Kematian Permaisuri Jahat

Kematian Permaisuri Jahat
42. Terciduk


__ADS_3

He hua sedang berlatih pedang di luar saat matahari pagi bersinar begitu indah. Pakaian berlatihnya berwarna merah muda berkibar kibar seolah menari bersama dengan He hua. Ia melompat, berguling dan berlari seolah-olah dia bukan sedang berlatih pedang melainkan seperti seorang penari yang sedang meliuk meliukkan tubuhnya dengan pedang ditangannya begitu indah. Bahkan saat matahari menduduki tahtanya ia terlihat bersinar dengan kulit putihnya yang mencolok dan beberapa helai rambut yang terlepas dari ikatan menambah pesonanya.


"Cantik" seru dua orang yang menonton He hua berlatih. Tanpa sadar mereka mengucapkan kata yang sama bersamaan. Mereka kemudian saling pandang dan tertawa kecil.


"Kita satu pemikiran Kak Chen. Melihatnya seperti itu seperti melihat peri dongeng yang menari di taman bunga" ucap Ling ling


"Cantik, pintar dan lincah membuat hatiku..." ucap Chen sambil melamun


"Ehemm.....Membuat hatimu kenapa Kak Chen?" ucap Ling ling menggodanya.


"Ah... a..aku memangnya aku berkata apa?"


Mereka yang terlibat pembicaraan serius tak menyadari bahwa He hua telah selesai berlatih dan berjalan mendekati mereka.


"Apa yang kalian bicarakan? Sepertinya seru sekali" ucap He hua duduk sambil mengambil air dan meneguknya.


"Kamu tahu mei mei barusan Kak Chen memujimu mengatakan kamu cantik, pintar dan lincah membuat hatinya meleleh."


"Ah itu hanya karangan mu saja Jie jie." ucap He hua santai.


"Kamu kan memang suka menggodaku" tambahnya lagi


"Jadi menurutmu itu hanya karangan Ling ling saja He hua." ucap Chen long dengan muka serius.

__ADS_1


He hua menatap Chen long serius kemudian berkata "Apa mungkin seorang pria lajang menyukai perempuan yang statusnya pernah menikah dan terbuang?" sebelum mendapat jawaban Chen long ia segera memalingkan wajahnya menyembunyikan gurat kesedihan di wajahnya mengingat bagaimana suaminya tidak mengharapkan dirinya sebagai istrinya.


"Bagaimana kalau itu mungkin?" ucap Chen long.


He hua kembali menatap Chen long dengan tatapan yang sulit diartikan.


Mereka berdua saling menatap seperti sepasang kekasih yang saling menyelami perasaan masing-masing.


Ehem


Ling ling berdehem ia seperti nyamuk ditengah dua orang itu. Namun sayangnya mereka berdua terlalu serius sampai sampai deheman Ling ling tak menyadarkan mereka bahwa Ling ling juga ada disana.


'Aiya sebaiknya aku panggil Paman saja. Hi..hi


..seru juga'


"Paman lihatlah mereka berdua apa perlu anda segera meresmikan hubungan mereka berdua." ucap Ling ling menarik tangan Tabib Ji.


Brak


Mereka berdua langsung berdiri karena sangat terkejut dengan kedatangan tabib Ji lebih tepatnya merasa malu. Sebelum tabib Ji angkat suara He hua berkata "M..mm..Ayah perutku lapar aku akan ke dapur dulu untuk membuat makan siang.


Ling ling menutup mulutnya menahan tawa yang akan lepas dari bibirnya. Ia ingin tertawa keras melihat sejoli ini terciduk namun ia menahannya karena ia melihat muka kesal He hua.

__ADS_1


"Ayo jie jie bantu aku." ucap He hua menarik tangan Ling ling bergegas meninggalkan tempat itu.


Melihat He hua dan Ling ling pergi Tabib Ji ingin mengajak Chen long untuk berbincang-bincang "Chen apa..." sebelum tabib Ji menyelesaikan ucapannya Chen long mengeraskan genggaman tangannya dan ia berkata "Ya aku menyukai anak tuan tapi....."


Chen long berbicara serius dengan tabib Ji.


.


"Dimana Ayah? Apakah masih di depan rumah?" ujar He hua.


He hua melihat Ayahnya dan Chen Long masih di depan rumah, berbicara dengan raut muka yang serius.


"Ada apa mei mei? Mereka masih belum selesai berbincang-bincang?" tanya Ling ling sambil melihat arah pandangan He hua tertuju.


"Aku rasa Kak Chen akan melamarmu He hua." ucap Ling ling antusias.


"Itu mustahil"


"Kenapa? Dia lajang dan kamu juga."


"Statusku dan statusnya. Masa lalu ku dan masa lalunya." ia bergumam pelan.


"Apa kamu tahu sesuatu Mei mei. Ayo ceritakan padaku."

__ADS_1


...................


Wah wah apakah He hua mengetahui masa lalu Chen long. Dan apakah perasaan Chen long benar - benar tulus pada He hua? wah...wah...readers yuk tetap setia ya baca👉like👉vote👉komen... makasih ya untuk reader yang udah ngasih vote 🤩🤩 🙏🙏🙏


__ADS_2