Kematian Permaisuri Jahat

Kematian Permaisuri Jahat
6. Hutan Sunyi


__ADS_3

Saat Matahari mulai merangkak naik, terlihat dari jauh sebuah pedati yang mengangkut tumpukan jerami yang melaju cukup kencang. Dengan banyaknya jerami itu membuat perjalanan tidaklah mudah saat ini sang kusir pembawa pedati seakan tergesa-gesa mengejar waktu. Ia harus tiba lebih awal ditempat yang telah ditentukan oleh tuannya, ia tidak ingin membuat tuannya kecewa.


Maka ia pun berusaha memacu kinerja hewan kesayangannya untuk menarik pedatinya itu.


Hia...hia..hia


Lain halnya dengan pikiran pria itu, satu penumpang lainnya yang duduk dibelakang kemudinya tampak begitu gemetaran sambil memeluk lututnya. Sebelum keluar dari perbatasan kota tadi, pedati yang dinaikinya dihadang penjaga kota yang menanyakan tujuan perjalanan mereka. Ia begitu gugup hingga terus-menerus mengeluarkan keringat dingin.


Ia tidak ingin ditangkap, apalagi dihukum karena berusaha kabur dari kerajaan Matahari demi mengikuti pria tampan yang menemuinya tadi malam.


Saat para penjaga perbatasan kota menghentikan mereka, jantung Ling ling terasa berdegup kencang karena ketakutan yang luar biasa. Beruntung, penjaga itu percaya dengan alasan yang Chen Long berikan dan tidak mencurigai gerak - gerik Ling ling yang mencurigakan. Menurut Ling ling Pria bertubuh tegap, tampan, tinggi dan putih itu sangat cakap dalam berkata-kata hingga siapa pun lawan bicara akan mudah terpengaruh pada setiap ucapannya.


Bahkan si Penjaga Kota menepuk bahu pria itu, seolah-olah mereka sahabat lama. Sungguh menggelikan bukan.


.

__ADS_1


Lain halnya dengan kondisi Chen long dan ling ling yang berpacu dengan waktu. Saat ini para penduduk kekaisaran telah sibuk dengan aktivitasnya, ada yang berternak, bertani dan ada pula yang berdagang.


Berita tentang kematian permaisuri telah sampai ketelinga mereka. Namun yang mereka gunjingkan adalah perihal tata cara pemakaman yang tidak memakai ritual apapun bahkan tidak ada kerabat, pejabat hingga suaminya sendirinya pun tidak ikut hadir.


Isu berhembus begitu cepat dan menyebar ke pelosok kekaisaran sampai sore hari pun mereka masih menggunjingkan hal yang sama yaitu penyebab Permaisuri jatuh sakit hingga meninggal dunia tadi malam.


Ada yang menduga sakit Permaisuri adalah karma, ada yang bilang kutukan bahkan ada yang mengatakan karena kekuatan hitam yang dimiliki Permaisuri. Namun tidak ada kabar yang pasti mengenai sakit yang diderita oleh Permaisuri.


Sampai ada satu orang laki-laki yang matanya mengawasi kerumunan orang-orang yang tengah bergunjing disebuah kedai minuman ternama disana. Mata dan pendengaran nya ia tajamkan untuk mendengar pembicaraan orang-orang itu, saat semua orang berhenti bicara karena kebingungan mencari penyebab kematian permaisuri disaat itulah mulut pria itu bergerak dan dia mulai angkat bicara.


Sambil mendekati kerumunan itu, ia berkata


Segera beberapa orang yang semula tak tertarik bergosip, mulai tertarik dan memperhatikannya.


"Kalian tahu penyebabnya.....karena Permaisuri terkena Penyakit Menular. Kabarnya sudah puluhan tabib dikerahkan untuk menyembuhkan. Namun tidak ada yang sanggup. Bahkan segera setelah meninggal permaisuri langsung dimakamkan tanpa prosesi apapun, itu semua agar penyakit Yang Mulia tidak menyebar. Itulah yang saya tahu." Saat pria itu selesai berkata-kata. Semua orang hanya mengangguk tak berani melanjutkan obrolan mereka tentang Permaisuri.

__ADS_1


Karena penyebab kematian sudah diketahui malah sekarang mereka berfikir mengenai pengangkatan Permaisuri Baru. Sungguh orang-orang yang suka bergosip. Habis pembicaraan satu beralih ke pembicaraan lainnya. Setelah dirasa menyelesaikan tugasnya, pria itu pun menghilang.


.


Ling ling tak sadar ia telah tertidur, ia begitu lelah dengan 7 jam perjalanannya, sampai pedati yang semula bergerak cepat kini agak melambat.


"Hei gadis kecil, bangunlah kita sudah sampai!" ujar Chen Long


"Emm..hoamm." "Dimana kita?"


sambil menggerakkan kepala dan pinggangnya karena letih setengah hari duduk di pedati yang berguncang.


Namun matanya terbelalak saat melihat pemandangan yang tak pernah ia bayangkan.


"Kita di tengah kedalaman Hutan Sunyi." jawab Chen Long dengan mata waspada.

__ADS_1


.................................


Cerita hanya untuk hiburan pembaca, mohon untuk bijak dalam membaca karena ini adalah murni berasal dari karangan, imajinasi dan pikiran author sendiri. Tindakan buruk tidak untuk dicontoh 😇. Mohon dukungannya ya dengan memberikan like dan votenya sebanyak - banyaknya, dan tolong bantu share ke teman-teman lainnya agar tahu cerita saya karena dengan banyaknya pembaca author udah seneng banget😃dan terharu banget😭 berarti karya author dihargai. Semoga Alloh membalas kebaikan kalian semua yang udah like dan vote..amminn. 🙏🙏 terima kasih banyak.


__ADS_2