Kematian Permaisuri Jahat

Kematian Permaisuri Jahat
68. Putus Cinta


__ADS_3

Setelah semua kejadian yang terjadi di rumah Tuan Chyou mau tidak mau Tabib Ji akhirnya memutuskan untuk menerima pemeriksaan pengobatan untuk semua kalangan karena berita tentang tabib Ji dan Hana yang berhasil menyembuhkan anak Tuan Chyou akan segera menyebar cepat ataupun lambat. Pengobatan gratis tetap diberikan bagi warga yang kurang mampu. Namun dengan banyaknya orang yang datang untuk berobat, maka tabib Ji menyewa sebuah rumah yang tak jauh dari rumah untuk memberikan pelayanan pemeriksaan yang pebih optimal. Dan juga tabib Ji bekerja sama merekrut beberapa tabib untuk meringankan pekerjaannya.


Kini semua berjalan lancar, desas desus tentang Hana yang bisa melihat sesuatu yang lain pasti akan mengundang antusias warga apalagi jika ditambahkan bumbu disana sini oleh karena itu tabib Ji menyewa jasa penyebar gosip untuk membuat rumor untuk menyamarkan kemampuan Hana seolah Hana bukanlah orang yang memiliki kemampuan spesial itu, semua karena ia dibantu oleh seseorang berkemampuan khusus. Tabib Ji bahkan berani memberikan bayaran lebih agar si penyebar gosip dapat berhasil meyakinkan orang-orang. Pastinya itu dilakukan seorang Ayah agar anak tercintanya aman dan tidak nampak 'Mencolok'.


Hari ini tepat 3 hari sebelum perayaan pengangkatan Permaisuri, di pinggiran jalan utama banyak tulisan dan hiasan untuk menyambut hari besar itu. Tak lupa pesta rakyat akan digelar pada malam harinya.


Pagi ini semuanya sibuk dengan rutinitas mereka masing-masing. "Ibu, aku akan pergi ke klinik di sebelah untuk melihat penanganan pasien disana." ucap Hana


"Ya pergilah. Tapi ingatlah jika melihat pasien 'khusus' jangan lakukan apapun. Ingat apa yang Ayahmu katakan." ucap Audrey menasehati


"Iya Ibu. Ibu tenang saja." ucap Hana sambil mencium pipi Audrey


.


Di rumah pengobatan yang kedua, suasana tidak seramai di rumah pengobatan Hua yang pertama.


"Kakak Ying kamu kelihatan lelah, apa semua baik-baik saja?" tanya Hana melihat Ying yang beberapa kali menghapus butiran keringat yang menuruni dahinya.


"Cuaca terik hari ini Hana."


"Anda benar kakak, sebaiknya aku membuat minuman yang menyegarkan untuk kakak dan tabib lainnya." ucap Hana bersemangat


"Ah Hana itu merepotkanmu." ucap Ying sambil mengipas-ngipas tubuhnya menggunakan kipas.

__ADS_1


"Jangan sungkan ka..."


ucapan Hana terpotong dengan suara seseorang.


"Tolong...tolong kakakku..." ucap seorang pria dengan raut wajah cemas dengan membopong tubuh seorang pria bertubuh tinggi dan berkulit hitam.


"Apakah ruang pemeriksaan ada yang kosong?" tanya Hana pada salah satu tabib.


"Disebelah sana Nona." tunjuk tabib itu


"Cepat bawa dia kesebelah sana, nanti akan ada tabib yang memeriksanya." ucap Hana menenangkan kepanikan pemuda itu.


Pemuda itu menidurkan kakaknya ke ruangan yang ditunjukkan oleh tabib itu sesaat kemudian dia kembali ke luar.


"Nona apa anda tabib?" ucapnya tergesa-gesa


"Tapi sebaiknya anda saja yang memeriksanya, lebih cepat lebih baik." ucapnya lagi


"Baiklah."


"Nona..." ucap seorang tabib disana menghentikan Hana. Tabib itu hanya teringat pesan Tabib Ji agar Hana tidak perlu memeriksa pasien jika ia berada disana.


"Ah tidak apa-apa. Jangan khawatir tidak akan ada yang cerita jika aku memeriksa pasien disini. Iya kan kak Ying?" ucap Hana mengerlingkan sebelah matanya.

__ADS_1


"Hemm.." Ucap Ying mengiyakan


Pipi Tabib itu bersemu merah, ia sungguh terpesona dengan sikap Hana. Walaupun ia tidak tahu bagaimana rupa Hana. Tapi dari suara dan keanggunannya pasti Nona Hana adalah seseorang yang amat cantik. Tentu saja apalagi sang Ayah yang terlihat protektif terhadapnya itu sangat meyakinkan.


Hana memasuki ruang pemeriksaan. Dilihatnya Pasien itu bibir pucat dengan butiran keringat dingin di dahinya. "Apa Anda bisa mendengar saya tuan. Apa yang Anda keluhkan?" tanya Hana


Mmmm...mmm


"Tenanglah, jangan cemas. Tidak apa-apa. Katakan saja." ucap Hana menepuk nepuk lengan pria itu.


"A...aku..perutku sakit dan diare berulang-ulang." ucapnya sambil mengusap-usap perutnya.


Hana menekan pergelangan tangan pria itu untuk memeriksa nadinya.


"Tidak apa-apa. Hanya masalah pencernaan yang kurang baik. Sepertinya hanya salah makan. Apa sebelumnya tuan Anda mengkonsumsi alkohol dengan jumlah banyak?" ucap Hana sambil menatap wajah pemuda itu


"Ya tuan sudah berhari-hari minum alkohol seperti orang yang putus cinta." jelasnya


He..he..he..


Hana tertawa kecil mendengar penuturan pria itu. Hang sempat terpana dengan suara Hana.


"Tolong bilang pada Kakak yang juga tuanmu jika sakit langsung periksa saja tidak perlu menghitamkan kulitnya. Dan juga masalah putus cinta itu wajar saja jika masih lajang tidak perlu terlalu menyakiti diri, minum alkohol dalam jangka panjang dan porsi banyak akan merusak ginjal dan organ dalam lainnya. Anggap saja Tuhan belum memberikan gadis yang tepat untuknya."

__ADS_1


"Oh ya aku sudah meresepkan obat untuk tuan Anda. Kuharap obat ini akan membantunya untuk mempercepat pemulihan kondisi tubuhnya. Kuharap tuan Anda segera sembuh." lanjut Hana lagi.


............................


__ADS_2