
Sudah hampir berjam-jam Ling ling membantu He hua untuk membersihkan diri akibat tanah yang mengering di rambut, wajah dan tubuh He hua. Tanah itu begitu menempel seperti tanah liat butuh kesabaran dan ketelatenan ekstra.
Akhirnya selesai juga mandi panjangnya. Ling ling begitu terpukau melihat wajah baru He hua. Kulitnya seputih susu, pipi yang tirus, bibirnya berwarna merah muda, dan tubuhnya yang molek berisi berbeda dengan tubuhnya yang dahulu kurus. Memang dulu He hua tak memperdulikan penampilan pikirnya Taiyang menyukai wanita cerdas dan berwawasan luas. Namun kenyataannya sungguh terbalik. Taiyang mencintai saudara sepupunya yang bertubuh molek dan cantik. Memang lelaki!
He hua telah selesai memakai hanfu berwarna putih. Dan Ling ling membantunya menyisir rambutnya.
Kembali mengagumi sosok He hua sekarang.
He hua yang sekarang bahkan seperti seorang bidadari yang turun ke bumi dan yang paling mencolok dari keseluruhannya adalah warna rambutnya berubah yang semula berwarna hitam seperti malam kini berubah menjadi coklat terang.
Sunguh luar biasa kekuatan bunga cahaya itu bisa membuat He hua yang semula berumur 22 tahun terlihat seperti gadis berumur 17 tahun.
"Nona jika Kaisar melihatmu saat ini maka..."
"Cukup Ling ling. Jangan sebut namanya, dia tidak berhak atas diriku lagi. Seorang suami terputus haknya atas istri yang sudah dia bunuh." He hua begitu sakit mengingat semuanya itu.
"Maafkan Ling ling yang bodoh ini nona." Ling ling menjewer telinganya sendiri.
"Aih sudahlah jangan dipikirkan. Kita mulai awal yang baru. Aku ingin kita lebih akrab, panggil aku mei mei... jie jie."
Ling ling begitu terharu dengan ucapan He hua yang menganggapnya kakak. Sepertinya ia sudah memaafkan kesalahan Ling ling yang dulu pernah meracuninya. Mungkin He hua memahami perbuatan Ling ling karena ketidakberdayaannya melawan Mei lan semua demi melindungi orang tuanya. Bagaimanapun juga He hua tidak mau menyimpan dendam karena dendam hanya akan mengotori hati manusia.
"Selesai."
"Kau begitu cantik nona."
__ADS_1
"Eh.. panggil aku mei mei..jie.jie."
"Hmm ya..Baiklah." Ling ling kikuk tampak kalau masih belum terbiasa dengan panggilan itu.
"Baiklah saatnya menemui mereka." ucap He hua.
...
"Paman, Kak Chen."
Mereka berdua memutar kepala segera ke arah asal suara tersebut.
Tak
Sumpit yang dipegang Chen long terjatuh ke lantai. Dua wajah beda usia dengan mulut menganga takjub dengan kuasa illahi.
Em..mm
"Aku akan mengambil sumpit yang baru di dapur, kalian duduklah." kata Chen long. Ia segera menjauh dari tempat itu, ia begitu malu karena ketahuan takjub dengan perubahan He hua.
"Duduklah He hua. Ayo makanlah yang banyak. Sudah berhari-hari kamu tidak makan." tabib ji meletakkan sayuran dan daging di mangkuk He hua.
"Aiya Paman ingin mengubahku menjadi Sapi?" ucap He hua cemberut.
"Selama aku didalam tanah. Sedikit pun aku tidak merasakan lapar. Hanya sakit yang luar biasa menyiksa."
"Aduh sudah mei mei ayo makan nanti saja ceritanya."
__ADS_1
...
Terlihat sosok pria maskulin memegang pedang dengan gagahnya. Itu adalah Chen sedang berlatih pedang di depan rumah, keringat membasahi dahinya ia begitu bersemangat berlatih hingga tak menghiraukan suara lembut yang memanggilnya.
"Kak Chen...kak chen.." He hua begitu kesal yang dipanggil tidak menghiraukannya.
"Kak Chennnn!!" teriak He hua.
Chen long menghentikan latihannya.
Hmm
"Ada apa?" ia mendekat namun dengan menundukkan pandangannya.
'Ada apa dengan kak chen ini semenjak aku memiliki wajah baru, ia sama sekali tidak mau melihat wajahku.' bathin He hua
"Ajari aku berlatih pedang ya, tidak mungkin kan selamanya aku bergantung pada Kak Chen."
Chen long terlihat kesal dengan kata-kata He hua. Ia beranjak dari sana dan hanya berucap singkat "Aku lelah besok saja kita lanjutkan mengobrol."
Haaa
'Heran, kenapa dia bersikap aneh. Kan betul ucapanku, tidak mungkin kan aku bergantung terus padanya.' cemberut He Hua.
......
Hai readers semuanya, maafkan author yang belum up dari kemaren itu karena tiba- tiba author down mengalami sedikit permasalahan.
__ADS_1
Tetap like dan vote sebanyak-banyaknya makasih 🙏🙏