Kematian Permaisuri Jahat

Kematian Permaisuri Jahat
46. Hitam & Putih Ke-2


__ADS_3

Katakan apakah salah memiliki perasaan cinta? tentu tidak bukan. Perasaan cinta itu tidak akan bisa kita prediksi akan jatuh pada siapa, kapan dan dimana. Cinta tidak bisa memilih itu semua. Tentu cinta adalah sebuah perasaan suci yang tidak begitu saja hinggap di hati. Itu semua membutuhkan faktor pendukung lainnya hingga terjadilah rasa itu. Namun pertanyaannya adalah ketika cinta yang kita rasakan terlalu dalam apalagi membutakan akal, hati nurani dan lebih buruknya lagi melupakan Sang Pencipta apakah itu masih bisa dikatakan dengan nama Cinta?


Hitam (Hēisè de) dan Putih (Báisè de) adalah dua makhluk yang berubah karena satu rasa yaitu Cinta. Terlena oleh perasaan yang tak pernah mereka miliki sebelumnya. Namun perbedaannya adalah bagaimana cara keduanya menyikapinya. Ketika cinta tak berpihak, ketika cinta tak berbalas hingga menjadi suatu kegagalan rasa, suatu kekecewaan. Mereka sama-sama makhluk suci yang tak punya dosa, ketika mereka sama-sama diberikan anugerah berupa perasaan. Perasaan itu mengubah cara pandang mereka tentu tidak jauh berbeda dengan manusia pada umumnya. Selain perasaan-perasaan itu Tuhan juga melebihkan sesuatu yang lain dalam hati yaitu nurani, nurani bekerja untuk membedakan apa yang salah dan apa yang benar terkadang karena ingin membenarkan apa yang kita perbuat sehingga sering kita mengabaikan ucapan hati nurani itu.


.


Setelah daratan dunia terbagi, Putih mengepakkan sayapnya dan ingin kembali ke langit namun saat pintu langit terbuka untuk menerimanya. Ada satu perasaannya yang masih melekat di hatinya yaitu malu. Ia begitu malu bertemu Tuhan atas apa yang ia perbuat meskipun Tuhan telah menerima semua pertobatannya namun ia tetap merasa dosanya begitu besar karena telah melalaikan semua kewajibannya dan lagi kekhawatirannya atas bunga itu....


Ia kembali ke dunia menjejakkan kakinya ke tanah dan berpikir keras apa yang harus ia lakukan. Di tengah kegusarannya, ia tak menyadari bahwa waktunya berada di dunia telah habis. Tubuhnya merosot ketanah dan tiba-tiba tubuhnya luruh sedikit demi sedikit namun anehnya ia tak merasakan sakit apapun. Ia tersenyum untuk terakhir kalinya 'mungkin inilah takdir Tuhan yang terbaik untuk semuanya'.


Butiran-butiran halus tubuh Putih meresap ke dalam tanah dan setelahnya tumbuh bunga cantik yang bersinar begitu indah.


Tahun berganti tahun hingga ratusan tahun kemudian...


Sebuah kapal besar yang merapat di daratan utara. Kapal itu seperti kapal seorang pedagang yang cukup berada dilihat dari bentuk kapal mereka yang besar dan cukup bagus. Beberapa orang keluar dari kapal itu setelah itu terjadi keributan. "Cepat! Bawa barang-barang itu keluar!" ucap seorang pria yang berada diluar kapal.


"Suamiku. Dimana ini?" ujar seorang wanita berusia sekitar 30 tahunan.


"Istriku sayang. Kita akan bermalam sebentar disini. Karena kapal butuh sedikit perbaikan. Besok kita akan berlayar kembali."


"Disini? Disini sangat dingin dan menakutkan." ujar wanita itu kedinginan dan mengedarkan pandangannya.


"Tidak apa-apa. Tenanglah. Ada aku disini." ucap suaminya berusaha menenangkannya


Namun laki-laki itu menunjukkan gerak gerik yang mencurigakan.


"Kenapa aku merasa laki-laki itu sepertinya memiliki suatu rencana?" ucap Hana


"Kamu memiliki penglihatan yang tajam." ucap Guang


Gambaran berikutnya adalah beberapa minggu setelahnya wanita tadi berjalan kedinginan tanpa seorangpun di sisinya di daratan yang penuh salju itu. Tiba-tiba ia menangis sejadi-jadinya.."Laki-laki berengsek! Kamu meninggalkanku di tengah salju seperti ini. Dari awal kamu memang tak pernah mencintaiku. Jika aku bisa keluar dari sini. Aku akan membunuhmu." setelah mengatakan semua itu tiba-tiba ia tertawa terbahak-bahak mengingat kebodohannya. Ia adalah putri saudagar kaya raya yang baru saja Ayahnya tiada. Takut dengan kemungkinan-kemungkinan yang belum dijalani lalu dengan mudahnya percaya pada kebaikan pria yang merupakan tangan kanan Ayahnya. Ia meminta pria itu untuk menikahinya. "Sialaaannn!!" jeritnya. Bodoh! pria muda mana yang tulus mencintai gadis 30 tahun sepertinya dan memiliki tanda lahir yang begitu besar di wajahnya, hanya merasa kalau dia pria baik maka dia bisa menerima kekurangannya.


"Aku tidak mau mati. Siapapun tolong aku meskipun kamu bukan manusia. Asalkan aku bisa keluar dari tempat ini. Aku berjanji akan melakukan apapun yang penolongku inginkan." ucap wanita itu dengan jeritan putus asa.

__ADS_1


Ketika manusia berputus asa maka dengan senang hati iblis akan menyesatkan. (Kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan belakang mereka, dari kanan dan kiri mereka dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur.)*


Hujan badai salju terjadi di tempat itu sesaat setelah wanita itu berucap. Ia benar-benar ketakutan. 'Apakah dengan cara ini dia akan mati?'


Namun kemudian hujan badai itu reda dan menampilkan pemandangan yang aneh dari kejauhan tampak setitik cahaya. Wanita itu memberanikan dirinya untuk mendekati cahaya itu dan kemudian tampaklah jelas sebuah bunga mawar berwarna hitam yang memiliki nyala api.



Aneh memang. Di tempat yang begitu dingin mengapa ada tumbuhan bunga yang hanya satu-satunya berada ditempat itu. Bunga itu berwarna hitam dan memiliki nyala api.


"Apa maksudnya ini?" ucap wanita itu


Tiba-tiba sosok berjubah hitam muncul dan membuat wanita itu terkejut ketakutan.


"Apakah kamu malaikat maut?"


Ha..ha..ha...


"Manusia yang takut mati" ucapnya dengan nada mengejek. "Aku mendengar ucapanmu tadi....benarkah kamu akan melakukan apapun yang penolongmu inginkan?"


"I..iya aku akan lakukan apapun"


"Bagus, ambil bunga itu dan makan semua yang ada di bunga itu."


Wanita itu kemudian mencabut bunga itu dengan ragu-ragu karena yang tampak bunga itu berapi bagaimana jika tangannya terbakar namun keinginannya untuk membalas dendam begitu kuat. Ia harus keluar dari tempat itu dulu entah itu manusia maupun iblis sekalipun asalkan bisa membantunya keluar dari tempat ini apapun setelahnya nanti ia pikirkan.


Betapa dangkalnya pikirannya. Perjanjian dengan iblis tentu tidak akan semudah kelihatannya bukan?


Wanita itu mencabut bunga itu dan anehnya bara api yang tampak itu sama sekali tidak membuat kulitnya melepuh yang terasa hanya sensasi hangat. Begitu ia melahap habis bunga itu tubuhnya merasakan hangat dia begitu senang karena tadi ia merasakan dingin yang amat sangat hingga menusuk ke tulang - tulangnya.


"Apa hanya ini saja. Maksudku apakah bunga yang aku makan itu hanya membuatku merasa hangat dan tidak merasakan lapar?"


Karena memang sejak memakan bunga itu yang tadinya tubuhnya merasa dingin dan lapar kini dua rasa itu seakan lenyap.

__ADS_1


"Tentu tidak. Setelah memakannya tubuhmu akan abadi dan memiliki kekuatan lebih dari manusia biasa. Namun satu hal yang harus kamu tahu setelah tubuhmu menyerap sempurna bunga itu kamu harus meminum darah manusia untuk menyempurnakannya."


Tiba-tiba kuku-kukunya memanjang dan berubah menjadi hitam


"I..ini" ucapnya terkejut


"Akan memanjang untuk menyayat korbanmu dan akan menghilang sesuai keinginanmu. Mengapa apa kamu menyesal?" ucapnya melihat raut wajah wanita itu yang berubah.


"Apa dengan kekuatan itu hanya keabadian saja? Bagaimana dengan wajahku?" ucapnya dengan nada kecewa.


Ha..ha..ha..


"Manusia serakah. Tentu saja hanya setelah kamu meminum darah maka wajahmu akan berubah sesuai keinginanmu."


Wanita itu tersenyum penuh makna.


"Tunggu dulu bagaimana mungkin bunga yang berasal dari abu malaikat bisa membuat bunga itu dihuni oleh iblis? dan apakah itu iblis yang sama yang mendatangiku tiap malam?" ucap Hana bertanya-tanya


"Setiap benda atau tempat jika menyebarkan hawa negatif pasti akan membuat iblis dan lain sejenisnya menyukainya bukan? dan tidak... dia adalah salah satu dari mereka."


"Lalu bagaimana dengan dirimu?"


"Aku sudah katakan aku berbeda dengan mereka. Aku taat pada Tuhan Yang Maha Esa karena itulah DIA memberikan tempat untukku dengan terikat pada bunga Cahaya sekaligus untuk menyampaikan pesan untuk orang yang memakan bunga itu."


"Oh"


"Nanti pada saatnya aku akan menemuimu lagi." ucap Guang pada Hana


...........................


*Sumber Artikel: https://salafy.or.id/sumpah-iblis-untuk-menggoda-bani-adam-2/ | Salafy.or.id


Hai para readers jangan lupa vote, like dan coment ya..🤩🤩

__ADS_1


__ADS_2