
Hos...hos..
Sudah hampir 1 minggu ini seorang gadis muda berlatih dengan berlari-lari mengitari halaman rumah gubuk berkali - kali. Usaha itu ia kerjakan dengan sungguh-sungguh karena ingin membangun ketahanan fisiknya. Letih berlari, ia berhenti dan duduk meluruskan kakinya.
Glek...glek..
Ia mendongakkan kepalanya dan meminum habis air yang berada dalam guci tanah liat itu. Guci itu memang diletakkan Ling ling di luar rumah agar mei mei nya bisa segera melepas dahaga saat letih berlari.
Ia beranjak bangkit dan duduk dibawah pohon rindang di depan rumah sambil mengipas-ngipasi tubuhnya yang berkeringat. Wah sejuk sekali udara dibawah pohon ini. Tak sengaja ia mendongakkan kepalanya ke atas pohon.
Bruk
Bukan harta yang jatuh dari langit melainkan seorang pemuda yang terjatuh dari atas pohon.
"Hei Kak Chen...kenapa kamu tadi diatas pohon? Kamu pasti jatuh karena ketahuan mengintipku..iya kan?" dengan tatapan menyelidiknya.
"Tidak!!"
"Tadi aku tidur dan jatuh." ucapnya singkat dan berlalu pergi.
__ADS_1
'Huh dasar pria' batinnya.
He hua sudah tahu bahwa sejak dia melatih tubuhnya, Chen long diam-diam mengawasinya. Entah apa yang ada dalam pikirannya. 'Tidak mau melatihku malah diam-diam mengawasi, dasar aneh'.
POV Chen long
'He hua lan nama itu aku begitu membencinya hingga mendarah daging jika aku diberi kesempatan untuk membunuh, maka orang pertama yang aku habisi adalah dia. Wanita iblis yang menyerang kerajaanku dengan kedok perjanjian damai, secara paksa membuatku berganti nama dan membuatku tidak bisa kembali ke kerajaanku.'
Saat mendengar berita kematian Permaisuri dari sang tabib, hati Chen long sedikit merasa puas kematian puluhan juta prajuritnya akhirnya terbalas dengan kesengsaraan kematian He hua. Namun Ia malah merasa tidak nyaman setelah sang tabib memintanya malam itu juga harus bisa menjarah mayat permaisuri dari kuburannya dan membawanya segera ke Hutan Sunyi dengan cepat tanpa diketahui.
Hal yang dikhawatirkannya terjadi, memang sang tabib berencana membangkitkan sang permaisuri. Setelah ia bangun dari kematiannya rasa yang pertama kali ia lihat adalah kasihan. Memang tak bisa ia pungkiri, ia bukanlah orang yang kejam yang bisa melihat penderitaan seorang wanita.
Seperti tadi ia seperti orang bodoh yang selalu memperhatikannya dari atas pohon. Begitu aneh perasaan antusias yang muncul saat melihatnya bercucuran keringat menegak air dari guci. Dia mengingat bagaimana air yang sedikit tumpah membasahi leher putihnya He hua. Apalagi saat ia mengipasi tubuhnya, rambutnya sedikit beterbangan membuatnya tampak begitu indah.
.....
Entah mengapa tatapan mata Chen long tadi mengingatkan ia kepada tatapan pria tua itu.
.
__ADS_1
Di awal tahun itu He hua berkabung, ibu yang selalu menyayanginya telah 'berpulang'. Belum juga kesedihannya selesai tepat sebelum 2 bulan setelah itu Taiyang memaksa akan menikahi saudara sepupunya Mei lan. Begitu hancurnya hati He hua saat mengetahui alasan Taiyang memaksa menikahi Mei lan karena Mei lan mengandung anaknya.
Demi melindungi citra kaisar agar tak diketahui oleh rakyatnya bahwa junjungannya telah berbuat zina maka pernikahan pun terjadi. Karena merasa kaisar tidak berbuat adil padanya maka malam itu He hua memaksa kaisar untuk bermalam dengannya namun taiyang menolak dirinya dengan mengatakan alasan dia belum siap karena pernikahan He hua dan Taiyang terjadi karena janji mendiang kaisar terdahulu pada mendiang ayah He hua. Bukan karena Cinta!!
Merasa muak, kecewa , marah sungguh 2 kejadian yang amat sangat menyakitinya di tahun itu menyebabkan wataknya berubah menjadi seorang yang pemarah dan egois.
Ditambah di bulan berikutnya ia mendapat perlakuan dari kaisar qin yang menganggapnya 'angin lalu' membuat amarahnya meledak.
"Menurutmu itu baik maka lakukanlah." merasa perkataan itu adalah bentuk dukungan dari suami bahwa yang ia perbuat memanglah benar, maka dengan segera He hua mengadakan dan memimpin rapat khusus. Mungkin jika perang dimenangkan olehnya cinta taiyang sang kaisar matahari akan ia dapatkan. Sungguh cinta He hua itu buta.
Tak lama Perang pun meletus setelahnya. Banyak prajurit yang gugur akan tetapi dengan taktik perang yang dipelajarinya dari cara ayahnya berperang dahulu, mempelajari medan dan kelemahan lawan akhirnya perang yang terjadi dimenangkan oleh kerajaan matahari. He hua berperan besar atas semua kemenangan perang itu. Segala pengetahuan dan taktik yang ia ketahui, ia sampaikan pada jendral perangnya.
Setelah bendera perang berkibar 3 hari 2 malam lamanya, kaisar qin menyatakan 'menyerah' karena tidak sanggup melihat rakyatnya banyak yang menderita ditambah kehilangan prajurit-prajurit pilihannya.
Dan selanjutnya kaisar qin dibawa paksa ke hadapan He hua. He hua menatap mata pria tua itu dan He hua mengatakan ia akan berbaik hati membiarkan kaisar qin tetap menjabat sebagai raja namun sambil mengangkat kepalanya dia mengeluarkan dekritnya bahwa semua kerajaan di semua benua adalah milik kekaisaran matahari, semua kaisar harus tunduk dibawah kepemimpinan kekaisaran matahari, status kaisar hanya boleh dimiliki oleh kerajaan Matahari beserta keturunannya. Segala aset dan pajak beserta penghasilan yang diperoleh oleh kerajaan qin akan diatur dan dikelola oleh kekaisaran matahari.
.......................
Ah bener bab kali ini mengangkat tema rumit...serumit hatiku yang tadi bimbang akan memilih kepala daerah 😱😱😁😁. Tapi untung disaat terakhir mau nyoblos udah madep mantep 😂. Siapa pun Kepala Daerah yang terpilih semoga amanah dan menunaikan janji2 manisnya.👌👌
__ADS_1