Kematian Permaisuri Jahat

Kematian Permaisuri Jahat
43. Nama Baru Kehidupan Baru


__ADS_3

Dimeja makan semua orang begitu menikmati hidangan yang tersaji dengan tenang walaupun menu hari ini terbilang sederhana hanya nasi dan sayuran namun rasanya sungguh sangatlah lezat.


Selesai makan mereka berkata "Puji syukur atas nikmat yang diberikan Tuhan hari ini".


Namun Ling ling memecahkan suasana tenang itu dengan berkata "Apa kalian tahu masakan hari ini yang memasak adalah mei mei. Bagaimana lezat bukan?"


"Ya...sangat..." ucapan Chen long terhenti saat He hua ikut menimpali.


"Sangat menikmati. Kita semua menikmatinya. Bukan hanya aku saja yang memasaknya tapi jie jie juga ikut membantuku. Jadi ini masakan kita berdua." ucap He hua menekankan.


He hua tidak ingin mendengar Chen long memujinya. Ia tidak ingin mendapat perlakuan istimewa dari pria itu. Ia harus menyadarkan dirinya bahwa Chen long hanya seorang pria asing yang membantunya ia tidak ingin perasaan aneh yang lain tumbuh di hatinya bagaimanapun tujuan utamanya hanya satu menemukan ibunya. Perasaan aneh yang beberapa hari ini muncul ia harus berusaha menepisnya dan membuangnya jauh, apalagi ia hampir setahun berpisah dari suaminya. Perlakuan suaminya yang dingin itu sangat menggores dalam hatinya, ia tidak ingin tersakiti lagi..ya ia bukan He hua yang dulu.


Chen long menatap He hua dengan dalam hatinya merasa bahwa He hua seperti mengambil jarak lagi dengannya.


Suasana menjadi hening kembali kemudian Ling ling yang merasakan perubahan He hua mencairkan suasana kembali dengan berkata "Oh iya mei mei saat aku tadi melihatmu berlatih tiba - tiba teringat akan bunga yang cantik aku berfikir bagaimana jika nama barumu adalah hana?"


"Hana? Nama yang bagus. Tapi aku akan menyerahkan keputusan penggantian nama pada Ayah saja."

__ADS_1


Memang sudah seharusnya pergantian namanya atas persetujuan orang tuanya karena nama adalah cerminan doa dan harapan orang tua untuk anaknya. Seperti saat dulu ia dinamai He hua atau bunga teratai, penambahan nama hua juga adalah permintaan tabib ji kepada Ibu Qian atas usahanya membantunya dalam kelahiran He hua. Kini ia menyerahkan keputusan nama barunya kepada Ayah kandung itu juga salah satu bentuk penghormatan He hua kepada Ayah kandungnya itu.


"Menurut Ayah nama Hana sangat bagus. Di Benua Selatan arti nama Hana adalah Bunga yang cantik. Bukan begitu Chen?"


Uhuk


Chen long tersedak mendengar tabib Ji menyinggung soal Benua Selatan. Ia menepuk-nepuk dadanya sendiri.


"Oh ya ampun kamu bisa tidak minum perlahan Kak Chen membuat orang kaget saja dengan air hujanmu ini." ujar Ling ling dengan cemberut sambil mengusap wajahnya. Tadinya ia sangat bahagia mendengar bahwa Tabib Ji menyukai nama yang ia ajukan untuk He hua. Namun saat ingin mendengar pujian yang sama dari mulut pria ini, eh yang keluar adalah air yang menyembur dan terciprat ke wajahnya. 'Kesal' ya jelaslah.


He hua menggigit bibirnya seakan menahan tawa, ia tidak ingin Ling ling marah karena mengejeknya.


"Lalu apa kalian punya ide untuk nama baruku?" ucap Ling ling antusias sambil menggosok gosokkan kedua telapak tangannya seakan tak sabar menanti jawaban dari tiga orang di hadapannya.


"Baiklah karena tadi namaku berasal dari ide Jie jie maka giliranku yang pertama mengajukan sebuah nama. Bagaimana kalau... Fang yin (Harum)?"


"Ya itu juga bagus nama nama yang berasal dari Bunga. Memiliki makna yang bagus." ujar tabib Ji

__ADS_1


"Ya kurasa itu juga cocok untukmu Ling ling. Karena kami langsung menyadari kehadiranmu karena aromamu yang begitu kuat." ujar Chen long ringan tanpa beban.


"Maksud kak chen, aku bau?" ucap ling ling cemberut.


"Tidaaakkk bukan seperti itu Ling ling. Maksudku aroma kuat itu harum. Itu sesuai dengan dirimu yang menyukai wewangian." ucap Chen long meyakinkan.


"Oh"


Ling ling memang suka wewangian sedikit berlebihan apalagi fungsi wewangian yang diracik oleh tabib Ji tidak hanya menimbulkan aroma wangi di tubuh namun juga aroma itu membuat hewan liar kabur karena tidak menyukai aroma wewangian itu. Terlebih lagi sifat Ling ling yang agak penakut, jadi agar ia leluasa pergi keluar rumah untuk berkebun ia sengaja memakai wewangian itu dalam jumlah yang sedikit banyak agar aman menurutnya. Tapi 'sedikit banyak' menurut Ling ling tidak seperti kenyataannya.


"Semoga kedua anak Ayah dengan nama baru kalian mendapatkan Kehidupan Baru yang lebih baik dari masa lalu kalian." ucap Tabib Ji tulus dengan memejamkan mata. Tabib Ji mendoakan keluarga kecilnya mendapatkan perlindungan dan selalu diliputi kebahagiaan.


"Ya semoga" ucap mereka serentak.


Ling ling terharu mendengar ucapan tabib Ji yang menganggap Ling ling adalah putrinya.


"Terimakasih doanya ayah" ucap Ling ling dengan mata berkaca-kaca.

__ADS_1


.........................


wow nama mereka udah resmi berganti ya readers cuman author g nyiapin nasi kuning 🤭🤭...jadi pakai doa doang....ditambah doa author semoga readersnya banyak yang ngelike...ngevote..juga komen biar author semangat 🤲🤲🙏🙏


__ADS_2