
"Permisi Yang Mulia. Ijinkanlah saya untuk mengutarakan pendapat saya" ucap seorang wanita bercadar berbaju biru memberi hormatnya. Ia tampak begitu memukau meski ia memakai cadar yang tak menampilkan bagaimana rupa wajahnya.
Gerakannya anggun dan menawan seperti wanita bangsawan....ah tidak lebih tepatnya seperti seorang Permaisuri yang agung. Ia seperti memiliki aura tegas milik Permaisuri He hua dahulu mungkin itulah yang dipikirkan oleh semua orang disana yang terpesona oleh sosoknya yang berdiri di tengah aula rapat itu.
"Silahkan." ada rasa aneh yang menjalar di hati Taiyang, yang jelas kini ia hanya ingin tahu apa yang akan disampaikan gadis muda itu.
"Sebelumnya perkenalkan nama saya Hana, saya adalah putri Tabib Ji hua dan saya mempelajari ilmu medis dari kedua orang tua saya. Mengenai rencana baik Pangeran Zhang untuk membantu rakyat kurang mampu saya sangat mendukungnya." ucap Hana dengan suara tegasnya
"Kekaisaran telah berhasil mengelompokkan rakyat berdasarkan golongannya, golongan 5 adalah rakyat yang tidak mampu, rakyat yang berpenghasilan minimal dan bahkan banyak yang tak memiliki penghasilan inilah sasaran utama rakyat yang diberikan pelayanan secara gratis. Melalui cerita Ayah saya tadi, bisa ditarik kesimpulan bahwa beliau menerapkan azas saling membantu, yaitu dengan menerapkan pengelolaan sedikit kelebihan harga untuk membantu membayarkan biaya obat yang kami gratiskan. Tapi pertanyaannya adalah apakah itu membuat Yang Mulia harus meniru apa yang dilakukan Tabib Ji?" tanya Hana pada semua peserta rapat sambil membuat tubuhnya sedikit berputar dan mengedarkan pandangannya.
Semua orang awalnya tercengang seperti terkagum-kagum dengan ucapan Hana. Ketika mendengar pertanyaan itu, mereka saling berbisik seolah tak yakin harus menjawab iya atau tidak.
__ADS_1
"Menurut saya jawabannya adalah tidak! Kekaisaran memiliki akses tak terbatas untuk mendapatkan pendapatannya, contoh dari sektor pendapatan pajak. Contoh kecilnya dari Pendapatan Pajak Penghasilan yang dimulai dari Golongan 1 sampai Golongan 4 masuk dalam Kas Keuangan. Contoh kecilnya lagi dari Pajak masuk di lingkungan ibu kota yang di berlakukan bagi mereka yang masuk dan tidak memiliki tempat tinggal di ibu kota. Coba kalian bayangkan apakah hanya membantu rakyat miskin melalui pengobatan gratis akan membuat kalian dalam kesulitan jika memiliki akses seperti itu. Yakinlah ketakutan akan kerugian, membantu orang yang membutuhkan akan membuat kita menjadi orang yang kikir." ucap Hana kemudian
Brakk!!
"Lancang! Apa kamu ingin kehilangan nyawamu. Berani-beraninya kamu menyebut Yang Mulia orang yang kikir." ucap Mei lan berapi-api. Awalnya ia tak ingin menanggapi ucapan wanita yang berdiri di tengah aula rapat itu. Ia menganggap wanita itu hanya seorang wanita genit yang mencoba menarik perhatian semua orang. Namun kegelisahan menyelimuti hatinya saat melihat bagaimana suaminya melihat wanita itu dengan penuh antusias dan ketertarikan sehingga ia memanfaatkan kata-kata terakhir Hana untuk membalikkan situasi dari ketertarikan menjadi kemarahan karena penghinaan.
'Ah trik itu lagi, apa tidak bosan.' batin Hana sambil menatap Permaisuri
Begitu pula dengan Tabib Ji yang tersulut emosi dan akan berdiri namun ditahan Audrey "Percayalah pada putri kita. Ia memiliki kemampuan menangani ular itu." ucap Audrey sambil berbisik
Kaisar menoleh ke arah istrinya, ia sungguh terkejut demikian pula dengan peserta rapat yang lain seolah bingung padahal mereka tak merasa bahwa Hana telah menghina Kaisar. Namun karena Permaisuri telah berkata demikian, mereka juga penasaran apa yang akan dijawab oleh wanita bercadar itu.
__ADS_1
Itulah manusia, terkadang sudah mengetahui suatu kebenaran namun tetap bungkam karena adanya suatu kepentingan.
"Apakah yang lainnya mendengar saya sedang menghina Kaisar?" tanya Hana pada semua peserta rapat dengan lantang seolah tak gentar dengan ucapan Mei lan yang menyudutkan dirinya.
"Yang Mulia, saya bersaksi bahwa Nona Hana tidak bermaksud demikian. Ia hanya berkata...." bela Pangeran Zhang
"Apa kamu sedang membela wanita itu? Dia telah menghina kakakmu!" seru Permaisuri
"Yang Mulia anda telah salah menilai kata-kata saya. Saya tidak pernah mengatakan kalau......" ucapan Hana terhenti saat Permaisuri berkata
"Kamu pikir saya tidak paham dengan apa yang kamu sampaikan, begitu? Minta maaflah sambil berlutut dan buka cadarmu agar semua orang disini mengetahui bagaimana ketulusanmu. Maka aku akan meminta pada Kaisar untuk mengampunimu" ucap Permaisuri. Sebenarnya dia juga ingin membuktikan kepada semua orang bahwa Hana tidak secantik yang orang kira lewat kesempatan inilah dia akan mempermalukan wanita itu. Baginya tidak ada wanita cantik yang layak mendapatkan perhatian yang besar dari suaminya, hanya dirinya saja tak ada satupun yang boleh.
__ADS_1
.................................