Kematian Permaisuri Jahat

Kematian Permaisuri Jahat
106. Kematian Hermosa


__ADS_3

"Apa yang kalian lakukan!" teriak Hermosa mengira para prajurit itu membunuh anak buah kesayangannya.


"Bukan mereka tapi aku Nenek. Apa anda merindukanku?" ucap Hana sambil menyeringai dengan belati hitam di tangannya.


Hah


"Menjengkelkan, kamu belum mati?" ucapnya heran sekaligus marah.


"Anak sial kemari kamu, akan kumakan jantungmu." teriak Hermosa


Dengan cepat Hermosa berubah gigi-giginya kembali menajam ia kemudian berlari mengejar Hana setelah mendekat ia langsung mengayunkan cakar kukunya yang hitam dan panjang.


Wuzz


Sayangnya setiap gerakan cepat Hermosa hanya seperti memecah angin karena dengan cepat pula Hana dapat menghindar. Tubuh Hana memang spesial, tubuhnya bisa menyembuhkan sendiri megenerasi memperbarui jika ada bagian dalam tubuh yang terluka, robek maupun patah. Kesimpulannya baik itu sel, syaraf, otot bahkan tulangnya bisa menjadi lebih baik lebih kuat dari sebelumnya namun ia hanya bersifat bisa berubah menjadi lebih baik jika ada yang 'rusak'. Untuk itu Hana perlu seseorang untuk membantunya menghancurkan dirinya dan siapa lagi yang secara sukarela melakukan itu jika bukan Neneknya. Hana tidak mungkin menyakiti dirinya sendiri karena tidak akan maksimal apalagi menyuruh keluarganya. Maka Hana perlu memprovokasi kemarahan Hermosa agar ia bisa dengan kejam melukai Hana. Memang taktik yang beresiko sekaligus membuat nyeri orang yang melihatnya.


"Aiya...Nenek tampaknya umurmu mengurangi kecepatan gerakanmu." ucap Hana sambil tersenyum mengejek


"Kurang ajar..." teriak Hermosa


Hana bergerak cepat memegang pergelangan tangan Hermosa yang sedang mengayunkan cakarnya ke arah Hana kemudian Hana memelintir tangan itu dan menendang perutnya.

__ADS_1


Akh


Hermosa terdorong beberapa langkah. Ia menegapkan tubuhnya lalu memutarkan kembali tangannya ke arah semula.


"Heh...lumayan" ucapnya menyeringai pada Hana


Hermosa melihat pedang di tanah kemudian ia mengambil pedang dan langsung melemparnya pada tubuh Hana. Secara cepat ia segera berlari untuk menendang kaki Hana. Rupanya pedang itu hanya untuk mengecoh Hana saja.


Tapi Hana dengan cepat menghindar pedang itu dan menyadari saat Hermosa akan menendang kakinya. Gerakan balasan yang cepat dilakukan Hana, ia membuka kakinya kemudian saat kaki Hermosa masuk ia menghadang tubuh Hermosa dengan menyilangkan kakinya. Hermosa melawan ia mengayunkan tangan kanannya sehingga cakarnya akan mengenai perut Hana. Dengan tenaga yang kuat Hana mencekal tangan itu dengan tangan kirinya. Tapi dengan cepat tangan kiri Hermosa terangkat di udara untuk mencabik wajah Hana. Hana dengan gerakan yang cepat menangkap tangan Hermosa menggunakan tangan kanannya. Jadilah gerakan Hermosa sia-sia karena ditahan oleh Hana.


Tidak kehabisan akal Hermosa menggunakan giginya yang tajam itu menggigit leher Hana. Namun bentuk perlawanan itu sia-sia karena Hana menghantukkan kepalanya pada kepala Hermosa dan mendorongnya kuat hingga Hermosa terjatuh.


Dak!


Darah berwarna hitam mengalir di dahi Hermosa, ia berusaha bangkit dan menghapus darah yang mengalir di dahinya. Wajahnya mulai memucat, rambutnya berubah panjang dan memutih. Kemarahannya benar-benar memuncak saat itu dan mengubahnya ke penampilan yang sebenarnya menjadi sosok mengerikan.


"Hana... temuilah ajalmu" ucapnya sambil menyeringai dan langsung menyerang Hana menggunakan seluruh kekuatannya.


Ia menghampiri Hana dengan cepat dan pergerakannya hampir tak terlihat oleh mata, ia langsung menghantam dada Hana menggunakan telapak tangannya hingga Hana terdorong beberapa langkah. Hana kemudian membalas dengan memukul perut Hermosa dengan kepalan tangannya namun gerakannya terbaca oleh Hermosa dengan sigap ia memutar pergelangan tangan Hana dan menarik tangannya hingga tubuh Hana membentur dada Hermosa. Kemudian Hermosa menarik tangan Hana ke leher Hana sendiri seolah ia mencekik lehernya. Hana melawan, ia menginjak kaki Hermosa dan menyodok perutnya dengan siku kirinya.


Merasa bertambah emosi Hermosa dengan cepat mengayunkan tangannya satu ke arah wajahnya dan satunya lagi ke arah perutnya, Hana berhasil menghindari kuku tajam Hermosa yang mengarah ke perutnya namun tidak saat Hermosa yang kembali mengulang gerakan menyerang ke wajahnya dan berhasil menggores wajah dan merobek cadar yang dikenakannya sehingga wajahnya terekspos jelas dengan bekas cakaran yang menghitam di wajahnya dan terurainya rambut coklat panjang milik Hana.

__ADS_1


Sesaat pemandangan pertarungan yang dashyat itu membuat mata semua orang tak berkutik melihatnya.


Namun tak lama luka di wajah Hana dengan cepat menutup kembali. Itu benar-benar membuat Hermosa kesal. Hermosa segera menyerang kali ini dengan cepat Hana menghindar dan langsung menendang lutut belakang kaki Hermosa hingga Hermosa jatuh berlutut. Hana menggunakan kesempatan itu berbalik mengambil belati hitam dari bajunya dan langsung menghujamkan belati hitam ke dada Hermosa.


Jleb


Akhhhhh!!! jerit Hermosa dengan kencang


"Maafkan aku Nenek, ini adalah tugas terakhirku menyelamatkan umat manusia." ucap Hana


Belati hitam segera terserap ke dalam dada Hermosa membuat tubuhnya langsung bergetar hebat dengan segera kulitnya mengering dan retak seolah ada api menyala yang menjalar dalam tubuhnya.


Arghhhhhhh! Jeritnya pilu karena kesakitan


Ia memegang kepalanya dan panas api itu semakin menjalar dan membakar rambut dan seluruh tubuhnya menyadari bahwa kini ia diambang kematiannya dengan terbata-bata Hermosa berkata "A...atas na..ma nyawaku, a...aku mengutukmu kamu tidak akan bahagia selamanya!" segera setelah mengucapkan sumpahnya, Hermosa terbakar dengan api yang keluar dari tubuhnya menyala begitu besar dan besar. Beberapa detik kemudian api itu telah menghanguskan seluruh tubuhnya hingga kemudian api itu meredup memperlihatkan lelehan lumpur hitam yang mendidih.


"Kutukanmu tidak akan berlaku Nenek, kamu tidak mengakui Tuhan dan selalu menyakiti umat manusia." gumam Hana menatap dingin ke arah lumpur hitam itu


"Sungguh aku memohon perlindungan pada Tuhan Yang Maha Esa pemilik seluruh alam dari kejahatan makhluknya dan Semoga Tuhan selalu memberikan perlindungannya kepada seluruh umat manusia." ucap Hana kembali sambil menatap ke atas langit.


Tak lama awan hitam yang tipis terbentuk dan gerimis pun datang membasahi area itu membuat udara begitu sejuk dan seolah hujan rintik-rintik itu sedang mensucikan area tempat bergelimangnya darah dan mayat manusia .

__ADS_1


.................................


__ADS_2