
Tabib Ji sudah 2 hari ini menginap untuk sementara di penginapan pusat kota. Kepentingannya untuk berbisnis obat-obatan herbal dengan harga terjangkau bagi masyarakat menengah ke bawah menjadi prioritasnya. Tabib Ji sudah seharian berkeliling kota dan sungguh keberuntungan mendapatkan 1 rumah beserta toko disebelahnya...ya walaupun dengan bentuk bangunan lama namun rumah dua lantai itu cukup besar dan tempatnya juga cukup strategis. 'Sedikit diperbarui warna temboknya maka rumah itu akan siap menjadi tempat prakteknya untuk mengobati warga yang sakit dan lantai duanya bisa digunakan untuk tempat tinggal keluarganya'. batin Ji hua dengan mata berbinar.
Tiba-tiba seseorang mendekatinya dan bertanya "Apakah anda tertarik untuk membeli rumah dan toko itu tuan?"
Tabib Ji berbalik dan menatap pria yang bertanya itu. "Mmm ya aku tertarik untuk membelinya. Apakah kamu tahu dimana rumah pemilik rumah dan toko ini?" tanya Tabib Ji pada pria muda berpenampilan seperti pelayan toko.
"Tentu saja tuan saya tahu pemiliknya, saya kan menjaga toko pakaian di seberang rumah ini." jawabnya sambil menunjuk toko pakaian diseberang jalan yang berwarna merah.
"Kalau begitu tolong antarkan aku pada pemilik rumah itu karena aku akan membelinya." ucap tabib Ji bersemangat
"Aduh tuan kenapa anda terburu-buru, tidak kah anda heran rumah yang begitu besarnya beserta toko disebelahnya cuman seharga 150 tael emas?"
Awalnya tabib Ji juga heran rumah sebesar ini beserta tokonya pemilik langsung menuliskan harga 150 tael emas. Padahal rumah yang tidak terlalu besar di kota lain seperti itu harganya sudah mencapai 125 tael emas. Apalagi daerah ini merupakan pusat Ibu kota kerajaan Matahari, luar biasa jika rumah sebesar ini beserta tokonya hanya seharga 150 tael emas, aneh memang.
"Apakah tuan tahu kasus itu?" ucapnya sambil berbisik. Dia menengok ke kanan dan ke kiri selanjutnya berkata kembali "Kasus penemuan jasad dirumah itu enam tahun yang lalu."
Ji hua ingat penemuan kerangka dan jasad manusia 25 orang terdiri dari 10 orang laki-laki dewasa, 8 orang perempuan muda dan 7 bayi yang menggemparkan setahun pasca pernikahan permaisuri.
Bagaimana aku bisa melupakan kejadian enam tahun silam, kejadian itu adalah pintu untuknya terpilih sebagai tabib kepercayaan keluarga dalam istana. Karena di tahun itulah ia terpilih sebagai salah satu team penyelidik kerajaan.
"Ya tapi itu kan sudah bertahun-tahun yang lalu, lagipula ku dengar pemilik rumah setiap tahunnya mengadakan pensucian rumah dan memberikan sedekah untuk orang miskin kurasa tak ada yang perlu dikhawatirkan."
"Aiya..Jadi tuan masih tetap ingin membelinya. Ya sudahlah tuan yang penting aku sudah memperingatkan anda. Jika nanti ada yang anda keluhkan..."
__ADS_1
Hiii
Ia bergidik sambil mengusap tengkuknya yang terasa dingin.
Pelayan toko itu hanya memberikan alamat pemilik rumah untuk tabib ji.
.
Sesuai alamat tabib Ji melihat sebuah rumah yang sangat-sangat sederhana. Bahkan entahlah apakah layak untuk disebut rumah. Warna rumahnya putih kusam, Atapnya seperti rapuh dan banyak lubang di pintu dan dindingnya. Seorang pemuda berkulit putih pucat sangat kurus terbatuk-batuk membuka pintu sebelum tabib Ji mengetuknya.
"Permisi, Apakah anda pemilik rumah di jalan su itu?"
Pemuda itu menatap tabib Ji hua meneliti dari bawah kakinya sampai ke wajahnya seolah-olah menerka keperluan tabib Ji.
Tabib Ji tersenyum "Jangan salah paham nak. Aku tertarik untuk membeli rumahmu. Apakah anda masih berkeinginan untuk menjualnya?"
"Apakah anda sedang bercanda, anda serius tuan?" tanyanya bersemangat.
"Tentu saja, apakah harganya masih 150 tael emas?"
"Ya..ya...150 tael emas. Kalau anda tidak mampu membelinya langsung, anda bisa mencicilnya. Apakah anda bisa membayarnya sekarang. Aku..aku butuh uang untuk pengobatanku." ucapnya sendu.
Tabib Ji tersenyum "Boleh aku masuk untuk membicarakannya?"
__ADS_1
"Oh maafkan aku tuan. Aku lupa mempersilahkanmu masuk. Mari...mari silahkan masuk tuan." ucapnya sopan.
Akhirnya melalui perbincangan yang singkat mereka bersepakat, rumah beserta toko itu terjual dengan harga 150 tael emas. Tabib Ji pun meminta ijin untuk memeriksa kondisi pemuda itu.
Pemuda itu bernama Qiángdà yang berarti kuat. Ayahnya menamainya seperti itu karena Ibunya meninggal saat melahirkannya. Awalnya Qiang tinggal bersama Ayahnya dirumah itu dan mendirikan toko pakaian disana. Semuanya berjalan lancar, Ayah qiang termasuk orang berada kala itu dan memiliki banyak pegawai. Saat Qiang telah menikah Qiang mengajak ayahnya tinggal bersama dirumah barunya. Usahanya dijalankan oleh beberapa pegawai terpercayanya. Bahkan rumah itu dipercayakan dan diijinkan untuk ditinggali oleh seorang pegawai terpercaya bersama keluarganya.
Namun kesialan apa yang membayangi keluarga Qiang. Kasus menghilangnya puluhan orang dari dulu ternyata berkaitan dengan pegawainya itu. Toko ditutup, ia jatuh miskin ayahnya pun sakit sakitan hingga meninggal. Istrinya menipunya menjual rumah mereka tanpa sepengetahuan qiang, meninggalkannya dan membawa kabur anak dan uang simpanan mereka.
Hutang menumpuk dan berakhirlah ia dirumah bobrok itu sekarang. Sungguh Tragis!
Mendengar cerita pria itu Tabib Ji menghela nafasnya "Bersabarlah setiap cobaan pasti ada kebaikan yang tersembunyi. Yakinlah itu." ucap Tabib Ji hua.
Tabib Ji menceritakan rencananya untuk memperbaiki rumah dan toko itu. Dan bla..bla... menceritakan rencananya selanjutnya. Kemudian dengan sopan ia menawarkan pria itu untuk menjadi pegawainya dan tinggal bersama dengan keluarganya dirumah itu nantinya. Bagaimanapun tabib Ji iba dengan pria di hadapannya ini walaupun ia telah memiliki uang hasil penjualan rumah dan toko namun hidup sebatang kara tanpa keluarga, sungguh adalah kesulitan hidup. Tabib Ji juga memerlukan orang yang berpengalaman dalam hal penjualan. Namun apapun niat baiknya, ia harus mengedepankan kehormatan pria dihadapannya.
"Dengan senang hati tuan. Kebaikanmu tak kan pernah saya lupakan."
Tabib meminta ijin untuk undur diri dan keluar dari rumah Qiang.
Sambil menatap langit malam Tabib Ji berkata "Setelah ini aku akan berusaha menemukanmu."
.....................
Hai semua readers jangan pernah bosan ya untuk like, vote dan rate...biar author tambah semangaaaatttt 😘😘 makasih buat yang udah komen maaf gak bisa balas satu persatu🙏🙏makasih banyak juga buat yang udah vote moga kalian banyak rejekinya 🙏🙏
__ADS_1