
Hutan Sunyi adalah hutan rimbun dengan beraneka ragam flora dan fauna di dalamnya. Jarak tempuh antara perbatasan kota menuju ke Hutan Sunyi adalah sekitar 100 km (kira-kira seperti jarak surabaya ke malang lewat tol ya gaes 🤔). Dan Hutan ini tak pernah dijamah oleh penduduk sekitar, konon tersiar kabar apabila ada orang yang masuk ke dalam hutan itu dia tidak akan bisa keluar dalam keadaan selamat.
Itulah sebabnya penduduk Matahari percaya Hutan ini seperti Hutan Mistis.
Tapi tidak bagi Chen Long dan tuannya, mereka tahu cara keluar masuk dengan mudahnya karena memahami kondisi dalam Hutan Sunyi. Salah satu caranya adalah melihat melalui jenis tanaman yang paling banyak tumbuh disana. Belahan bumi utara cenderung lembab dan dingin karena kurangnya mendapat sinar matahari, maka tumbuhan yang menyukai kondisi tersebut lebih banyak tumbuh di daerah tersebut salah satunya lumut.
Bahkan saat malampun mereka bisa menemukan jalan kembali, karena mereka menebarkan batu fosfor yang bisa menyala dalam gelap.
Saat ini Chen Long dan Ling ling telah sampai di tengah Hutan Sunyi. Dihadapan mereka terlihat sebuah gubuk sederhana.
(kira-kira seperti ini ya penampakan gubuknya)
__ADS_1
Pintu gubuk sederhana itu terbuka
Kriett
dan menampilkan sosok pria paruh baya, dialah Ji Hua tabib yang memaksa Permaisuri memasuki liang kuburnya menggunakan racun yang dibuatnya. Namun sekarang yang keluar dari gurat wajahnya adalah kekhawatiran.
Saat Ling ling memikirkan sesuatu di kepalanya, dia tersentak karena Sang tabib yang memarahinya.
"Ayo cepat bawa masuk tubuh Permaisuri".
Gila memang namun ini semua adalah perintah tabib Ji Hua. Ling ling tidak punya pilihan lain, ia sangat takut dengan Selir Agung Mei Lan. Selir Agung itu sangat membenci He Hua kalau ia tetap di Istana hidupnya akan dibuat menderita seperti di Neraka. Karena terbukti saat itu Mei Lan mengatakan akan membuat He Hua sakit sehingga tidak memerintah Kerajaan Matahari, namun kenyataannya justru junjungannya dilenyapkan.
Dan yang membuat Ling ling menuruti Chen long, karena ia telah berjanji akan melindungi keluarga Ling ling dari tangan Mei Lan.
Setelah Mayat permaisuri di letakkan di ranjang kayu, tabib Ji Hua menotok tubuh He Hua mulai dari dada, punggung, kepala dan perut He Hua.
__ADS_1
Seketika itu tubuh yang tadinya kaku dan dingin mulai bereaksi. Dadanya bergerak naik turun meskipun gerakan itu sangat lemah namun terlihat jelas. Ia bernafas.
"Ha...tadi anda melakukan apa tabib? apa itu sihir ? ba..bagaimana mungkin Permaisuri sudah meninggal dan kini ia bisa bernafas". Ling ling begitu terkejut.
Dipikiran Ling ling tabib Ji hua menyuruh Chen Long dan dirinya mencuri jenazah He Hua karena ia merasa berdosa seperti perasaan Ling ling pada tuannya.
Akan memberikan pemakaman layak dengan ritual yang sesuai, itu yang ada dipikiran Ling ling.
Ia begitu terkejut ternyata jenazah He Hua dicuri untuk dibangkitkan kembali. Apakah Tabib ini memiliki ilmu hitam, apakah permaisuri akan dijadikan pengikutnya, apakah aku akan dijadikan tumbal. Seketika ia bergidik ngeri dengan posisinya yang sekarang berada di tengah Hutan bersama dua orang aneh ini. Oh tidaaakkk, bathin Ling ling.
.....................
Hai semuanya, tolong like dan vote sebanyak banyaknya ya biar author lebih semangat lagi.
Dan jangan lupa untuk kasih tahu teman, saudara, sahabat dan lainnya untuk membaca novel author. Karya saya bisa dibaca dan disukai banyak orang adalah bentuk penghargaan buat author. MAKAAASIH buat yang udah like dan vote 🙏🙏
__ADS_1