
Ibu Suri menatap kaisar sejenak saat akan berdiri dan kaisar pun mempersilahkan Ibu Suri untuk berbicara. Kaisar sebenarnya tidak tahu berita apa yang akan disampaikan oleh Ibunya itu. Ibu Suri berdiri dan menatap semua orang 'Akhirnya hari ini datang, semua orang akan takluk di bawah kakiku' batinnya
"Pemberontakan. Ini semua di akibatkan niat terselubung untuk memisahkan diri." ucapnya dengan lantang membuat suasana di aula menjadi riuh oleh keterkejutan semua orang.
"Kalian semua pasti mendengar desas-desus yang terjadi di kediamanku. Hari ini aku meminta dengan sangat, agar pengadilan dan kaisar bertindak tegas untuk mengusut tuntas kasus ini. Kasus ini seolah menampar kita semua, ini adalah PEMBERONTAKAN, upaya pembunuhan dan penipuan yang dilakukan oleh seorang tabib." ucap Ibu Suri palsu itu dengan berapi-api.
Para pejabat berkasak kusuk, mereka riuh saling berpendapat.
"Yang Mulia, ijinkan saya bertanya. Siapakah tabib yang anda maksud?" ucap Menteri Keuangan.
__ADS_1
"Kalian pasti tahu siapa dia, dia adalah istri seorang tabib istana yang mengundurkan diri, dia adalah tamu yang diundang untuk mengobati anakku Taiyang. Audrey istri tabib Ji Hua. Dia adalah pembelot, pemberontak. Dia adalah tangan kanan kerajaan Qin. Dia berusaha untuk MELENYAPKANKU!" Jerit Ibu Suri
Kemudian tubuh Ibu Suri gemetar, tubuhnya limbung. Semua orang terkejut dan berteriak "Yang Mulia"
Dengan sigap Taiyang berdiri dan memegang bahu Ibunya itu. "Ibu" panggilnya
Ibu Suri menggeleng, ia menatap Taiyang seolah mengatakan 'Ibu harus menyelesaikan ini' kemudian ia menarik satu tangan Taiyang untuk digenggamnya. Dengan wajah memucat dan suara terbata-bata ia berucap "Dan yang le..bih menge..rikan lagi, dia adalah mon...ster. Monster penghisap darah. Dia bukan manusia, dia adalah wabah yang diciptakan oleh Kerajaan Qin. Aku melihatnya dengan mata kepalaku sendiri bagaimana Liwei pelayan setiaku dibunuhnya, dihisap habis darahnya dan mayatnya berubah menjadi abu ..sungguh mengerikan." ucapnya dengan deraian air mata.
"Sementara pelayan yang tidak setiaku, mati dibunuh olehnya karena tak berhasil membunuhku. Dia menempatkan mata-mata selama ini di sisiku. Untung saja simbol matahari ini melindungiku, dia ketakutan melihat simbol matahari kerajaan kita. Dia bergerak di malam hari karena kekuatan mereka muncul di malam hari. Dan saat pagi mereka seperti manusia normal lainnya."
__ADS_1
Pangeran Zhang maju ke tengah aula "Yang Mulia adakah bukti yang lebih menguatkan jika Nyonya Audrey adalah makhluk yang Anda ceritakan. Mungkin ini adalah kesalahpahaman. Jika ini terbukti benar saya takut bahwa akan memicu........" ucap Pangeran Zhang
"Pangeran Zhang, aku adalah saksi mata kejadian itu. Aku adalah orang yang melihatnya langsung. Tidakkah kalian mempercayaiku. Bahkan anak Audrey itu telah menunjukkan bukti di hadapan kalian semua. Kecantikannya. Tidakkah kalian menyadarinya? Tidak ada manusia normal yang berwajah rupawan layaknya bidadari. Karena dia adalah anak Monster, anak dari makhluk itu."
Taiyang terkejut tubuhnya gemetar. Namun ia berusaha tenang dan menguasai dirinya. "Ibu, aku akan menyelesaikan ini, beristirahatlah." ucapnya sambil meminta bantuan Pangeran Zhang dan beberapa pelayan untuk mengantarkan Ibu Suri kembali.
Suasana menjadi hening saat Ibu Suri keluar dari aula namun saat pintu ditutup mereka para pejabat itu segera meminta ijin untuk berdiskusi sebentar.
Menteri Keuangan lah yang maju ke depan untuk menyampaikan pendapat para pejabat yang telah ia simpulkan "Yang Mulia saya mewakili para pejabat yang membantu anda selama ini, memohon dengan sangat segera ambil tindakan tegas atas kejadian ini. Yang pertama : Makhluk seperti itu mungkin tidaklah satu maka demi keselamatan kita semua, tangkap Tabib Ji beserta seluruh keluarganya. Yang kedua : Minta Kerajaan Qin untuk menyerahkan semua makhluk ciptaannya untuk kita musnahkan. Jika ia tidak mau maka Perang tak terelakkan."
__ADS_1
.............................