusaha memasukkan 1 buah cacing thricinosis menggunakan alat yang ia sembunyikan dalam bajunya. Ia sedikit kesulitan, karena jika cacing itu tidak pada tempat sebenarnya, cacing itu bisa saja keluar dengan sendirinya atau malah melubangi organ tubuh qian. Maka ia harus berhati-hati. Hampir 1 jam waktu yang ia butuhkan "Ah selesai" ucapnya. Ia segera merapikan pakaian qian dan keluar dari kamar itu.
..............
Maafkan author ya readers biar gak bingung, kalian bacanya harus benar-benar meresapi karena alur cerita yang author buat maju mundur maju mundur cantik cantik wkwkwk ππ. Tetap semangat dukung author ya jangan pernah bosan #ingatpesanauthor bacaπ like πkomenπvote okππ makasih banyak semuanya ππ
__ADS_1