Kematian Permaisuri Jahat

Kematian Permaisuri Jahat
96. Jimat


__ADS_3

Di tengah perjalanan menuju kediamannya Ibu Suri tersenyum licik. Semua yang direncanakannya berjalan sempurna. Sebentar lagi mereka akan menangkap seluruh keluarga tabib Ji hua itu dan memenjarakan mereka semua. Cara yang sangat mudah untuk membunuh seluruh keturunannya, Audrey sekaligus cucu sialnya itu.


Setelah sampai di kediamannya, Ibu Suri segera berbaring di tempat tidurnya.


"Tinggalkan aku sendiri. Aku ingin beristirahat, kepalaku begitu sakit." ucapnya pada semua pelayannya. Para pelayan itu menunduk untuk memberikan penghormatan dan akhirnya pergi dari kamar yang sangat luas itu.


Zhang berdiri di samping ranjang layaknya patung, matanya memandang lurus ke depan dan ia hanya diam tak mengeluarkan suara apapun.


Tiba-tiba pintu kamar dibuka dan pelayan yang bernama Shizu masuk ke dalam Ibu Suri


"Selamat Yang Mulia atau bisa ku panggil sayangku? atas keberhasilan yang di depan mata." ucap Shizu seraya tersenyum


"Ah anda bersikap terlalu formal, sa..yang..ku kemarilah." ucap Ibu Suri manja lalu ia menarik tangan Sizu agar duduk di ranjangnya dan menyadarkan kepalanya di bahu pelayannya itu.


"Ini tidak pantas." ucap Sizu sambil melirik Pangeran Zhang yang masih mematung disana

__ADS_1


"Dia?" tanya Ibu Suri lalu ia tertawa terbahak-bahak


"Jangan khawatir sayang, dia sekarang tak berbahaya. Aku sudah menghipnotisnya." bisik Ibu Suri di telinga Sizu


"Kamu mulai menggodaku sayang...hmm." ucap Sizu yang langsung hendak mencium Ibu Suri


"Berhenti. Seperti biasa, apa kamu lupa?"


"Ha...ha..ha kamu benar" jawab Sizu dan dalam sekejap Sizu berubah menjadi pria gagah dan tampan


.


Dalam perjalanan malam ini hanya Ying saja yang tidak nampak ikut, itu semua dikarenakan pesan yang ditulis oleh Audrey untuk menyampaikan pesan itu ke ketua adat dan sekaligus untuk melindunginya.


.

__ADS_1


Titah Penahanan telah diturunkan oleh Kaisar malam itu juga. Semua orang yang mengira Hana masih berada dalam istana mencarinya dengan susah payah, namun hingga tengah malam mereka tetap tak menemukannya. Hingga mereka pun yakin pasti Hana telah mendengar titah penahanannya dan akhirnya melarikan diri. Keyakinan para pejabat istana semakin bertambah bahwa memang benar adanya jika keluarga Tabib Ji adalah pemberontak dan Hana adalah monster, saat pasukan yang dikirimkan ke kediaman tabib Ji kembali dengan tangan hampa karena keluarga Tabib Ji telah meninggalkan kediamannya tanpa jejak sedikit pun. Bagaimana bisa manusia biasa atau rakyat biasa begitu cepat menyadari titah penahanan dirinya dan dengan cepatnya bisa keluar dari kediamannya tanpa seorangpun yang tahu. Terlebih penjaga yang menjaga kota yang tak satupun melihat kereta kuda keluarga tabib Ji keluar dari kota tersebut..ini sangat aneh, mereka seperti hilang tanpa jejak. Begitulah kira-kira pemikiran para pejabat istana yang sampai pagi menjelang mereka semua belum ada yang beristirahat. Mereka semua tampak lelah dan stress memikirkan monster itu.


Barulah saat sinar matahari memasuki jendela aula, mereka tampak sedikit lega karena berdasarkan kesaksian Ibu Suri monster itu hanya aktif di malam hari.


.


Di sepanjang jalan, pasar dan bangunan pemerintahan telah dipasang gambar dan pengumuman perintah penahanan Tabib Ji sekeluarga. Isi dari pengumuman tersebut adalah Bagi Siapapun yang menemukan keberadaan Tabib Ji beserta keluarga harap segera melapor, bagi mereka yang melapor dan terbukti benar akan ada hadiah sekantung penuh keping perak namun khusus untuk yang menemukan anak Tabib Ji yaitu Hana hadiahnya adalah sekantung penuh koin emas. Tuduhan yang disertakan dalam pengumuman tersebut adalah kerja sama dalam upaya pemberontakan dan pembunuhan. Para rakyat diminta waspada jika mereka ingin menemukan Hana karena dia adalah monster pembunuh dan disertai penjelasan pendukungnya. Sontak setelah membaca pengumuman keriuhan terjadi. Banyak dari mereka mempertanyakan kebijakan kaisar apakah mereka akan mendapat perlindungan atau tidak.


Untungnya hal ini cepat disadari oleh para pejabat sehingga sebelum menempelkan pengumuman tersebut, mereka telah menempatkan beberapa anggota pengadilan dan beberapa kasim istana untuk berbicara dan menenangkan semua orang. Mereka diminta untuk mematuhi jam malam dan memakai simbol kerajaan di rumah-rumah mereka sebagai jimat untuk perlindungan.


Ini adalah kecerdikan Iblis itu yang dengan pintarnya menggunakan kejadian itu untuk menggelincirkan kekuatan keimanan mereka umat manusia dan menaruh kepercayaan yang kuat bahwa perlindungan dan keamanan akan mereka dapatkan dari jimat, simbol dan sejenisnya.


...............................


(QS:Shaad [38] : 82-83) Iblis berkata: "Demi kekuasaan Engkau, aku tidak akan berhenti dalam menyesatkan Bani Adam" (selama ruh mereka berada di dalam badan) Kecuali hamba-hamba-Mu yang mukhlis di antara mereka" yakni orang-orang yang beriman.

__ADS_1


__ADS_2